DTPHP Parigi Moutong Menjamin Pupuk Bersubsidi Tersedia

waktu baca 2 menit
Ilustrasi By gemasulawesi.com

Parigi Moutong – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan () Kabupaten , Provinsi Sulawesi tengah menjamin stok bersubsidi akan tersedia dalam mendukung produksi petani.

Ia mengaku, subsidi selalu terpenuhi di Kabupaten , sesuai dengan alokasi yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Baca: PT. Petrokimia Gresik Promosi Sehari di Parigi Moutong

“Kebutuhan bersubsidi mencukupi di ,” kata Farid, Kabid Sarana dan Prasarana , Kabupaten , Senin, 21 Maret 2022.

Lanjut dia, pemerintah pusat telah mengalokasikan kurang lebih 8,3 Ton urea, jenis SP36 90 Ton, Jenis ZA 112 Ton, NPK 7 Ton lebih, NPK Formula khusus 250 Ton serta granule organic 1 ton.

Ia menjelaskan, distribusi saat ini sedang dalam proses sementara terkait kewenangan instansi terkait hanya sebatas pengawasan.

Baca: Pupuk NPK dalam Negeri Disebut Masih Dikuasai Produsen Swasta

“Terkait distribusi itu masuk dalam kewenangan pemerintah pusat, kami hanya mengawasi saja. Kebutuhan pupuk petani sejauh ini selalu dipernuhi pemerintah,” tuturnya.

Pupuk organic juga dapat digunakan petani selain pupuk subsidi yang diberikan pemerintah. Namun, saat ini bahan baku masih menjadi kendala petani setempat akibatnya pupuk bantuan pemerintah masih menjadi alternatif utama.

Baca: Kejagung Lidik Dugaan Korupsi PT Pupuk Indonesia

Farid mengatakan, ketentuan klaster penerima pupuk bersubsidi, kelompok tani menerima maksimal untuk 2 hektar per orang berdasarkan regulasi.

“Dalam penjualan pupuk bersubsidi itu, ada HET yang telah ditetapkan pemerintah, khusus pupuk jenis urea Rp2.250/kg, SP36 Rp2.400/kg, pupuk ZA Rp1.700/kg, pupuk NPK Rp2.300/kg dan pupuk NPK formula khusus Rp3.300/kg dan pupuk organik granuel Rp800/kg” urainya.

Pengecer kata dia, wajib untuk menjual berdasarkan Het yang berlaku, tidak boleh melebihi dari itu.

Baca: IATC Mandalika 2022, Pembalap Asal Indonesia Podium

Ia menemukan, jumlah pupuk dialokasikan untuk memenuhi luas tanam padi 60.292 hektare lebih dan luas tanam jagung 14.575 hektare.

“Setiap tahun selalu mengalami surplus beras di angka 102.846 ton per tahun. Diupayakan produksi petani selalu meningkat,” pungkasnya. (dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.