Disporapar Perketat Seleksi Calon Paskibraka Parigi Moutong

<p>Seleksi Calon Paskibraka Disporapar Parigi Moutong.</p>
Seleksi Calon Paskibraka Disporapar Parigi Moutong.

Parigi moutong, gemasulawesi.com Antisipasi adanya peserta titipan dalam proses seleksi Calon Paskibraka atau Capas Parigi Moutong (Parimo). Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) memperketat proses seleksi.

“Tidak ada yang namanya peserta titipan dalam seleksi Calon Paskibraka Parigi Moutong. Yang dinyatakan lulus nanti, harus benar-benar hasil dari seleksi,” tegas Mardiana yang dihubungi via telepon selulernya, Kamis 5 Maret 2020.

Ia mengatakan, pihaknya membentuk tim dalam menyeleksi Capas yang sudah berlangsung sejak 2 Maret 2020. Tim itu, terdiri dari beberapa orang pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan melibatkan pula Palang Merah Indonesia (PMI).

Seleksi Capas itu kata dia, dimulakan dari Kecamatan Moutong yang nantinya akan berakhir di ibu kota khusus ex Kecamatan Parigi pada 7 Maret 2020.

Rencananya, pada 5 Maret 2020 tim akan melaksanakan seleksi Capas khusus Kecamatan Sausu, Balinggi dan Torue.

“Khusus ex Parigi terdiri dari Kecamatan Parigi Barat, Parigi Selatan, Parigi Utara dan Parigi Insya Allah akan dipusatkan di halaman Kantor Disporapar Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahapan selanjutnya pengumuman hasil seleksi Capas  yang dijadwalkan pada April mendatang.

Selain Peraturan Baris Berbaris (PBB) jelas Mardiana, seluruh peserta Capas juga diuji ilmu pengetahuan umum dan agamanya.

Khusus tinggi badan peserta Capas putra 170 cm mengikuti standar nasional. Berbeda dengan peserta putri, maksimal 160 cm.

“Untuk Capas Putri, tim seleksi tidak berpatokan pada ukuran tinggi badan sesuai standar nasional karena melihat kondisi peserta yang ada,” tuturnya.

Menurutnya, jika tinggi badan Capas putri disesuaikan dengan standar nasional dipastikan akan sulit mendapatkan yang sesuai kriteria.

Ditanya terkait tahapan Capas selanjutnya usai pengumuman kelulusan. Mardiana menjelaskan, peserta akan mengikuti latihan bersama selama dua bulan yang dipusatkan di ibu Kota Parigi.

Kemudian, menjelang 10 hari upacara 17 Agustus, seluruh Capas yang dinyatakan lulus tersebut akan dikarantina.

“Pemda Parigi Moutong hanya memfasilitasi Capas pada saat karantina saja. Sedangkan sekolah, mereka akan dititipkan,” tutupnya.

Baca juga: Litbang Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong Teliti Angka Kecukupan Gizi Kelor

Baca juga: Disdikbud Rampungkan Pengisian Data PAUD Kabupaten Parigi Moutong

Laporan: Roy L

...

Artikel Terkait

wave

Disdikbud Rampungkan Pengisian Data PAUD Parigi Moutong

Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong rampungkan pengisian data satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Berita, Poso Palu dan Banggai Sulawesi Tengah.

Litbang Parigi Moutong Teliti Angka Kecukupan Gizi Kelor

Litbang Bappelitbangda Parigi Moutong teliti konsumsi kapsul kelor untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Berita, Poso Palu dan Banggai.

Kapolres: Pelaku Penebangan Hutan Mangrove Melanggar UU Lingkungan Hidup

Kapolres Parigi Moutong AKBP Zulham Efendi Lubis mengatakan, pelaku penebangan di kawasan hutan mangrove akan ditindak tegas. Berita, Poso Palu dan Banggai

2020, Parigi Moutong Target Pengentasan Orang Dengan Gangguan Jiwa

Pemda Parigi Moutong menargetkan pengentasan Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ pada tahun 2020 Berita, Poso Palu dan Kabupaten Banggai

BKPSDM Parigi Moutong Ungkap Modus Oknum Janjikan Kelulusan Ujian CPNS

BKPSDM ungkap modus oknum menjanjikan kelulusan pada pelaksanaan ujian CAT CPNS Parigi Moutong Berita, Poso Palu dan Kabupaten Banggai.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;