Dituduh Mencuri Uang dan Rokok, Seorang Remaja 15 Tahun Disiksa Warga di Mandailing Natal Sumatera Utara, Keluarga Tuntut Keadilan

Seorang remaja berusia 15 tahun diduga mencuri uang dan rokok hingga disiksa oleh warga di Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Seorang remaja berusia 15 tahun diduga mencuri uang dan rokok hingga disiksa oleh warga di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Source: Foto/ilustrasi/Pixabay

Mandailing Natal, gemasulawesi - Di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), seorang remaja berusia 15 tahun mengalami penyiksaan brutal oleh sejumlah warga.

Remaja di Mandailing Natal itu dituduh telah mencuri uang dan rokok. 

Insiden di Mandailing Natal ini menambah deretan kasus main hakim sendiri yang memprihatinkan di Indonesia, dimana warga bertindak di luar batas hukum dalam menegakkan keadilan.

Remaja malang tersebut, yang identitasnya disamarkan demi keamanan, menderita luka-luka serius akibat tindakan kekerasan yang dilakukan terhadapnya. 

Baca Juga:
Estimasi Selesai Desember 2024, Pemkab Kepulauan Seribu Akan Bangun Tanggul Pemecah Ombak di 3 Lokasi

Selain mendapatkan pukulan di bagian wajah, jempol kakinya juga ditindih dengan kursi yang diduduki warga. 

Dengan tangan terikat ke belakang, remaja itu dipaksa mengakui perbuatannya meski tidak ada bukti yang jelas mendukung tuduhan tersebut.

Peristiwa ini terjadi di tengah kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai tindakan vigilante atau main hakim sendiri di masyarakat. 

Banyak warga yang merasa frustasi dengan lambannya proses hukum atau kurangnya penegakan hukum yang efektif, sehingga mengambil langkah ekstrem dengan cara mereka sendiri. 

Baca Juga:
Pilkada Serentak, Bawaslu Gorontalo Dorong Seluruh Pengawas Pemilu Jaga Stamina dalam Mengawasi Pencocokan dan Penelitian

Namun, tindakan seperti ini jelas melanggar hukum dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Pihak keluarga remaja tersebut segera melaporkan insiden ini ke Mapolres Madina. 

Mereka berharap pihak kepolisian dapat memberikan keadilan bagi anak mereka dan menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam penyiksaan ini. 

"Kami menginginkan keadilan. Tidak seharusnya anak kami diperlakukan seperti ini hanya karena tuduhan yang belum terbukti," ujar salah satu anggota keluarga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Baca Juga:
Kembali Melakukan, Pasukan Penjajah Israel Dikabarkan Menghancurkan 2 Rumah Milik Warga Palestina di Jericho Tepi Barat

Kasus penyiksaan remaja ini menyoroti pentingnya penegakan hukum yang adil dan efektif di masyarakat. 

Tindakan main hakim sendiri tidak hanya berisiko mencederai individu yang mungkin tidak bersalah, tetapi juga merusak tatanan hukum dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan.

Pihak keluarga remaja tersebut terus berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi anak mereka, dan mereka mendesak pihak berwenang untuk bertindak cepat dalam menyelesaikan kasus ini. 

Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan dan bahwa masyarakat dapat lebih bijaksana dalam menanggapi dugaan tindak kejahatan.

Baca Juga:
Terdampak Banjir Bandang, BPBD Terus Lakukan Proses Evakuasi di Desa Sibalago Parigi Moutong

Kasus ini pun dengan cepat beredar luas di media sosial dan menimbulkan beragam komentar dari netizen.

Banyak netizen yang mengutuk keras tindakan penyiksaan tersebut, menyatakan bahwa main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam masyarakat yang beradab. 

Beberapa netizen mengekspresikan keprihatinan atas perlindungan anak-anak dari kekerasan fisik yang tidak manusiawi, sementara yang lain menyerukan agar pihak berwenang menindak tegas para pelaku penyiksaan.

Salah satu netizen menulis, "Perlindungan terhadap hak asasi manusia harus menjadi prioritas utama, terutama dalam kasus seperti ini." (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Bikin Emosi! Lewat di Jalur Pesepeda, Driver Ojol Ini Malah Ngamuk ke Bocah yang Bersepeda di Kawasan Senayan Jakarta Selatan

Diduga tak senang jalurnya dihalangi di jalur khusus sepeda, seorang driver ojol emosi dan terlibat perkelahian dengan bocah pesepeda.

Heboh Bocah 9 Tahun di Bekasi Ditemukan Tewas Terbungkus Karung, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku dan Temukan Dugaan Praktik Perdukunan

Polisi segera bergerak cepat untuk menangkap pelaku pembunuhan seorang bocah berusia 9 tahun ditemukan tewas terbungkus karung di Bekasi.

Nyesek! 2 Bocah Ini Menangis di Tepi Waduk Kedung Bendo Ngawi Melihat Ayahnya Tenggelam Saat Berenang Mengambil Air Minum

Viral momen mengharukan dimana 2 anak menangis karena ayahnya tenggelam di Waduk Kedung Bendo Jogja hingga meninggal dunia.

Viral di Media Sosial, Bocah Tabrakkan Mobil Chery Omoda E5 di Mall of Indonesia Hingga Bagian Depannya Penyok

Kejadian tak mengenakkan di Mall of Indonesia, dimana seorang bocah menabrakkan mobil Chery Omodo E5 usai tak sengaja menginjak gas rem.

VIRAL! Momen Pertunangan Bocah 4 Tahun di Madura Gegerkan Jagat Maya, BKKBN Jatim dan Pemda Sampang Lakukan Kunjungan

BKKBN Jatim dan Pemda Sampang gerak cepat lakukan kunjungan usai momen pertunangan bocah 4 tahun di Madura viral.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;