Bulog Sebut Temuan Beras Bansos Rusak Disebabkan Cuaca Buruk

<p>Foto: Illustrasi temuan Bansos beras rusak.</p>
Foto: Illustrasi temuan Bansos beras rusak.

Gemasulawesi– Perum Bulog menyebut temuan beras Bansos rusak di sejumlah daerah disebabkan kondisi cuaca buruk saat proses pengiriman maupun penurunan kantong beras.

“Kemarin ada berita negatif. Itu dicek Menteri PMK sudah terjawab. Ternyata memang bukan beras yang berkualitas rendah, karena waktu menurunkan dalam kondisi cuaca buruk,” ungkap Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, dalam rekaman Kick Off Distribusi Bantuan Beras PPKM Tahap II, Kamis 12 Agustus 2021.

Dia memastikan, temuan beras Bansos rusak itu hanya sebagian kecil dari total bantuan telah disalurkan Perum Bulog.

Baca juga: Perum Bulog Jawa Timur Salurkan Bantuan Beras ke Ribuan KPM

Misalnya, temuan beras Bansos rusak yang ditemukan di Pandeglang, Jawa Barat hanya 3 paket dari 464 paket dikirimkan. Termasuk, temuan kerikil beberapa waktu lalu juga hanya terjadi pada sedikit paket beras.

“Kemarin ada berita, beras ada batunya, batu kebawa, batu kecil saja dipermasalahkan, kecuali isinya 50 persen batu. Ngapain juga Bulog kasih batu,” tegasnya.

Dia menjamin pihaknya akan mengganti semua temuan beras Bansos rusak yang telah diterima masyarakat.

“Kalau ditemukan beras rusak, bukan berarti tidak diganti, kami ganti. Jadi itu komitmen kami,” ujarnya.

Kemudian, dia juga memastikan Perum Bulog tidak sembarangan distribusi beras Bansos. Pasalnya, penyaluran beras akan melalui proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Penyaluran beras baik yang dilakukan PT Pos maupun DNR (DNR Corporation) itu menjadi laporan kami, untuk kami sampaikan ke BPK, agar diaudit. Jadi, saya tidak mungkin main-main dengan masalah ini,” tegasnya.

Beras rusak juga ditemukan di Sidoarjo

Selain di Pandeglang, beras rusak juga ditemukan warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Beberapa warga mendapat beras Bansos tak layak konsumsi karena dalam kondisi menggumpal berwarna kekuningan dan mengeluarkan bau tak sedap.

Pimpinan Cabang Bulog Surabaya Utara, Nurjuliansyah Rachman mengatakan beras menggumpal hingga menimbulkan bau tidak sedap. Diduga karena terguyur hujan saat proses distribusi beras Bansos.

“Data kami dapat di lapangan, beras itu menjadi gumpalan dan menguning akibat terguyur hujan saat proses pengirimannya,” tutupnya. (***)

Baca juga: Bulog Siapkan Tambahan Bansos Beras Sebanyak 200 Ribu Ton

...

Artikel Terkait

wave

Berwisata di Malioboro: Waktu Wisatawan Maksimal Dua Jam

Aturan baru disiapkan Pemprov Yogyakarta menyambut wisatawan. Salah satunya adalah pengaturan waktu berwisata di Malioboro.

PPKM Level 4 Palu, Pemkot Beri Kebijakan Pelonggaran Pelaku Usaha

Walikota Hadianto Rasyid mengatakan PPKM Level 4 Palu, Sulawesi Tengah, kembali diperpanjang ada beberapa kebijakan pelonggaran pelaku usaha.

Pegawai Terpapar Covid19, Disdukcapil Tutup Layanan Adminduk

Disdukcapil tutup layanan Adminduk, usai seorang pegawai terpapar covid19. Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, kembali ditutup.

Beresiko Tinggi, Selandia Baru Batasi Perjalanan dari Indonesia dan Fiji

Diberi label beresiko tinggi penularan covid19, Pemerintah Selandia Baru batasi perjalanan dari negara Indonesia dan Fiji.

Permudah Pendataan, Polisi Tempel Stiker Rumah Belum Vaksin

Polda Metro Jaya akan tempel stiker rumah belum vaksin covid19. Itu diklaim mempermudah pendataan terhadap warga di DKI Jakarta.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;