BPOM Edukasi Pangan Aman Masyarakat Konawe Kepulauan

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Petugas BPOM Musnahkan makanan tanpa logo halal (ILustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tenggara, gemasulawesi – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kendari edukasi masyarakat Desa Pasir Putih, Kecamatan Wasonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, mengenali pangan yang aman dan sehat.

Koordinator Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BPOM Kendari Hasnah Nur mengatakan melalui telepon di Kendari pada Jumat 12 Agustus 2022 bahwa BPOM telah memberikan pelatihan melalui bimbingan teknis juga edukasi kepada komunitas keamanan pangan desa dan pelaku usaha pangan desa, ini merupakan bagian dari tahap implementasi Program Desa Pangan Aman.

“Orientasi teknis masyarakat desa ini diikuti 50 komunitas yang masing-masing terdiri dari 10 komunitas keluarga, 10 komunitas pangan siap saji, 10 komunitas sekolah, 10 komunitas ritel, dan 10 komunitas industri rumahan (PIRT),” ucap Hasnah.

Ia mengatakan, Bimtek ini juga diikuti oleh 15 kader, terdiri dari lima kader keluarga, lima kader guru, lima kader masyarakat, empat tim ketahanan pangan desa (TKPD) dan empat kader penyuluh keamanan pangan (DKP).

BPOM Kendari mengajak masyarakat untuk bijak dalam memilih pangan yang akan dikonsumsi dan selalu mengutamakan “ceklik” untuk memastikan bebas dari bahan berbahaya.

Ia menjelaskan, masyarakat harus memeriksa kemasannya untuk melihat apakah kemasannya masih dalam kondisi baik atau rusak. Kemudian memeriksa label yang mengatur tentang komposisi makanan, kemudian memeriksa izin edar, yaitu memeriksa apakah produk tersebut telah mendapat izin dari pihak berwenang, dan terakhir memeriksa tanggal kadaluwarsa pangan tersebut.

Ia berharap kegiatan pendampingan teknis komunitas keamanan pangan dapat berkontribusi tidak hanya pada kesehatan tetapi juga ekonomi masyarakat pedesaan.

BPOM Kendari juga melakukan penilaian kesenjangan komunitas untuk mengetahui pemahaman dasar peserta tentang kemananan pangan. Selain itu, Kepala Desa Pasir Putih menerima satu set alat rapid test untuk menguji bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam makanan, seperti formalin, boraks, pewarna rhodamin B, dan pewarna methanyl yellow.

Baca: Kesal Tak Dikasih Jatah, Suami Bunuh Istri di Tana Toraja

Ia mengatakan, Ini akan digunakan kader didampingi tenaga kesehatan yang selanjutnya akan digunakan untuk simulasi pengujian sampel kue, ikan dan ayam. Melalui simulasi ini, para kader harus bisa menggunakan test kit secara mandiri.

Kepala Desa Pasir Putih Haslim menghimbau para peserta untuk menerapkan hal ini sesuai harapan dalam hal kepatuhan keamanan pangan baik di industri keluarga, pangan siap saji atau warung, ritel dan rumah tangga.

“Ini merupakan wujud dari upaya untuk mematuhi konsumsi pangan yang aman dan bergizi dengan melibatkan kita semua,” ucap Haslim. (*/Ikh)

Baca: Mahasiswa Kendari Dibusur OTK Saat Sedang Istirahat di Kost

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.