Menyusul Insiden Penangkapan Puluhan Orang saat Unjuk Rasa, Rektor UIN Alauddin Makassar Tanggapi Tidak Ada Pembatasan Mahasiswa Sampaikan Aspirasi

Ket. Foto: Rektor UIN Alauddin Makassar Menanggapi Tidak Ada Pembatasan Mahasiswa Menyampaikan Aspirasi
Ket. Foto: Rektor UIN Alauddin Makassar Menanggapi Tidak Ada Pembatasan Mahasiswa Menyampaikan Aspirasi Source: (Foto/ANTARA/HO-UIN Alaudin)

Makassar, gemasulawesi – Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, menanggapi tidak ada pembatasan mahasiswa menyampaikan aspirasi, menyusul insiden penangkapan puluhan mahasiswa ketika unjuk rasa menolak surat edaran rektor di Jalan Sultan Alauddin depan kampus setempat.

Prof Hamdan Juhannis melalui keterangan videonya di Makassar pada hari Selasa, tanggal 6 Agustus 2024 mengatakan jadi dia menegaskan bahwa itu bukan untuk melaran mereka menyampaikan aspirasi atau melarang mereka untuk melakukan unjuk rasa.

Prof Hamdan Juhannis melanjutkan namun itu lebih sebagai pengaturan cara mereka menyampaikan aspirasi.

Baca Juga:
Pesona Alam yang Memukau, Pemerintah Kabupaten Bulukumba Melalui Disparpora Mengembangkan Destinasi Baru di Borong Rappoa

Dia juga merespon kelakuan mahasiswa yang berunjuk rasa menolak surat edaran nomor 2591 tahun 2024 tentang Ketentuan Penyampaian Aspirasi dengan menutup penuh akses jalan dan tidak ada maksud membatasi kebebasan mahasiswa menyampaikan pendapat di muka umum.

“Karena masalahnya saat mahasiswa keluar meninggalkan kampus untuk berdemo sering tidak meminta izin, padahal sebagai pimpinan universitas bertanggung jawab penuh terhadap apa yang dilakukan di luar kampus,” katanya.

Dia mengatakan makanya pihaknya wajib tahu apa yang mereka aspirasikan dan dimana mereka melakukannya, seperti apa wujud aspirasi mereka.

Baca Juga:
Dalam Rangka Penandatanganan MoU, Gubernur Sulteng Menerima Audiensi Rektor Universitas Tadulako Beserta Rombongan

“Jadi, surat edaran ini, kami sebenarnya mengajak mereka melakukan diskusi, mengkaji bersama sebelum mereka menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Dikutip dari Antara, dia menuturkan sebenarnya surat edaran ini adalah ingin mengembalikan aktivisme kampus pada jalur yang benar.

Dia mengungkapkan apalagi diabersama bidang kemahasiswaan dan lainnya setiap saat menerima keluhan dari masyarakat terhadap penyampaian aspirasi anak-anak dinilai mengganggu ketentraman dari masyarakat.

Baca Juga:
Masih Ada 6 Tahun Lagi, Wakil Gubernur Mengajak Para Pihak untuk Bersinergi Bersama Mencapai SDGs di Provinsi Sulawesi Utara

Prof Hamdan Juhannis mencontohkan, misalnya menahan kendaraan masyarakat, menutup jalanm membakar ban dan bahkan demonstrasi berujung anarkis.

Alasannya, kemarin saat demonstrasi memprotes surat edaran, tetapi dilakukan di area hotel yang saat itu berlangsung acara resepsi pernikahan.

Belakangan, pengantinnya keluar marah-marah dan alasannya adalah para tamu undangan tidak dapat masuk menghadiri resepsi pernikahannya dikarenakan terhalang oleh aksi mahasiswa itu dengan menutup jalan. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave
Juga Bersikap Humanis, Kapolda Meminta Seluruh Personel Polisi di Sulawesi Barat agar Tidak Arogan kepada Masyarakat

Seluruh personel Polri di Sulawesi Barat diminta oleh Kapolda Sulawesi Barat agar tidak arogan kepada masyarakat.

Untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, Basarnas Palu Gelar Latihan Gabungan Pencarian dan Pertolongan Bersama dengan Stakeholder

Latihan gabungan pencarian dan pertolongan bersama dengan stakeholder diadakan oleh Basarnas Palu, Sulawesi Tengah.

Innalillahi! Remaja 16 Tahun di Boyolali Tewas Usai Dikeroyok 4 Anggota Perguruan Silat, Dipicu oleh Masalah Sepele Ini

Remaja inisial AHD (16) dikeroyok empat pesilat di Boyolali, Jawa Tengah hingga meninggal dunia. Begini kronologinya.

Viral di Media Sosial! Kontes Kecantikan Diduga Transgender Digelar di Jakarta Pusat, Polisi Turun Tangan

Kontes kecantikan diduga transgender digelar di salah satu hotel kawasan Jakarta Pusat dan menuai kecaman hingga viral di media sosial.

Kepergok Warga! Heboh Pencurian Spion Mobil di Jakarta Timur, Satu Pelaku Tewas dalam Kecelakaan Saat Melarikan Diri, Begini Kronologinya

Satu dari dua orang diduga pelaku pencurian spion mobil tewas usai menabrak tiang saat berusaha kabur dengan sepeda motornya.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;