Parigi Moutong, Gemasulawesi - Warga Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu, menagih janji pembangunan hunian tetap (huntap) yang tak kunjung terealisasi sejak bencana banjir besar 2024.
Tuntutan ini mengemuka saat anggota DPRD Parigi Moutong, Rusno A.h T, menggelar reses di kantor desa setempat, Jumat, 24 April 2026.
Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan yang dihadiri aparat kecamatan dan desa tersebut.
Warga menilai pemerintah lamban dalam menangani dampak bencana yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.
Baca Juga:
Legislator Mustakim Kono Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga di Proyek Smelter
"Masalah Huntap dan perbaikan jalan pascabanjir ini menyangkut harkat hidup warga kami," ujar Rusno di hadapan konstituuennya.
Ia berjanji akan mengawal ketat persoalan ini dalam rapat pembahasan anggaran di tingkat legislatif.
Legislator dari Fraksi Partai Demokrat itu menegaskan bahwa pemenuhan hak korban bencana adalah kewajiban pemerintah yang tidak boleh ditunda.
Rusno menyebut aspirasi warga Sibalago akan menjadi prioritas utamanya agar para korban segera mendapat kepastian tempat tinggal.
Selain menyerap keluhan warga, politikus ini juga memberikan bantuan pribadi untuk mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Desa Sibalago.
Bantuan tersebut diberikan guna menyukseskan syiar keagamaan dan pembinaan generasi religius di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Door to Door, Nurul Qiram Serap Aspirasi Alsintan hingga Rumah Ibadah di Ulatan
"Saya pastikan aspirasi ini disuarakan agar saudara-saudara kita korban banjir 2024 segera mendapatkan hunian yang layak," tegas Rusno menutup pembicaraan.
Pertemuan yang dimulai pukul 15.30 WITA itu berakhir dengan komitmen pengawalan usulan pembangunan fisik desa pada tahun anggaran mendatang.
Meski berjalan dinamis, warga berharap janji-janji yang disampaikan dalam reses kali ini tidak sekadar menjadi catatan diatas kertas.
Mereka mendesak agar pengerjaan jalan dan pembangunan huntap segera dimulai sebelum memasuki musim penghujan berikutnya.