Resmi Jadi Tersangka! Polisi Sebut Ayah Kandung Tega Jual Anak Balitanya di Tangerang Gegara Hal Ini

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi sebut hasil penjualan anak oleh ayah kandungnya di Tangerang untuk hal ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi sebut hasil penjualan anak oleh ayah kandungnya di Tangerang untuk hal ini. Source: Foto/Dok. Polda Metro Jaya

Tangerang, gemasulawesi - Polisi resmi menetapkan seorang ayah berinisial RA (36) sebagai tersangka dalam kasus penjualan anak balitanya yang baru berusia 11 bulan di Tangerang. 

Kasus ini terungkap setelah pihak berwajib melakukan penyelidikan terkait perdagangan anak yang marak terjadi. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa hasil penjualan anak tersebut digunakan tersangka untuk keperluan sehari-hari, termasuk untuk bermain judi.

Awal mula peristiwa ini terungkap ketika pihak kepolisian menerima laporan tentang praktik perdagangan anak di wilayah tersebut. 

Baca Juga:
Tak Bisa Lunasi Utang Tepat Waktu, Pria di Depok Dikeroyok Dihadapan Ibunya hingga Babak Belur, Begini Kronologinya

Dari penyelidikan, diketahui bahwa RA menjual anaknya kepada pasangan suami istri berinisial HK (32) dan MO (30), yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. 

"Kepada siapa tersangka RA ini menjual? Kepada dua tersangka lainnya. Sudah ditangkap juga, yaitu saudara HK dan saudari MO, mereka suami istri," jelas Ade Ary dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin, 7 September 2024.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kompol David Yunior Kanitero, mengonfirmasi bahwa RA ditangkap pada 1 Oktober 2024. 

Sementara itu, pasangan HK dan MO ditangkap pada Kamis, 3 Oktober 2024, malam. Penangkapan ini terjadi dalam rangka menindaklanjuti laporan kejahatan terhadap anak dan perdagangan orang. 

Baca Juga:
Tuntut Kenaikan Gaji dan Perbaikan Kesejahteraan, Ribuan Hakim di Indonesia Gelar Aksi Cuti Bersama

"Pelaku RA melakukan tindakan keji ini dengan menjual bayinya seharga Rp15 juta," ungkap David Yunior.

Dalam penjelasannya, Ade Ary mengungkapkan bahwa RA menggunakan uang dari penjualan anaknya untuk membeli dua ponsel dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. 

Tindakan ini menunjukkan tingkat desperation yang ekstrem, mengingat perlunya perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak.

Atas perbuatannya, RA dan kedua tersangka lainnya akan dijerat dengan pasal 76F dan atau Pasal 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO, serta Pasal 8 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. 

Baca Juga:
Terbongkar! Operasi Besar KPK di Kalimantan Selatan Seret Pejabat, Ini Barang Bukti yang Ditemukan

Hukum yang ketat diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan dan melindungi anak-anak dari praktik-praktik tidak manusiawi seperti ini.

Kasus ini mengundang perhatian publik dan menjadi sorotan di berbagai media. 

Banyak warga yang mengecam tindakan RA dan menyerukan perlunya tindakan lebih lanjut dari pemerintah dan masyarakat untuk mencegah terjadinya perdagangan anak. 

Kejadian ini mengingatkan semua pihak akan pentingnya menjaga keamanan dan kesejahteraan anak-anak, serta mengedukasi masyarakat mengenai bahaya perdagangan manusia.

Baca Juga:
Kecelakaan Maut di Kuningan! Kendaraan Wisatawan DH Garden Terjun ke Jurang dan Tewaskan Empat Orang

Dengan adanya penangkapan ini, diharapkan langkah-langkah pencegahan dapat ditingkatkan untuk melindungi anak-anak dari potensi ancaman serupa di masa depan. 

Penegakan hukum yang tegas juga menjadi harapan untuk menegakkan keadilan bagi para korban kejahatan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Tak Bisa Lunasi Utang Tepat Waktu, Pria di Depok Dikeroyok Dihadapan Ibunya hingga Babak Belur, Begini Kronologinya

Pengeroyokan brutal di Cipayung, Depok, mengungkapkan kisah utang yang berujung pada tragedi. Berikut kronologinya.

Geger! Seorang Pria Ditemukan Tewas Tergeletak di Kantor Pos Muara Baru Jakarta Utara dengan Kondisi Mengenaskan

Pria berinisial RKH ditemukan tewas di kantor pos Muara Baru setelah diduga menjadi korban pengeroyokan brutal.

Brutal! Pria di Bojonggede Jadi Korban Pembacokan OTK Saat Nongkrong, Jari Tangannya Putus

Seorang pria di Bogor menjadi korban pembacokan mendadak di pos ronda, menyisakan banyak pertanyaan bagi warga.

Terbongkar! Operasi Besar KPK di Kalimantan Selatan Seret Pejabat, Ini Barang Bukti yang Ditemukan

KPK lakukan OTT di Kalsel. Penangkapan pejabat dengan puluhan koper bukti, pemeriksaan intensif masih terus berlangsung.

Modus Canggih Sindikat Pencuri Bank di Sulawesi Selatan Terungkap, Uang Nasabah Rp70 Juta Raib

Sindikat pencuri uang Rp 70 juta berhasil ditangkap polisi, satu pelaku masih dalam pengejaran polisi.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;