Komite SMA 3 Kota Bekasi Pungut Sumbangan Jutaan Rupiah Terhadap Siswanya Viral di Instagram

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Screenshot (instagram/@ridwankamil)

Nasional, gemasulawesi – SMA 3 Kota Bekasi, viral di media sosial. Lantaran pihak komite diduga melakukan terhadap siswanya.

Hal ini terungkap pada tangkapan layar di aplikasi whatsapp yang diunggah Gubernur di akun Instagramnya. Dalam tangkapan layar tersebut terlihat besaran jumlah yang harus dibayarkan oleh orang tua murid terhadap sekolah.

“Lalu mengenai dari pihak orang tua. Sumbangnan awal tahun Rp 4.500.000, dibayarkan ditahun pertama masuk sekolah selama kelas X,” keterangan dalam tangkapan layar.

Baca: Kasus Pungli BPN Palu, Kejati Sudah Punya Calon Tersangka

Selain awal tahun, ternyata orang tua diwajibkan untuk membayar iuran bulanan, yang nominalnya Rp 300.000. Pembayaran bulanan atau SPP dilakukan hingga lulus dari sekolah.

“Dibayarkan setiap bulan sampai kelas XII, sampai lulus,” tulisnya.

Belum diketahui edaran tangkapan layar ini apakah berasal dari chat pribadi wali siswa ataukah room grup milik pihak sekolah. Potongan tangkapan layar yang diunggah Ridwan Kamil mendapatkan like 178.923 dan 14.136 komentar.

Baca: Pegawai Honorer Terjaring OTT Pungli SKGR Tanah di Riau

Gubernur Ridwan kamil menanggapi yang terjadi di SMA 3 Kota Bekasi. Ia menjelaskan, tidak boleh ada apapun di institusi .

Menjelaskan, sekolah negeri baik SMA, SMK dan SLB sudah menjadi kewenangan provinsi. Anggaran telah sepenuhnya ditanggung oleh negara

“Walaupun ada urgensi, itu pun harus sepengetahuan dan mendapatkan ijin tertulis dari Gubernur,” terang Ridwan Kamil.

Baca: Saber Pungli Parigi Moutong Lakukan Sosialisasi ke 58 Desa

Pihaknya sudah mengirimkan Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat untuk menelusuri yang terjadi di SMA 3 Kota Bekasi, bila ada pelanggaran aturan oleh komite akan ada sanksi.

“Segera memberi sanksi jika ada pelanggaran aturan yang disengaja oleh sekolah yang bersangkutan,” tegasnya.

Dia pun meminta kepada masyarakat Jawa Barat bila terjadi hal yang sama di sekolah tempat anak mereka mengeyam , agar dilaporkan di Dinas Provinsi.

Baca: Polres: Tidak Ada Premanisme dan Pungli Terorganisir di Parigi Moutong

Dirinya tak akan tebang pilih dalam penegakan aturan. Ridwan Kamil mewanti – wanti , agar sekolah lain tidak melakukan kepada siswanya.

“Jika ada praktik keliru yang sama di sekolah-sekolah menengah negeri lainnya, segera dilapori kepada kami atau @disdikjabar. Hatur Nuhun,” pinta Ridwan Kamil. (NRU)

Editor: Muhammad Irfan Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.