BPBD Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir dan Longsor

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau, Edy Afrizal di Kantor BPBD. Kamis. (Foto/bpbd.riau.go.id)

Berita Nasional, gemasulawesi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau tetapkan status bencana banjir dan longsor di wilayah itu mulai 1 hingga 31 Desember 2022.

Edy menjelaskan bahwa penetapan status memperhitungkan delapan kabupaten dan kota yang telah menyatakan keadaan darurat akibat banjir dan tanah longsor.

“Ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS1747/XII/2022 tanggal 1 Desember 2022,” ucap Edy Afrizal, Kepala Pelaksana , di Kantor BPBD, Kamis 1 Desember 2022.

Delapan daerah yang berstatus darurat yakni Kampar, Pelalawan, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis dan Kota Pekanbaru.

Baca: Pelaku Pembunuhan Teman Kerja di Riau Diancam Tujuh Tahun Kurungan

Edy mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi banjir dan tanah longsor.

BPBD melakukan kaji cepat untuk mendapatkan data dan informasi kejadian bencana.

Kemudian tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas Baznas, dinas sosial, relawan dan organisasi terkait mengevakuasi warga terdampak.

Baca: Pegawai Honorer Terjaring OTT Pungli SKGR Tanah di Riau

“Mendirikan tenda pengungsian, membangun dapur umum dan mendistribusikan logistik. Himbauan dan Humas juga dilakukan. Selain itu, Pemprov Riau dan Kabupaten/Kota juga telah melakukan imbauan penyelesaian atas musibah ini banjir dan tanah longsor,” ucap Edy.

Edy juga menjelaskan bahwa ada beberapa area yang menjadi lokasi longsor yang perlu diwaspadai.

Yakni Jalur Lintas Riau – Sumatera Barat – XIII Koto Kampar, Jalur Taluk Kuantan – Perbatasan Sumatera Barat, Jalur Rengat – Tembilahan, Jalur Lintas Perbatasan Riau – Jambi.

Baca: Komite SMA 3 Kota Bekasi Pungut Sumbangan Jutaan Rupiah Terhadap Siswanya Viral di Instagram

Ia mengimbau masyarakat untuk waspada. Salah satu caranya adalah dengan melakukan kesiapsiagaan.

Selain ketetapan darurat banjir dan tanah longsor, BPBD juga mencabut kesiapsiagaan darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Keadaan darurat bencana Karhutla 2022 di Provinsi Riau berakhir kemarin, pada tanggal30 November 2022,” kata Edy.

Baca: Kemenkes Utamakan Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Baca: Realisasi Investasi Sulawesi Tengah Kuartal II Capai Rp 71 Triliun

Ia menjelaskan, data terakhir hingga 30 November 2022, dimana luas lahan yang terbakar dan terhapus adalah 1.249,97 hektar dan titik api untuk tahun 2022 sebanyak 1.631 titik.

Angka ini turun 11,98 persen dari tahun lalu dan untuk hotspot turun 36,71 persen. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.