Parigi Moutong, Gemasulawesi - Akses transportasi di Dusun VI, Desa Bukit Makmur, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, lumpuh total.
Jembatan penghubung di wilayah tersebut putus diterjang banjir bandang pada Minggu siang, 26 April 2026.
Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan sungai yang merendam pemukiman warga sejak pukul 14.00 WITA.
"Air naik sangat cepat dan langsung menghantam pondasi jembatan sampai patah," ujar salah seorang relawan di lokasi kejadian.
Baca Juga:
Anleg Husen Mardjengi Dikepung Tagihan Janji di Sigenti Barat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mencatat sedikitnya 28 kepala keluarga terdampak langsung oleh bencana ini.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi fasilitas ibadah berupa satu unit masjid di desa setempat.
Laporan dari Pusdalops BPBD menyebutkan bahwa meskipun air telah surut pada Senin pagi, aktivitas ekonomi warga terhambat.
Jembatan yang putus tersebut merupakan urat nadi utama bagi mobilitas warga di Dusun VI Bukit Makmur.
Kepala pelaksana BPBD Parigi Moutong telah menerjunkan tim reaksi cepat untuk melakukan kaji cepat di lapangan.
Koordinasi dengan aparat desa dilakukan guna memastikan kebutuhan logistik warga yang sempat terisolir tetap terpenuhi.
Pemerintah daerah kini mendesak adanya perbaikan darurat pada tanggul sungai dan pemasangan bronjong di titik rawan.
Baca Juga:
Gaji Aparat Desa Macet, Legislator Moh Fadli Soroti Ketimpangan Program Nasional
Perbaikan jembatan menjadi prioritas utama agar akses tranportasi warga bisa kembali pulih seperti sediakala.
Warga bersama relawan TRC Desa Bukit Makmur saat ini mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah.
Otoritas terkait mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang masi mungkin terjadi di wilayah Sulawesi Tengah.