Parimo Siapkan 46 Juru Imunisasi Suntik Vaksin Covid 19

<p>Foto: Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes Parimo, Wulandari Marasobu.</p>
Foto: Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes Parimo, Wulandari Marasobu.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dinkes Kabupaten Parimo Provinsi Sulteng siapkan 46 juru imunisasi suntik vaksin covid 19.

“Puluhan juru imunisasi suntik vaksin covid 19 itu berasal dari 23 Puskesmas yang ada di Parimo,” ungkap Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes Parimo, Wulandari Marasobu, Kamis 7 Januari 2021.

Ia mengatakan, tenaga juru imunisasi yang disiapkan ini sudah terlatih dalam proses penyuntikan vaksin covid 19.

Juru tenaga imunisasi dipersiapkan sejak dini, mengingat vaksin covid 19 segera akan dijemput dalam beberapa hari.

Baca juga: Indonesia Tetapkan Bencana Nasional Virus Corona

“Rencananya pekan depan penjemputan vaksin Covid 19 di laboratorium kesehatan Palu,” tuturnya.

Setelah vaksin covid 19 dijemput, maka pada 13 Januari 2021 dilanjutkan dengan launching penerima gelombang pertama vaksin.

“Lebih dulu akan divaksin yakni petinggi pemerintah, TNI atau Polri. Kemudian pada tanggal 14 hingga dua minggu ke depan adalah tenaga medis yang ada di wilayah ini,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah vaksin yang diberikan.

Ia menambahkan, untuk tenaga medis disasar ada sebanyak 2000 orang, namun yang hanya diambil berusia 18 sampai 59 tahun.

Apabila ada yang diluar dari ketentuan, maka tidak akan dimasukkan dalam proses vaksinasi.

Sementara itu, terkait pejabat yang akan divaksin, pihaknya masih menunggu kapan dilakukan rapat terkait siapa-siapa saja pejabat karena melihat usia yang telah ditetapkan.

“Persyaratan pemberian vaksin covid 19 tidak hanya usia. Namun, juga yang memiliki riwayat penyakit tertentu, sudah dinyatakan positif dan beberapa kriteria lainnya,” tuturnya.

Baca juga: Prof Sri: Vaksinasi Standar Kesejahteraan Sebuah Negara

Pemerintah Masih Menunggu Izin Penggunaan Vaksin Covid 19 dari BPOM

Sementara itu, Juru Bicara Vaksin Covid 19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmidzi mengatakan. Hingga saat ini Indonesia masih menunggu izin penggunaan darurat vaksin Covid 19 dari BPOM.

Jika izin itu sudah keluar, vaksinasi dapat segera dilaksanakan secara bertahap di 34 provinsi.

“Secara total, kita membutuhkan waktu 15 bulan, mulai Januari 2021 hingga Maret 2022, untuk menuntaskan program vaksinasi Covid 19 di 34 provinsi dan mencapai total populasi sebesar 181,5 juta orang,” jelasnya.

Pelaksanaan vaksinasi selama 15 bulan akan berlangsung dalam 2 periode, yakni Periode 1 berlangsung dari Januari hingga April 2021 dengan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi.

Periode kedua berlangsung selama 11 bulan, yaitu dari April 2021 hingga Maret 2022 untuk menjangkau jumlah masyarakat hingga 181,5 juta orang.

Baca juga: Ketua DPRD Sayutin Siap Ikut Suntik Vaksin Covid 19 di Parimo

“Hal ini sekaligus mengklarifikasi pemberitaan yang muncul sebelumnya bahwa dibutuhkan waktu 3,5 tahun untuk merampungkan vaksinasi di Indonesia,” tuturnya.

Ia menjelaskan yang dimaksud 3,5 tahun itu adalah proyeksi penyelesaian vaksinasi untuk seluruh dunia, bukan untuk Indonesia.

Sebelum dan saat proses vaksinasi berlangsung, pemerintah tetap mendorong seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Vaksin bersama, penerapan disiplin 3M (Memakai Masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan) dan penguatan 3T (Tracing, Testing, Treatment) merupakan upaya lengkap dalam menekan penyebaran Covid 19 secara efektif.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi tenaga kesehatan dan petugas publik dan memprioritaskan mereka untuk menjadi kelompok pertama bersama pemerintah yang akan menerima vaksinasi,” tutur dr Nadia.

Vaksin sangat penting bukan hanya untuk melindungi tenaga kesehatan dan pelayan publik sebagai individu, namun juga melindungi keluarga mereka, keluarga pasien, serta masyarakat secara luas.

“Kita sangat berharap dengan adanya vaksin, maka tenaga kesehatan, khususnya, dapat segera pulang dan bertemu dengan keluarga mereka,” tambahnya.

Karena pentingnya proses vaksinasi, maka pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk menghadirkan vaksin yang aman dan efektif sesuai saran dari ITAGI, WHO, dan para ahli, untuk seluruh masyarakat Indonesia secara cuma-cuma.

Baca juga: Sejarah Vaksinasi Massal di Indonesia

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Polisi Siap Kerahkan Puluhan Personil Kawal Penjemputan Vaksin Covid 19

Polres Parimo menyebut mengerahkan puluhan personil untuk melakulan pengawalan saat penjemputan vaksin covid 19 di Kota Palu Sulawesi Tengah.

Covid Sulteng 7 Januari 2021, Kota Palu dan Parimo Sumbang Kasus Terbanyak

Update Covid 19 Sulteng 7 Januari 2021, bertambah 157 kasus baru. Kota Palu dan Parimo sumbang kasus terbanyak.

Data Terbaru Covid 19 Sulteng, Pasien Sembuh Bertambah 20 Orang

Satgas covid 19 Sulteng menyebut, data terbaru terdapat tambahan 20 pasien sembuh dari virus corona periode 7 Januari 2021.

74 Orang Positif Covid 19 Hasil Swab Massal Parimo

Sebanyak 74 orang terkonfirmasi positif covid 19 hasil dari Swab Massal di Kabupaten Parimo, Sulteng beberapa waktu lalu.

Pekan Depan, Launching Vaksin Covid 19 di Parimo

Satgas Covid 19 Parimo Provinsi Sulteng rencanakan luncur vaksin pada 13 Januari 2021, Ini adalah vaksinasi covid 19 tahap awal.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;