Dinkes Kota Palu Intervensi Ratusan Ibu Hamil KEK

waktu baca 2 menit
Ket Foto: petugas kesehatan lakukan imunisasi pada bayi (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, intervensi ratusan ibu hamil yang alami kekurangan energi kronis (KEK) melalui sejumlah program dalam upaya untuk mencegah stunting.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kemasyarakatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, di Palu, kamis 11 Agustus 2022.

“Intervensi ratusan ibu hamil KEK perlu untuk dilakukan jika tidak dapat berpotensi melahirkan bayi gizi buruk,” ucap Indrawati, saat dihubungi di Palu, Kamis 11 Agustus 2022.

Ia menjelaskan, KEK ibu hamil dapat dilihat dari hasil pengukuran lengan, jika lingkar lengan atas (LiLA) tidak melebihi 23,5 sentimeter, berisiko kekurangan energi dan efeknya dapat mempengaruhi kondisi kesehatan janin.

Oleh karena itu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan untuk memberikan dukungan dalam penyediaan vitamin, tablet tambah darah dan pemenuhan asupan gizi dengan makanan tambahan yang melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas.

“Kami mencoba mencegah hal ini dengan tidak hanya melihat 1.000 hari pertama kehidupan, tetapi juga dari wanita hingga beranjak menjadi calon pengantin sampai proses kehamilan, jadi pencegahan dini adalah prioritas,” katanya.

Ia menjelaskan, penangan stunting melibatkan multi sektor, sehingga strategi yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu saat ini meliputi delapan aksi konvergensi, dan Dinas Kesehatan bertanggung jawab atas tujuh aksi yaitu pengukuran dan publikasi.

Kemudian intervensi dilakukan khusus di bidang kesehatan, dinas kesehatan menargetkan tidak hanya 33 lokus tetapi 46 kelurahan di Kota Palu. Ini termasuk untuk membuat pencegahan lebih cepat dan efektif.

Indikator kinerja stunting untuk keberhasilan pengelolaan terkait dengan dua sistem, yaitu aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Baca: Mulai 14 Agustus 2022 Tarif Ojol Naik

“Prevalensi stunting di Kota Palu pada tahun 2021 berada di angka 23,9 persen, atau bahkan lebih tinggi dari standar nasional sebesar 14 persen, sehingga prevalensi ini diharapkan berada di bawah standar nasional pada tahun 2024,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan data e-PPBGM, 1.221 bayi di ibu kota Sulawesi Tengah mengalami stunting dari lebih dari 22.400 bayi di Palu.

Indrawati mengatakan, kami telah berkoordinasi dengan OPD dan prosesnya terus berlanjut. Pemerintah kota sangat serius dalam hal ini, seperti yang ditunjukkan oleh Peraturan Walikota (Perwali) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Stunting. (*/Ikh)

Bac: Sulawesi Utara Tingkatkan Ekspor ke Kawasan Timur Tengah

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.