Innalillahi! Remaja 16 Tahun di Boyolali Tewas Usai Dikeroyok 4 Anggota Perguruan Silat, Dipicu oleh Masalah Sepele Ini

Remaja di Boyolali berinisial AHD (16) tewas dikeroyok empat anggota silat yang tidak terima lagu perguruan mereka dijadikan backsound.
Remaja di Boyolali berinisial AHD (16) tewas dikeroyok empat anggota silat yang tidak terima lagu perguruan mereka dijadikan backsound. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @boyolalikita

Boyolali, gemasulawesi - Seorang remaja berusia 16 tahun, AHD, dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, meninggal dunia dengan cukup tragis.

Remaja asal Boyolali tersebut meninggal setelah mengalami pengeroyokan oleh empat anggota perguruan silat.

Peristiwa tragis ini berawal dari sebuah unggahan di aplikasi percakapan yang memicu kemarahan para pelaku kepada remaja di Boyolali itu.

Menurut Kapolres Boyolali, AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta, pengeroyokan tersebut dipicu oleh tindakan AHD yang memposting video dengan menggunakan musik latar dari perguruan silat yang dimiliki oleh para tersangka. 

Baca Juga:
Viral di Media Sosial! Kontes Kecantikan Diduga Transgender Digelar di Jakarta Pusat, Polisi Turun Tangan

Video tersebut, yang diunggah di aplikasi percakapan, diduga menyinggung atau dianggap tidak pantas oleh anggota perguruan silat tersebut.

"Para tersangka tidak menyukai penggunaan musik latar dari perguruan mereka dalam video yang diunggah oleh korban. Mereka merasa tersinggung dan kemudian meminta korban untuk membuat surat pernyataan permintaan maaf serta wajib mengikuti latihan perguruan silat mereka," jelas Yoga, dikutip pada Selasa, 6 Agustus 2024.

Kapolres Boyolali mengungkap jika AHD ditemukan tewas di rumahnya yang terletak di Kecamatan Ngemplak, Boyolali. 

Hasil autopsi mengungkapkan bahwa korban mengalami luka berat di berbagai bagian tubuh. 

Baca Juga:
Fakta Baru Kasus Kematian Wanita Asal Medan Usai Sedot Lemak di Depok, Ini Alasan Polisi Belum Menetapkan Tersangka

Organ-organ dalam korban seperti jantung, hati, paru-paru, dan tulang dada menunjukkan kerusakan serius akibat kekerasan yang diterima. 

"Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban mengalami luka parah yang melibatkan organ dalam dan tulang dada, yang menyebabkan kematian akibat kekerasan," kata Kapolres.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi pun mentepkan empat orang sebagai tersangka.

Dari empat orang yang terlibat dalam pengeroyokan ini, dua di antaranya adalah remaja di bawah umur, yaitu LAR (16) dan RP (17). 

Baca Juga:
Kepergok Warga! Heboh Pencurian Spion Mobil di Jakarta Timur, Satu Pelaku Tewas dalam Kecelakaan Saat Melarikan Diri, Begini Kronologinya

Sedangkan dua tersangka lainnya sudah dewasa, yakni Tegar Yusuf Bahtiar (19) dan Rizal Saputra (19). 

Untuk melindungi privasi dan hukum yang berlaku, wajah dua remaja di bawah umur tersebut ditutup dalam penampilan mereka di depan publik.

Peristiwa ini memicu kecaman luas dari masyarakat setempat maupun secara nasional. 

Banyak yang menilai tindakan para pelaku sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat diterima, serta menunjukkan adanya kekurangan dalam pengawasan dan penegakan hukum terhadap tindakan kekerasan di kalangan organisasi-organisasi semacam perguruan silat.

Baca Juga:
Buntut Penganiayaan Balita oleh Pemilik Daycare! 98 Tempat Penitipan Anak di Depok Ternyata Tak Punya Izin, Kemenkumham Temukan Hal Ini

Pihak kepolisian segera mengambil tindakan hukum terhadap para tersangka. 

Proses penyidikan dilakukan untuk memastikan keadilan bagi korban dan memastikan bahwa pelaku mendapatkan hukuman yang sesuai dengan tindakannya. (*/Shofia)

 

...

Artikel Terkait

wave
Lakukan Upaya Pengamanan, Anggota Polisi di Jember Ini Malah Jadi Korban Pengeroyokan Anggota Perguruan Silat PSHT hingga Babak Belur

Anggota Polsek Kaliwates dikeroyok pesilat PSHT di Jember hingga mengalami luka cukup parah, begini kronologi lengkapnya.

Viral! Pria di Jakarta Barat Jadi Korban Pengeroyokan oleh Sekelompok Orang Tak Dikenal hingga Terluka Cukup Parah, Begini Kronologinya

Aksi pengeroyokan terhadap seorang pria di Jakarta Barat hingga korban mengalami luka cukup parah viral di media sosial.

Imbas Pengeroyokan Polisi oleh Puluhan Pesilat di Kaliwates hingga Terluka Parah, Polda Jatim Bekukan Kegiatan PSHT Jember

Kepolisian Polda Jawa Timur (Polda Jatim) membekukan sementara seluruh kegiatan PSHT di Kabupaten Jember.

Tindak Lanjut Kasus Pengeroyokan Polisi Hingga Alami Luka Parah di Jember, Polda Jatim Tetapkan 13 Pesilat PSHT sebagai Tersangka

13 anggota PSHT ditangkap oleh Polda Jatim karena menganiaya anggota Polri di Jember saat konvoi di jalan raya.

Teka-teki Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Pati yang Belum Juga Terkuak, Ternyata Ada Kendala Besar Ini yang Dihadapi Polisi

Menguak misteri kasus pengeroyokan bos rental mobil di Pati hingga meninggal dunia, polisi beberkan sejumlah kendala yang dialami.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;