Gunung Anak Krakatau Naik Status Menjadi Siaga!

waktu baca 2 menit

Nasional, gemasulawesi – Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menaikkan status dari waspada menjadi siaga.

“Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) per 24 April 2022 pukul 18:00 WIB.Peningkatan status ini dilakukan setelah melihat hasil pantauan visual dan instrumental Anak Krakatau yang telah menunjukan tanda-tanda aktivtas yang semakin signifikan,” Ungkap Eko Budi Lelono Kepala Badan Geologi.

Sebagai bagian dari peningkatan aktivitas, Eko mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki untuk tidak mendekati radius 5 KM.

Baca: Larangan Ekspor CPO Buat Stok Minyak Curah Melimpah

Eko memastikan Badan Geologi terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Provinsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung (BPBD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, dan BMKG.

Pelacakan SO2 magma ini, katanya, berkorelasi dengan peningkatan aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau saat ini. Peningkatan data emisi SO2 yang signifikan menunjukkan adanya pasokan baru magma dan materi beku yang muncul ke permukaan sebagai lontaran material pijar yang diikuti oleh aliran lava.  Jumlah SO2 selama periode di atas mencapai 9,2 kiloton. Dibandingkan dengan periode erupsi 2018, yakni Juni-Agustus 2018 12,4ton dan September-Oktober 2018 19,4 ton.

Mengenai potensi bahayanya, Hendra menjelaskan berdasarkan peta kawasan rawan bencana (KRB), terlihat hampir seluruh tubuh Gunung Krakatau dengan diameter +2 km merupakan kawasan rawan bencana.

Berdasarkan data visual dan instrumental, potensi bahaya saat ini adalah terlontarnya material pijar dalam radius 2 km dari pusat letusan, sehingga masyarakat yang tinggal atau bekerja di luar radius 5 km dari pusat kawah relatif aman.

“Potensi bahaya Gunung Anak Krakatau mencapai hingga 5 km dari pusat kawah, sehingga masyarakat di luar 5 km tetap tenang, termasuk masyarakat yang pulang kampung menggunakan angkutan laut yang jaraknya belasan kilometer (dari Gunung Anak Krakatau). Aman, tapi untuk amannya kita diminta untuk selalu up to date dengan informasi terkini yang dikeluarkan oleh Badan Geologi,” pungkas Hendra. (*)

Baca: Marak Kasus Korupsi Kepala Daerah, Partai Politik Segera Benahi Diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.