Info Update Corona Sulteng, Bertambah Satu Pasien Sembuh

<p>Data Pusdatina Sulteng, 2 Juli 2020.</p>
Data Pusdatina Sulteng, 2 Juli 2020.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesiInfo update corona Sulawesi Tengah Sulteng 2 Juli 2020, bertambah satu pasien sembuh virus corona.

Data gugus tugas penanganan virus corona, tambahan satu pasien sembuh virus corona berasal dari Kabupaten Donggala Sulteng.

Info update corona Sulteng, dengan bertambahnya satu orang sembuh corona di Donggala, totalnya sudah dua orang sembuh. Maka, tersisa satu lagi pasien positif virus corona.

Sulteng hari ini, sudah 187 total kasus positif virus corona. Pasien sembuh jumlahnya 158 orang dan lima meninggal dunia. Sehingga, tersisa 24 orang sedang menjalani perawatan.

Update hingga detik ini, sudah 12 kabupaten di Sulteng miliki riwayat terkonfirmasi positif virus corona.

Secara rinci 12 kabupaten terkonfirmasi positif virus corona sebagai berikut, 43 kasus dari Kota Palu (37 sembuh, 3 meninggal), lima dari Kabupaten Sigi (5 sembuh), 14 dari Poso (14 sembuh).

Selanjutnya, 18 pasien positif virus corona dari Tolitoli (12 sembuh), 15 dari Banggai (6 sembuh), 13 dari Morowali (12 sembuh) dan 14 dari Morowali Utara (13 sembuh).

Kemudian, kasus terkonfirmasi positif corona terbanyak dari Kabupaten Buol dengan 57 kasus (sembuh 55).

Dan paling sedikit adalah satu kasus positif virus corona dari Banggai Kepulauan (satu sembuh), satu dari Banggai Laut, dua dari Kabupaten Parigi Moutong (satu sembuh) dan tiga dari Kabupaten Donggala (dua sembuh).

Berikutnya, keterangan perawatan pasien positif corona yaitu satu di Kabupaten Morowali (1 isolasi mandiri), 6 Kabupaten Tolitoli (3 RSU Mokopido, 3 isolasi mandiri) dan 5 di Kota Palu (2 RSU Anutapura, 3 RSUD Undata).

Selanjutnya, 9 positif virus corona di Kabupaten Banggai (9 RSUD Banggai), 2 Kabupaten Buol (1 Rusunawa, 1 RSUD Pratama).

Kemudian, satu positif virus corona di Banggai Laut (isolasi mandiri), satu di Kabupaten Parimo (1 RSUD Anuntaloko), satu di Kabupaten Poso (RSUD Poso) dan satu di Kabupaten Donggala (1 RSUD Pratama Tambu).

Sementara itu, spesimen yang telah diperiksa per hari ini berjumlah 23.519 sehingga total spesimen yang diperiksa 89.155. Hasilnya pasien konfirmasi positif corona bertambah 1.624 total 59.394 orang.

Distribusi kasus positif corona antara lain di Jawa Timur 374 kasus baru 192 sembuh, DKI Jakarta 190 kasus baru 191 sembuh, Sulawesi Selatan 165 kasus baru 50 sembuh, Jawa Tengah 153 kasus baru 98 sembuh, dan Kalimantan Selatan 114 kasus 51 sembuh.

“Total pasien sembuh corona berjumlah 1.072, sehingga total pasien sembuh 26.667. Gambaran ini menunjukkan bahwa kasus sembuh akan terus bertambah dari waktu ke waktu,” kata Jubir Pemerintah untuk COVID-19 dr. Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis 2 Juli 2020.

Ia mengatakan, ada 18 provinsi dengan penambahan kasus positif corona di bawah 10 orang, bahkan ada 6 provinsi tanpa ada penambahan kasus baru antara lain Aceh, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Sulawesi Tenggara.

Jumlah kasus positif corona terkonfirmasi ini, lanjut Yuri, setelah dianalisis berdasarkan tingkat hunian rumah sakit menunjukkan bahwa tidak ada penambahan jumlah hunian rumah sakit yang signifikan.

“Kita masih mempertahankan tingkat hunian rata-rata nasional di kisaran 55,5%. Artinya baru separuh kapasitas yang digunakan,” tuturnya.

Selain itu, jumlah pasien corona meninggal per hari ini bertambah 53, total pasien meninggal 2.987. sudah 452 kabupaten/kota terdampak di seluruh provinsi. Tim gugus tugas juga telah mencatat jumlah orang dalam pemantauan 40.778 dan pasien dalam pengawasan 13.359.

Ia menekankan, protokol kesehatan harus menjadi perhatian bersama. Menjaga jarak fisik dengan orang lain minimal 2 meter, memakai masker, dan rajin mencuci tangan pakai sabun harus dilakukan secara disiplin agar terhindar dari penularan virus corona.

“Perlu beradaptasi kebiasaan baru yang menjamin kita aman dari penularan corona, di antaranya jaga jarak fisik, memakai masker untuk melindungi diri dari kemungkinan terpapar secara langsung droplet dari orang positif, dan rajin mencuci tangan,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Kabur Lagi, Dua Pasien Positif Covid-19 Kota Palu

Kembali terjadi untuk kedua kalinya, pasien kabur dari fasilitas penanganan orang terkonfirmasi covid-19 di Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng).

Usai Temui DPRD, Warga Adukan Masalah Desa Pelawa Baru ke Wabup Parimo

Usai menemui sejumlah Anleg DPRD, warga Desa Pelawa Baru mengadu ke Wabup Parimo Sulawesi Tengah (Sulteng).

Perdana, Bumdes Kelola Penyediaan Air Minum Parimo

Perdana, kerjasama pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM antara DPUPRP dan Bumdes Lobu Mandiri Parimo Sulawesi Tengah.

Info Terbaru Corona Sulteng, Bertambah Tiga Pasien Sembuh

Info terbaru corona Sulteng 30 Juni 2020, bertambah tiga pasien sembuh virus corona.

Ribuan Butir Ekstasi dan Uang Ratusan Juta Rupiah Diamankan Polres Palu

Polres Palu amankan ribuan butir ekstasi dan uang ratusan juta Rupiah dari penangkapan pengedar barang haram di Kota Palu.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;