Bawaslu Sulteng Dorong Pemilih Lokal Tolak Praktik Money Politik

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Bawaslu Sulteng (website Bawaslu Sulteng)

, gemasulawesi – Provinsi (Sulteng) mendorong pemilih lokal melalui berbagai kegiatan sosialisasi untuk terlibat dalam pemantauan dan sosialisasikan tolak praktik .

“Praktik seperti ini harus secara kolektif melibatkan masyarakat dalam melakukan pengawasan,” ungkap Nasrun, Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Sulteng. 

melihat, permainan telah berkembang menjadi bersifat barter barang dan jasa, baik itu bersumber dari dana pribadi maupun memanfaatkan anggaran publik untuk keuntungan pribadi.

Baca: Bawaslu Parigi Moutong Ingatkan ASN Jaga Netralitas Pemilu

Oleh karena itu, strategi yang ditempuh sebagai pengawas adalah meningkatkan sensitisasi dan pendidikan pemilih dengan melibatkan organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, tokoh agama dan tokoh perempuan. 

, kampanye bernuansa sarkastik, dan penyebaran berita bohong adalah tindakan yang merusak tatanan demokrasi.

“Untuk mencegah hal seperti itu terjadi, pendidikan pemilih merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ,” kata Nasrun.

Baca: Bawaslu Sulawesi Selatan Usulkan Hoaks Masuk Dalam IKP 2024

Pihak juga semakin gencar mengkampanyekan tolak melalui berbagai sarana sosialisasi, baik itu melalui publikasi media, poster, spanduk maupun baliho yang disebar di beberapa titik ruang publik.

Membangun demokrasi yang kuat dimulai dengan penguatan pendidikan politik, kolaborasi antara penyelenggara, peserta dan pemilih  untuk menciptakan panggung bersama melawan praktik curang. 

Kedaulatan Demokrasi ditentukan oleh rakyat, sehingga menuju kedaulatan ini, kualitas dilakukan secara Langsung, umum bebas dan rahasia.

Baca: Bawaslu Kota Palu Usulkan Penempatan ASN di Sekretariat

“Jelas diselenggarakan dengan prinsip kejujuran dan keadilan, karena semua ini untuk masa depan bangsa, jika dalam prosesnya ada yang mencederai, maka kualitas demokrasi akan rusak,” ungkapnya.

Nasrun menambahkan, setiap tahapan memiliki kemungkinan pelanggaran, termasuk dan penyebaran berita palsu oleh beberapa pihak. (*/dn)

Editor: Muhammad Irfan Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.