Disbudpar Sulsel Akan Libatkan UMKM Setiap Event Pariwisata

<p>Ket Foto: Tempat wisata Masjid Terapung Sulawesi Selatan (Foto/Pixabay)</p>
Ket Foto: Tempat wisata Masjid Terapung Sulawesi Selatan (Foto/Pixabay)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan libatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di setiap kegiatan pemerintah, seperti event pariwisata.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Disbudpar Sulsel Devo Khadafi di makassar, Jumat 9 Desember 2022.

“Kita punya banyak program budaya dan pariwisata. Nanti tahun 2023 Disbudpar Sulsel libatkan mereka, para pelaku UMKM,” ucap Devo Khadaffi.

Devo mengatakan bahwa keikutsertaan pelaku UMKM dalam event pariwisata ini juga merupakan bentuk sinergi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca: Masjid Raya Bantaeng Direnovasi Pemrov Sulsel

Dengan keterlibatan UMKM, para pelancong atau wisatawan juga memiliki banyak peluang untuk mencari hal-hal yang menurut mereka sangat menarik, seperti mencari sesuatu yang khas dari daerah tersebut, seperti kerajinan tangan atau juga produk lainnya.

“Tahun depan 2023, akan banyak kegiatan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Saya kira UMKM akan ikut dalam pameran tersebut,” katanya.

Devo menyampaikan bahwa UMKM dapat memamerkan dan menjual produknya di event Disbudpar manapun dan tidak dipungut biaya alias gratis.

Baca: TP PKK Sulsel Dorong Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

Ia mengatakan, tentunya kalau 23 kegiatan ini dan melibatkan UMKM, semuanya bergiliran sehingga semua orang bersemangat untuk menjual produk dan memperkenalkan. Ada museum Lagaligo, ada kawasan Benteng Somba Opu. Jadi kami akan melibatkan UMKM.

Selain itu, Devo meminta agar workshop UMKM yang akan datang diadakan di tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan bukan di hotel.

“Kami berharap tahun depan semua kegiatan creative workshop tidak lagi diadakan di hotel tapi di pusat perbelanjaan sehingga teman-teman bisa belajar langsung di mall dan menjual produknya,” katanya. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Kemenkominfo Dorong Jurnalis Sulteng Edukasi Literasi Digital Masyarakat

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dorong jurnalis di Provinsi Sulawesi Tengah, literasi digital kepada masyarakat

Masjid Raya Bantaeng Direnovasi Pemrov Sulsel

Pemprov Sulsel menganggarkan Rp800 juta untuk merenovasi Masjid Raya Bantaeng. Dana renovasi tersebut diserahkan oleh Gubernur

Pekerja Jaringan Internet Tewas Tersengat Listrik di Balaikota Makassar

Seorang pekerja jaringan internet tewas tersengat listrik di Lantai 6 Tower Balaikota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Dinkes Palu Sebut Prevalensi Stunting Kota Palu Turun 6,2 Persen

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu menyebutkan angka prevalensi stunting di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, menurut data

Jaga Ketahanan Pangan, Bupati Sinjai Ajak Warga Budidaya Alpukat Aligator

Jaga ketahanan pangan, Bupati Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, ajak warga untuk budidaya alpukat aligator.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;