Bertajuk Menelusuri Luka Bumi Palu, AMSI Sulteng Menggelar Diskusi Publik Membahas Aktivitas Pertambangan Ilegal dan Indikasi Keterlibatan WNA

Ket. Foto: Diskusi Publik Bertajuk Menelusuri Luka Bumi Palu Digelar oleh AMSI Sulawesi Tengah
Ket. Foto: Diskusi Publik Bertajuk Menelusuri Luka Bumi Palu Digelar oleh AMSI Sulawesi Tengah Source: (Foto/Duan)

Palu, gemasulawesi – AMSI atau Asosiasi Media Siber Indonesia Sulawesi Tengah menggelar diskusi publik membahas aktivitas pertambangan ilegal dan indikasi keterlibatan WNA atau Warga Negara Asing yang bertajuk menelusuri luka bumi Palu.

Ketua AMSI Sulawesi Tengah, Muhammad Iqbal, dalam diskusi itu mengatakan diskusi mengenai tambang ilegal diadakan guna menyikapi maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin atau PETI yang terjadi di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk soal indikasi keterlibatan warga negara asing.

Muhammad Iqbal menyampaikan aktivitas PETI tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, namun juga menimbulkan masalah sosial dan ekonomi.

Baca Juga:
Perannya Bukan Hanya Sekedar Perlombaan Pesparawi, Pemprov Sebut LPPD Sulteng Diharapkan Dapat Menjadi Sarana Pembinaan Mental Umat Kristen

“Seperti praktik penambangan serampangan yang seringkali berujung pada terjadinya kecelakaan pekerja,” ujarnya.

Dia menambahkan bahkan potensi kehilangan pemasukan keuangan negara, hingga pelanggaran hukum.

Dia mengatakan penambangan liar di Sulteng telah menjadi isu krusial yang mengundang perhatian berbagai pihak.

Baca Juga:
Dalam Menekan Prevalensi Stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan, Peran Keluarga Penting Membantu Pemerintah Daerah

“Mulai dari pemerintah, media massa hingga masyarakat sipil,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan diskusi itu penting dilaksanakan dengan harapan menjadi forum yang konstruktif dalam mencari solusi yang komprehensif, atas permasalahan penambangan liar di Sulawesi Tengah.

Dalam keterangannya pada tanggal 20 Agustus 2024, dia melanjutkan AMSI Sulawesi Tengah menghadirkan puluhan jurnalis di Palu sebagai peserta dengan 2 narasumber.

Baca Juga:
Pasca Penetapan Hasil Pleno Verifikasi Faktual Kedua, Bawaslu Parigi Moutong Membuka Ruang Permohonan Sengketa

Dia menyatakan 2 narasumber, yakni Divisi Advokasi Jaringan Advokasi Tambang atau Jatam Sulawesi Tengah, Muh Tauhid, dan Kompol Romy Gafur, yang merupakan Kepala Bagian Operasi Polresta Palu, yang dipandu Abdee Mari, yang adalah Sekretaris AMSI Sulawesi Tengah.

Muh Tauhid, yang merupakan Divisi Advokat Jatam Sulawesi Tengah, menekankan perlunya tindakan penegakan hukum yang lebih tegas dari pihak kepolisian kepada para pemodal di balik PETI untuk memutus mata rantai penambang liar.

Dia menuturkan dari aktivitas pertambangan liar, wilayah yang paling terdampak adalah Parigi Moutong, yang mempunyai beberapa lokasi penambangan emas tak berizin.

Baca Juga:
Melalui Digitalisasi Konservasi Mangrove, Untad dan Indosat Melakukan Kerja Sama Berbasis Penelitian dalam Memperkuat Benteng Pesisir di Sulteng

Dia menyebutkan adanya operasi ilegal melibatkan alat berat yang secara keliru disajikan sebagai pertambangan rakyat.

“Tetapi menimbulkan risiko serius untuk lingkungan dan masyarakat setempat,” katanya.

Dari penelusuran yang dilakukan oleh pihaknya menemukan ada WNA terlibat dalam kegiatan pertambangan emas liar, terutama WNA berasal dari Tiongkok. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Bersama DPRD, Pemkab Parigi Moutong Menggelar Rapat Paripurna Masa Sidang II Tahun 2024

Rapat Paripurna masa sidang II Tahun 2024 digelar oleh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama DPRD Parigi Moutong.

Memanas! Ratusan Driver Ojek Online dan Sopir Angkot di Sukabumi Terlibat Bentrokan Hebat, Ini Pemicunya

Bentrokan antara pengemudi ojol dan sopir angkot di Sukabumi memanas, namun berhasil diselesaikan dengan damai.

Guna Menanggulangi Angka Kemiskinan, Pemkab Bantul Melakukan Sinkronisasi Program yang Digulirkan OPD Tingkat Kabupaten dengan Kelurahan atau Desa

Sinkronisasi program yang digulirkan OPD tingkat kabupaten dengan kelurahan atau desa dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantul.

Bekerja Sama dengan Disnaker, Diskominfo Kota Tangerang Menyediakan 10237 Lowongan Pekerjaan selama Kegiatan Tangerang Digital Festival

Selama kegiatan Tangerang Digital Festival, Diskominfo Kota Tangerang menyediakan 10237 lowongan pekerjaan bekerja sama dengan Disnaker.

Dipimpin Direktur TP Oharda, Kejati Sulut Melaksanakan Ekspose 2 Perkara Restorative Justice dari Kejari Minahasa dan Bolmong Utara Secara Virtual

Dilakukan secara virtual, Kejati Sulawesi Utara melaksanakan ekspose 2 perkara restorative justice dari Kejari Minahasa dan Bolmong Utara.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;