Lakukan Upaya Pengamanan, Anggota Polisi di Jember Ini Malah Jadi Korban Pengeroyokan Anggota Perguruan Silat PSHT hingga Babak Belur

Pengeroyokan anggota Polsek Kaliwates oleh pesilat PSHT di Jember viral, satu korban luka parah, 4 lainnya alami luka ringan.
Pengeroyokan anggota Polsek Kaliwates oleh pesilat PSHT di Jember viral, satu korban luka parah, 4 lainnya alami luka ringan. Source: Foto/ilustrasi/Freepik

Jember, gemasulawesi – Insiden pengeroyokan yang melibatkan puluhan anggota perguruan silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) di Jember telah mencuat ke publik setelah video kejadian viral di media sosial. 

Akibat pengeroyokan tersebut, lima anggota Polsek Kaliwates Jember menjadi korban dalam serangan brutal anggota perguruan silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate).

Anggota yang menjadi korban adalah Aipda Parmanto Indrajaya yang mengalami luka parah akibat dikeroyok anggota silat PSHT dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis intensif.

Pengeroyokan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di halaman Transmart Jember, Jalan Hayam Wuruk pada Senin, 22 Juli 2024.

Baca Juga:
Nunggak Pajak hingga Rp120 Miliar, Pemko Medan Ultimatum Mall Centre Point, Segera Bayar Sebelum Tanggal Ini atau Siap-siap Dibongkar

Pada malam kejadian, anggota Polsek Kaliwates sedang menjalankan tugas pengamanan jalan raya terkait puncak perayaan Suroan Agung yang diselenggarakan oleh perguruan silat PSHT. 

Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan upaya pengamanan dengan patroli dan pengawalan terhadap peserta kegiatan. 

“Kami melakukan upaya pengamanan untuk menjaga ketertiban, namun masih banyak konvoi yang tidak teratur dan mengganggu,” ungkapnya.

Menurut Bayu Pratama, anggota Polsek Kaliwates memberikan peringatan kepada peserta konvoi yang memblokade jalan. 

Baca Juga:
Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin Kembali Terjadi, Kapolda Sumatera Selatan Desak SKK Migas dan KKKS Segera Lakukan Ini

“Ketika kami melakukan peneguran, segerombolan anggota perguruan silat PSHT secara tiba-tiba menyerang petugas kami. Ini adalah tindakan yang sangat tidak bisa diterima,” tambahnya. 

Akibat serangan tersebut, Aipda Parmanto Indrajaya mengalami luka berat, sedangkan empat anggota lainnya mengalami luka ringan.

Pihak kepolisian segera menanggapi kejadian tersebut dengan memanggil ketua ranting dan ketua cabang PSHT Jember untuk menyelidiki dan mencari pelaku pengeroyokan. 

“Kami memerlukan informasi yang jelas dari pihak PSHT untuk mengidentifikasi pelaku. Dari video dan rekaman CCTV, kami memperkirakan ada sekitar 10-15 orang yang terlibat dalam pengeroyokan ini,” kata Kapolres.

Baca Juga:
Tegas! BKSDA Kalimantan Timur Sebut Tak Akan Evakuasi Orang Utan Setinggi Rumah yang Sempat Viral di Media Sosial, Ini Alasannya

Ketua Cabang PSHT Jember, Jono Wasinudin, meminta maaf atas insiden tersebut dan berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku. 

“Kami akan mencari pelaku dalam waktu 24 jam dan memberikan sanksi sesuai dengan aturan organisasi serta memproses mereka sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami sangat menyesal atas kejadian ini dan berjanji akan menindak tegas yang bersangkutan,” ujarnya.

Insiden pengeroyokan ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan dalam kegiatan organisasi dan perayaan besar. 

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pihak kepolisian dan organisasi masyarakat dalam menjaga ketertiban. 

Baca Juga:
Distribusi Elpiji Bersubsidi 3 Kg Masih Memunculkan Banyak Keluhan, DPRD Gorontalo Utara Sebut Berbagai Kendala Perlu Diselesaikan dengan Tepat

Kepolisian Jember bersama dengan PSHT dan pihak-pihak terkait lainnya berkomitmen untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pihak kepolisian juga akan memperketat pengawasan dan penegakan hukum selama acara-acara besar untuk mencegah potensi kekerasan di masa depan. 

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dan aparat penegak hukum.

Tindakan tegas dari pihak kepolisian dan komitmen PSHT untuk mencari pelaku menunjukkan pentingnya penegakan hukum dan keselamatan publik. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Teka-teki Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Pati yang Belum Juga Terkuak, Ternyata Ada Kendala Besar Ini yang Dihadapi Polisi

Menguak misteri kasus pengeroyokan bos rental mobil di Pati hingga meninggal dunia, polisi beberkan sejumlah kendala yang dialami.

Imbas Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Sukolilo Ternyata Bukan Main, Klub Bola Sulit Cari Sponsor hingga Blacklist Pelamar Kerja dari Pati

Dampak dari kasus tewasnya bos rental mobil usai dikeroyok massa di Sukolilo ternyata tak bisa dianggap sepele dan dirasakan nyata di Pati.

Innalillahi! Seorang Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan Tragis di Desa Mekarjaya Gantar Indramayu hingga Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Video aksi pengeroyokan pada seorang pemuda hingga meninggal di Desa Mekarjaya Ganta Kabupaten Indramayu viral di media sosial.

Terus Bertambah! Polisi Tangkap 6 Tersangka Baru dalam Kasus Pengeroyokan di Pati, Ini Peran Masing-masing Pelaku

Tersangka dalam kasus pengeroyokan di Pati terus bertambah. Kini total ada 10 pelaku yang berhasil diamankan pihak kepolisian.

Dianggap Jadi Provokator Dalam Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Pati Hingga Meninggal Dunia, Pria Ini Sampaikan Permintaan Maaf

Usai pernyataannya viral, pria yang dianggap jadi provokator dalam kasus pengeroyokan bos rental mobil di Pati buat klarifikasi.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;