Gasak Uang Tunai, Pencuri di Kendari Mengaku Petugas PLN

<p>Ket Foto: Pencuri mengaku petugas PLN di Kendari (Foto/Ilustrasi Gambar)</p>
Ket Foto: Pencuri mengaku petugas PLN di Kendari (Foto/Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tenggara, gemasulawesi – Gasak uang tunai, kawanan pencuri dengan modus mengaku sebagai petugas PLN melakukan aksinya di Jalan Mayjend Sutoyo, Kelurahan, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Rumah seorang warga bernama Retno Wiwik Anggraeni menjadi sasaran pencuri mengaku sebagai petugas PLN pada Sabtu 1 Oktober 2022 sekitar pukul 12.00 WITA.

Pol M. Eka Fathurahman, Kapolresta Kendari Kombes mengatakan ada 4 pelaku yang diduga kuat. Yang mengunakan dua sepeda motor saat melakukan pencurian.

“Pelaku melakukan aksinya dengan modus mengaku sebagai petugas PLN. Seperti pembeli untuk mengalihkan perhatian korban,” katanya.

Sementara, menurut korban, Retno Wiwik Anggraeni, pencurian itu awalnya terjadi saat ia sendirian di rumah.

Ia mengatakan seseorang datang untuk menanyakan tentang rumah kontrakan. Tapi dia menyuruh orang itu untuk bertanya di sebelah. Setelah itu, orang tersebut kembali lagi dan berpura-pura membeli di kios korban.

Kemudian pelaku lain yang berpura-pura sebagai petugas PLN muncul dan memberi tahu korban bahwa ada korsleting listrik di rumahnya.

Namun, korban bersikeras bahwa tidak ada arus pendek di rumahnya. Korban kemudian memanggil tetangganya.

Baca: Update Kerusuhan Stadion Kanjuruhan, 130 Orang Meninggal

Pelaku yang mengaku sebagai petugas PLN perlahan meninggalkan korban dan menuju sepeda motornya, saat korban sedang memanggil tetangganya.

“Salah satu pelaku yang masuk ke kamar korban langsung keluar kamar dan meninggalkan TKP,” terangnya.

Setelah korban masuk ke kamar, pencuri menyita barang-barang senilai Rp 1 juta tunai, 1 jam tangan merek Blueberry, 2 ponsel Nokia dan 4 cincin batu.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp7,5 juta. (*/Ikh)

Baca: Pesta Miras Berujung Penikaman Satu Warga di Bone Bolango

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

BNPT dan Kementan Siapkan Lahan Pertanian Untuk Eks Napiter

(BNPT) dan Kementerian Pertanian (Kementan), siapkan lahan pertanian untuk pemberdayaan eks narapidana kasus teroris (napiter).

BMKG Makassar Jelaskan Penyebab Hujan Es di Wilayah Sudiang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Kota Makassar, jelaskan penyebab hujan es yang mengguyur wilayah Sudiang

Pasca Penyesuaian Harga, Konsumsi Solar di Sulteng Naik

Pertamina Patra Niaga mengatakan, konsumsi harian bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) naik

Disdik Makassar Buka Lelang Jabatan Kepsek SMP dan SD

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, buka lelang jabatan kepala sekolah (kepsek) di jenjang Sekolah Dasar

Bocah SD di Minahasa Ditabrak, Mobil DPRD Solo Diamuk Massa

Tabrak bocah SD di Minahasa, rombongan mobil anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo, Jawa Tengah, diamuk massa

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;