Hukuman Berat, Penyeleweng Anggaran Corona di Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
Kepala Inspektorat Daerah Parigi Moutong, Sakti Lasimpala. (GemasulawesiFoto/Rafii).

, gemasulawesi- Inspektorat (Parimo) (Sulteng) menyebutkan ancaman hukuman berat bagi penyeleweng anggaran penanganan virus corona.

“Pemerintah pusat cukup keras memberikan peringatan terkait penggunaan anggaran refokusing penanganan virus corona, bahkan bisa berujung hukuman mati,” ungkap Kepala Inspektorat , Sakti Lasimpala beberapa waktu lalu.

Maka, seyogyanya pengguna anggaran refokusing itu sudah mesti patuh pada peringatan pemerintah pusat.

Jika ada indikasi penyalahgunaan anggaran itu, warga dapat melaporkannya kepada Panitia Penanganan virus corona . Seluruh instansi yang berwenang mengawasi ada didalam kepanitiaan termasuk Inspektorat, Kejaksaan dan Kepolisian.

“Seluruh penggunaan anggaran termasuk pengadaan APD, BLT dan pendukung lainnya sudah kami lakukan pengawasan sejak awal perencanaan hingga nanti pada tahap penggunaannya,” tegasnya.

Menghindari penyelewengan, pihaknya dari awal melakukan reviu dan pendampingan dari awal perencanaan. Yaitu pengawalan sumber dana penanganan virus corona.

Kemudian, reviu berikutnya Inspektorat menitik beratkan pada pembelanjaan anggaran refokusing penanganan virus corona. Pihaknya, tidak melihat dari sisi nilainya.

Namun, lebih fokus kepada kesesuaian belanja anggaran penanganan virus corona.

“Misalnya, anggaran untuk belanja APD, kami awasi disitu,” singkatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.