Demo BBM Naik, Mahasiswa Sandera Truk Tangki BBM di Palopo

waktu baca 2 menit
Foto/Istimewa

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Demo bahan bakar minyak (BBM) naik, puluhan mahasiswa ikatan pelajar dan mahasiswa Luwu (IPMAL) di Jalan Trans Sulawesi depan Islamic Centre, Kelurahan Takkalala, Kota Palopo Sulawesi Selatan, Senin 5 September 2022 malam, dalam aksinya sempat sandera truk tangki BBM milik pertamina.

Mereka menentang kebijakan pemerintah yang menaikkan BBM karena membebani masyarakat dan akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok.

Saat aksi, mahasiswa menyandera truk tangki BBM Pertamina di SPBU Jalan Yos Sudarso, terjadi bentrok antara pengunjuk rasa dengan polisi yang sedang melakukan pengamanan.

Rifki jendral Aksi Lapangan mengatakan mereka menyandera kapal tanker BBM karena kecewa dengan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM.

“Kami menyandera truk tanki ini untuk melihat sejauh mana pro dan kontra Pertamina, kami memahami bahwa Pertamina adalah penyelenggara, tetapi mengapa mereka tidak dapat melihat atau mengekspresikan sikap bahwa pro kami seperti ini dan kontra kami seperti itu,” kata Rifki saat dikonfirmasi di TKP pada malam hari, Senin 5 September 2022.

Rifki melanjutkan, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM semakin memperburuk keadaan masyarakat.

Ia mengatakan, kecewa kepada pemerintah menaikkan harga BBM tanpa memikirkan nasib rakyat, mereka baru keluar dari resesi ekonomi akibat Covid-19, pemerintah sepertinya tidak memikirkan itu.

Selain sandera truk tangki BBM, mereka juga mencegat sebuah truk kontainer untuk digunakan sebagai panggung pidato sambil membakar ban bekas.

Aksi nekat mahasiswa Palopo itu dikawal oleh pihak Polres Palopo untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasi Humas Polres Palopo AKP La Simeng mengatakan, demonstrasi mahasiswa hari ini berlangsung di tiga tempat, yakni di Desa Sampoddo, Desa Takkalala, depan Islamic Center dan depan Makam Pahlawan. Pihaknya telah menurunkan ratusan personel untuk mengamankan.

“347 personel dilibatkan untuk mengamankan demonstrasi. Kami tidak melarang mahasiswa berdemonstrasi selama tidak anarkis atau coba merusak,” kata La Simeng.

Baca: Tolak BBM Naik, Buruh dan Mahasiswa Demo Depan Gedung DPR

La Simeng melanjutkan, truk tangki BBM yang disandera mahasiswa malam ini telah dibebaskan.

Ia mengatakan, malam ini juga membebaskan kapal tanker tersebut setelah berkomunikasi dan bernegosiasi dengan para pengunjuk rasa.

“Pendekatan kami lebih persuasif ketika kami terlibat dalam percakapan mendalam dengan siswa, khususnya Jendlap atau Korlap,” terang La Simeng. (*/Ikh)

Baca: Ratusan Warga Terisolasi Akibat Jalan Tertutup Longsor di Sidrap

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.