Surat Pernyataan Kesanggupan, Syarat Penyaluran Stimulan Zona Merah Kota Palu

<p>Ilustrasi dana stimulan bencana.</p>
Ilustrasi dana stimulan bencana.

Berita kota palu, gemasulawesi BPBD Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut syarat penyaluran stimulan di zona merah adalah surat pernyataan kesanggupan.

“Penyaluran stimulan kepada warga yang di Zona Rawan Bencana IV atau Zona Merah Kota Palu, surat pernyataannya akan diperbanyak sesuai dengan jumlah data,” ungkap Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu Sulawesi Tengah, Muhammad Issa Sunusi, usai rapat koordinasi antar panitia percepatan data warga penerima stimulan tahap II, Sabtu 30 Mei 2020.

Ia mengatakan, surat pernyataan kesanggupan merupakan tindak lanjut dari hasil rapat waktu di ruangan pak Walikota dengan warga dari Kelurahan Silae Kota Palu Sulteng.

Kemudian, pelayanan terhadap warga yang ingin mengetahui data dan buku bank yang belum terima, harus tetap terlayani dengan tidak meninggalkan SOP kesehatan berkaitan virus corona.

Ia melanjutkan, penginputan pemberkasan warga lebih dipercepat dari target sebelumnya.

“Target pelayanan tiap minggu kita tingkatkan dari 1.500 sampai 2.000 KK, kini dari 2.000 sampai 3.000 KK,” tuturnya.

Pihaknya kata dia, juga akan menindaklanjuti dan mempercepat penyelesaian masalah administrasi warga khususnya berkas yang retur dari keuangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Sulteng berkomitmen untuk melakukan percepatan penanganan pelayanan berkas warga penerima dana stimulan tahap II.

Hal ini sesuai hasil rapat koordinasi antar panitia percepatan data warga penerima stimulan tahap II yang dipimpin langsung Kepala BPBD Kota Palu Sulteng, Ir. Singgih B. Prasetyo, M.Eng.

Rapat yang dilaksanakan di kantor BPBD Kota Palu Sulteng itu dihadiri para operator stimulan, operator operasional bidang, tim monev, PPK, PPTK, dan KPA.

Baca Juga: Asal Morowali, Dua Tambahan Positif Corona Baru Sulawesi Tengah

Sebelumnya, Wali Kota Palu Drs Hidayat M.Si arahkan penyaluran dana stimulan bagi rumah rusak ringan, sedang dan rusak berat secepatnya dilaksanakan.

Hal tersebut diungkapkannya dalam pertemuan terbatas dengan pejabat BPBD Kota Palu di ruang kerjanya Kamis 16 April 2020.

Ia mengatakan, dana untuk rumah rusak sebanyak 38.805 sesuai SK Wali kota dengan nilai Rp. 789 miliar di Bank Sulteng sudah ada dananya.

Dari jumlah rumah rusak tadi kata dia, khusus rusak ringan dan rusak sedang tidak lagi menggunakan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Itu berdasarkan hasil konsultasi Walikota dan kepala Bappeda Kota Palu bersama Kemendagri sekitar tiga pekan lalu di Jakarta.

“Hasil kesepakatannya RAB sudah ditiadakan. diganti hasil assessment,” ungkapnya.

Menurut Hidayat, penyusunan RAB membuat proses penyaluran dana stimulan terhambat. engan ditiadakannya RAB, penyalurannya semakin cepat, walaupun tetap ada tahapan-tahapan yang dilakukan.

“Dengan ditiadakannya RAB, kami berharap proses penyalurannya bisa lebih dipercepat. Namun demikian, tetap memperhatikan tahapan tahapan lainnya,” tuturnya.

Ia mengatakan, penyaluran dana tersebut jangan sampai lewat bulan Juni 2020, karena Pemerintah Pusat memberikan batas waktu hanya sampai bulan Juli 2020.

Konsekwensi jika terjadi keterlambatan penyaluran dana stimulant maka akan berakibat pemerintah Kota Palu akan menanggung biaya operasionalnya sendiri.

“Saya ingin percepatan. Tidak boleh terlambat, apalagi dana ini telah lama dinantikan oleh masyarakat calon penerima,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu, Muhammad Issa Sanusi menjelaskan, persentase pencairan dana stimulan saat ini sudah mencapai 22 persen dari total anggaran Rp. 789 miliar.

“Total terakhir pencairan untuk kurang lebih 11.400 KK sudah selesai,” lapornya kepada Wali Kota Palu.

Menurutnya, penyaluran dana stimulan ini tidak lama, namun tetap ada proses yang dilakukan sesuai mekanisme akutansi.

Sistemnya satu warga satu SP2D dalam keuaangan. Setelah SP2D keluar dari keuangan akutansi, dia akan distribusikan ke Bank Sulteng. Setelah itu disalurkan ke masyarakat melalui BPD disaksikan Lurah dan BPBD.

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Tiga Wilayah Zona Hijau Corona Sulteng Bisa Terapkan New Normal

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus corona menyebut tiga wilayah di Sulawesi Tengah masuk zona hijau.

New Normal Kota Palu, Pemberlakuan Pembatasan Perjalanan

Menuju new normal, Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) memberlakuan pembatasan perjalanan orang.

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Mamuju Sulawesi Barat

Gempa bumi bermagnitudo 3,2 mengguncang Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar).

Sulawesi Tengah, 52 Sembuh dan Nihil Penambahan Positif Corona

Update terkini Pusdatina 30 Mei 2020, Sulawesi Tengah 52 sembuh dan nihil penambahan terkonfirmasi positif virus corona.

Pasien Positif Virus Corona Sulbar Kabur dari Rumah Sakit

Sebanyak Tiga pasien positif virus corona yang sementara menjalani karantina di RSUD Regional Sulbar berhasil kabur.

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;