Bertambah, Korban Meninggal Gempa Cianjur Jadi 327 Jiwa

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kondisi bangunan yang runtuh akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Foto/bnpb.go.id)

Berita Nasional, gemasulawesi – Bertambah, akibat , Jawa Barat, pada 21 November 2022 kini menjadi 327 jiwa, untuk yang hilang sementara total sebanyak 13 orang per Selasa 29 November 2022.

Hal itu diungkapkan Dandim 0608 Kabupaten Cianjur, Letkol Arm hariyanto saat konferensi virtual, Selasa 29 November 2022.

“Dari tanggal 29 November 2022 sampai sekarang pukul 17.19 WIB 327 orang dunia akibat gempa di Cianjur. Korban merupakan hasil pencarian hingga tanggal 29 November 2022 lalu ditemukan empat orang di Cijedil,” ucap Letkol Arm Hariyanto.

Terkait korban hilang, pihaknya mendapat laporan, korban hilang dari dua desa, yakni Cijedil sebanyak enam orang dan kepala desa Mangunkerta sebanyak dua orang.

Baca: Korban Hilang Gempa Cianjur Bertambah Jadi 13 Orang

Secara keseluruhan, lanjutnya, jumlah total korban hilang hingga saat ini adalah 13 orang.

“Jadi 595 luka berat dan 68 luka berat yang masih dirawat di seluruh Rumah Sakit (RS) di Cianjur,” ucapnya.

Terkait evakuasi, pihaknya mengumpulkan data berdasarkan survei yang dilakukan BNPB bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan berhasil mencetak 451 titik.

Baca: Bertambah, Jumlah Korban Gempa Cianjur Jadi 323 Orang

Detailnya adalah 333 titik terpusat dan 118 mandiri. Kepala Keluarga (KK) yang disurvei sebanyak 39.985 rumah tangga.

Sementara itu, jumlah total pengungsi yang telah disurvei adalah 108.720.

Rincinya, lanjutnya, pengungsi laki-laki 52.987 orang dan pengungsi perempuan 55.733 orang, kemudian penyandang disabilitas 147 orang, ibu hamil 1.341 orang, dan lansia 6.994 orang.

Baca: Dinsos Sulteng Galang Donasi Bantuan Korban Gempa Cianjur

Dandim juga mencatat sebanyak 34.477 rumah rusak berat, 17.599 rumah rusak sedang, dan 35.976 rumah rusak ringan.

“Dengan demikian, infrastruktur yang rusak terdiri dari 511 sekolah, 187 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, 17 gedung atau perkantoran. 16 kecamatan terdampak terdiri dari 169 desa,” katanya. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.