Viral! Pria di Jakarta Barat Jadi Korban Pengeroyokan oleh Sekelompok Orang Tak Dikenal hingga Terluka Cukup Parah, Begini Kronologinya

Pengeroyokan terhadap seorang pria di Angke Jakarta Barat menjadi viral setelah video kejadian tersebar di media sosial.
Pengeroyokan terhadap seorang pria di Angke Jakarta Barat menjadi viral setelah video kejadian tersebar di media sosial. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @memomedsos_official

Jakarta Barat, gemasulawesi - Insiden pengeroyokan brutal yang menimpa Rifal (23) di Jalan Tubagus Angke, Angke, Tambora, Jakarta Barat sekitar pukul 01.30 WIB, telah menarik perhatian luas setelah video rekaman kejadian tersebut viral di media sosial. 

Aksi pengeroyokan brutal ini bukan hanya menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, tetapi juga memicu berbagai reaksi dari publik dan pihak berwenang.

Menurut keterangan pacar korban, Niken, insiden pengeroyokan berawal ketika mereka mengendarai sepeda motor bersama. 

Di tengah perjalanan, mereka tiba-tiba diteriaki oleh dua orang tak dikenal dari arah belakang tanpa alasan yang jelas. 

Baca Juga:
Ngaku Sebagai Anggota BIN! Pria Mabuk Ini Mendadak Ngamuk dan Bikin Keributan dengan Pengendara Lain di Kebayoran Jakarta Selatan

Niken menjelaskan, “Tanpa sebab, kami diteriaki ‘woy’. Saya pikir dia bercanda sama temannya. Saya tetap jalan seperti biasa.” 

Situasi ini awalnya dianggap sebagai tindakan iseng atau lelucon, namun segera berubah menjadi kekerasan.

Setelah diteriaki, pelaku menghentikan kendaraan mereka secara paksa di tengah jalan. 

Niken menjelaskan bahwa pelaku, yang berjumlah empat orang, langsung menyerang Rifal tanpa ampun. 

Baca Juga:
Sempat Melarikan Diri! Pelaku Begal Motor yang Bawa Senjata Tajam Ditembak Mati Polisi di Serpong Tangerang Selatan, Begini Kronologinya

“Yang mukulin itu tuh semua temannya ikutan. Ada empat orang. Abis mukulin langsung kabur,” kata Niken. 

Rifal mengalami luka serius akibat serangan tersebut, termasuk luka di pelipis mata, hidung atas, serta lecet di bagian lutut kaki kiri dan keselo di pergelangan tangan kanan.

Tak lama setelah serangan pertama, pelaku dan teman-temannya kembali datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam, memperburuk situasi yang sudah kacau. 

Warga dan pengguna jalan yang melihat keributan tersebut segera melerai dan mencoba mengatasi keadaan. Meskipun upaya melerai dilakukan, pelaku berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.

Baca Juga:
Krisis Pendidikan! Banyak Siswa SMP di Indonesia yang Ternyata Belum Bisa Membaca, Guru Ini Ungkap Fakta Mengejutkan

Rekaman video yang diambil oleh saksi mata selama pengeroyokan langsung tersebar di media sosial, memicu reaksi publik yang beragam. 

Banyak netizen mengecam tindakan kekerasan tersebut dan mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku. 

"Pasal 170 tentang tindak pidana pengeroyokan dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun. Cairkan saja gaes, minimal per pelaku mainkan 25 juta, bisa buat makan bakso setahun wkwkwkwk," komentar akun @ale***.

Video tersebut menunjukkan kekerasan yang dilakukan pelaku dan telah menjadi sorotan utama, memperlihatkan bagaimana tindakan brutal dapat dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga:
Karena Hal Ini Telah Banyak Entitas yang Tidak Relevan, Ketua Umum PBNU Sebut Nahdlatul Ulama Harus Terus Berupaya Melakukan Transformasi

Setelah kejadian, Rifal dan Niken melaporkan insiden tersebut ke Polsek Tambora. 

Pihak kepolisian segera turun tangan untuk menyelidiki kasus ini dan mencari pelaku. Penyelidikan dilakukan dengan cermat untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan. 

Pihak kepolisian juga meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya upaya preventif dalam menangani kekerasan di jalanan dan perlunya peningkatan keamanan di area tersebut. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Imbas Pengeroyokan Polisi oleh Puluhan Pesilat di Kaliwates hingga Terluka Parah, Polda Jatim Bekukan Kegiatan PSHT Jember

Kepolisian Polda Jawa Timur (Polda Jatim) membekukan sementara seluruh kegiatan PSHT di Kabupaten Jember.

Tindak Lanjut Kasus Pengeroyokan Polisi Hingga Alami Luka Parah di Jember, Polda Jatim Tetapkan 13 Pesilat PSHT sebagai Tersangka

13 anggota PSHT ditangkap oleh Polda Jatim karena menganiaya anggota Polri di Jember saat konvoi di jalan raya.

Lakukan Upaya Pengamanan, Anggota Polisi di Jember Ini Malah Jadi Korban Pengeroyokan Anggota Perguruan Silat PSHT hingga Babak Belur

Anggota Polsek Kaliwates dikeroyok pesilat PSHT di Jember hingga mengalami luka cukup parah, begini kronologi lengkapnya.

Teka-teki Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Pati yang Belum Juga Terkuak, Ternyata Ada Kendala Besar Ini yang Dihadapi Polisi

Menguak misteri kasus pengeroyokan bos rental mobil di Pati hingga meninggal dunia, polisi beberkan sejumlah kendala yang dialami.

Imbas Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Sukolilo Ternyata Bukan Main, Klub Bola Sulit Cari Sponsor hingga Blacklist Pelamar Kerja dari Pati

Dampak dari kasus tewasnya bos rental mobil usai dikeroyok massa di Sukolilo ternyata tak bisa dianggap sepele dan dirasakan nyata di Pati.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;