MUI Bolehkan Shalat Merapatkan Shaf di Masa Pandemi Tahun Ini

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Ketua Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam. (Foto/Istimewa)

Nasional, gemasulawesi.com – () memperbolehkan Salat Jumat, Tarawih dan Id dengan shaf rapat yang dituangkan didalam Surat Bayan (penjelasan) Dewan Pimpinan berkenaan Fatwa terkait Pelaksanaan Ibadah didalam Masa Pandemi.

“Umat Islam perlu menyelenggarakan Salat Jumat dan boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak, layaknya jamaah salat lima waktu/rawatib, Salat Tarawih dan Id di masjid atau daerah lazim lainnya, dan juga menghadiri pengajian lazim dan majelis taklim dengan selalu memelihara diri supaya tidak terpapar Covid19,” demikian surat Bayan yang ditandatangani Ketua Komisi Fatwa Asrorun Niam dan Sekjen Amirsyah Tambunan yang di terima di Jakarta, Jumat, 11 Maret 2022.

Baca: Pol Espargaro: Dominasi Repsol Honda Bukan Hanya Untuk Satu Orang

Surat ketentuan dengan nomor: Kep-28/DP-/III/2022 menyatakan bahwa di awalnya udah menerbitkan tiga fatwa terkait petunjuk ibadah.

Pertama, fatwa Nomor 14 Tahun 2020 berkenaan Penyelenggaraan Ibadah didalam Situasi Wabah Covid19. Kedua, Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 berkenaan Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri Saat Pandemi Covid19.

Terakhir, Fatwa Nomor 31 Tahun 2020 berkenaan Penyelenggaraan Salat Jumat dan jemaah untuk Mencegah Penularan Wabah Covid19.

Baca: Update Terbaru, 2.055 NIP PPPK dan CPNS Sulawesi Tengah Diterbitkan

memberikan fatwa yang diterbitkan pada 2020 itu memang membolehkan umat Islam salat berjemaah di masjid dengan shaf renggang. Kemudian, memperbolehkan Salat Jumat di tempat tinggal dengan mempertimbangkan Hajah Syariyyah (kondisi darurat).

Kini didalam surat Bayan berikut disebutkan bahwa umat Islam boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak bersamaan dengan ada pelonggaran ketetapan pencegahan Covid19.

MUI menilai standing hajah syariyyah yang sebabkan ada rukhshah (hukum yang meringankan) udah hilang sebab didasarkan pada kebijakan pemerintah.

Baca: Derby Manchester Pekan Ke-28 Premier League Diprediksi Banjir Gol

“Dengan demikian, pelaksanaan salat jemaah dilaksanakan dengan lagi ke hukum asal (azimah), yaitu dengan merapatkan dan meluruskan shaf (barisan),” kata dia.

Di sisi lain, MUI mengimbau umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, zikir, memperbanyak salawat, sedekah, dan juga doa. MUI juga mendorong umat Islam supaya mempersiapkan diri lahir dan batin menyongsong bulan suci Ramadan.

“Pengajian dan aktivitas keagamaan lain yang biasa dilaksanakan di bulan Ramadan layaknya Salat Tarawih, tadarus Alquran, qiyamul lail, ifthar jamai mampu dilaksanakan dengan selalu telaten memelihara kesehatan,” demikian bunyi Bayan tersebut. (*)

Baca: Gol Pertama Witan Sulaeman, Pemain Asal Sulawesi Tengah di FK Senica

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.