DPRD Minta Pemda Segera Ajukan KUA PPAS RAPBD 2022

<p>Foto: Sayutin Budianto Tongani, Ketua DPRD Parigi Moutong.</p>
Foto: Sayutin Budianto Tongani, Ketua DPRD Parigi Moutong.

Berita, parigi moutong, gemasulawesi- DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, meminta Pemda untuk segera mengajukan KUA PPAS RAPBD 2022, untuk dibahas bersama.

“Ini sudah diminggu kedua Juli 2021, seharusnya Pemda sudah memasukannya agar dibahas bersama,” ungkap Sayutin Budianto, Ketua DPRD Parigi Moutong dihubungi, Minggu 11 Juli 2021.

Pihaknya khawatir belum diajukannya KUA PPAS RAPBD 2022 ke DPRD, akan mengakibatkan pada keterlambatan proses pembahasan dan pengesahan APBD.

Kemudian, jika keterlambatan pengesahan APBD 2022 terjadi, dipastikan akan berdampak pada rendahnya penyerapan dan capaian realisasi anggaran.

Selain itu, dalam pembahasan KUA PPAS RAPBD 2022 nanti, akan dilakukan sejumlah penyesuaian terkait kondisi keuangan daerah.

Sebab, situasi pandemi dialami Indonesia dua tahun belakangan ini, berpengaruh terhadap keuangan masing-masing daerah.

DPRD Minta Pemda Segera Ajukan KUA PPAS RAPBD 2022
Foto: Illustrasi APBD

PPPK telan APBD Parigi Moutong cukup besar

Selain itu, telah dibukanya seleksi pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) BKPSDM, diperkirakan menelan anggaran cukup besar.

Baca juga: Anggaran PPPK Parigi Moutong Sedot Rp87 Miliar

Hal itu, perlu untuk dibahas. Sebab peluang terisinya ribuan formasi tenaga guru dan kesehatan sangat besar.

Pihaknya menilai, jika formasi kuota PPPK dibuka seluruhnya, akan dilakukan penghematan anggaran kedepan.

Baca juga: Pendaftaran Mahasiswa Baru Poltekkes Tinombo Parigi Moutong Dibuka

Sehingga, perlu dilakukan pengkajian lebih awal, untuk menentukan sektor apa saja akan diprioritaskan atau ditunda pada proses penganggaran tahun depan.

“Soal pembiayaan PPPK ini saya tidak bisa komentari dulu, karena harus melihat postur Rancangan APBD 2022,” tambahnya.

Ketua DPRD juga menyampaikan akan pihaknya juga akan mengundang pihak BKPSDM, Bappelitbangda dan BPKAD untuk mengkaji bersama terkait seleksi pendaftaran PPPK tengah berjalan saat ini.

Baca juga: Covid Sulteng 11 Juli 2021: Bertambah 184 Kasus Baru

“Tapi sebelumnya saya akan melakukan rapat bersama komisi terkait untuk mengkaji juga persoalan pembiayaan PPPK ini. Sebab, saya juga menginginkan PPPK ini sukses, karena dapat mensejahterakan tenaga guru honorer,” tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris daerah Parigi Moutong, Zulfinasran Ahmad mengatakan, pihaknya memperkirakan pembiayaan gaji dan tunjangan PPPK diperkirakan sekitar Rp 87 Miliar. Kedepan, pemerintah daerah akan melakukan melakukan penghematan di seluruh sektor pembiayaan.

Baca juga: Cuaca 12 Juli 2021: Wilayah Potensi Ekstrem Termasuk Sulawesi Tengah

Laporan: Novita Ramadhani

...

Artikel Terkait

wave

Banjir Sienjo-Sibalagu Parigi Moutong, 104 Kepala Keluarga Terisolir

Akibat terjangan banjir Sienjo-Sibalagu Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ratusan kepala keluarga terisolir, akibat intensitas hujan tinggi

Pendaftaran Mahasiswa Baru Poltekkes Tinombo Parigi Moutong Dibuka

Pemerintah daerah membuka pendaftaran calon mahasiswa baru Politeknik Kesehatan atau Poltekkes Tinombo Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Covid Sulteng 11 Juli 2021: Bertambah 184 Kasus Baru

Update Pusdatina, data covid Sulteng 11 Juli 2021 mencatat adanya tambahan 184 kasus baru, secara keseluruhan tembus 14988 kasus.

Gubernur Sulawesi Tengah Ikuti Doa Kebangsaan Virtual

Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, mengikuti doa kebangsaan dan kemanusiaan virtual, bersama Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden

Cuaca 12 Juli 2021: Wilayah Potensi Ekstrem Termasuk Sulawesi Tengah

Peringatan dini cuaca 12 Juli 2021, potensi cuaca ekstrem di 25 wilayah, termasuk Sulawesi Tengah, daerah berpotensi alami hujan lebat

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;