Kecelakaan Maut di Kuningan! Kendaraan Wisatawan DH Garden Terjun ke Jurang dan Tewaskan Empat Orang

Kecelakaan tragis di Kuningan akibat rem blong, 4 orang meninggal dan 4 lainnya terluka saat wisata.
Kecelakaan tragis di Kuningan akibat rem blong, 4 orang meninggal dan 4 lainnya terluka saat wisata. Source: Foto/ilustrasi/Pixabay

Kuningan, gemasulawesi - Tragedi kecelakaan maut mengguncang warga Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. 

Sebuah kendaraan bak terbuka yang mengangkut rombongan wisatawan terjun ke dalam jurang sedalam enam meter di Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus. 

Insiden ini menewaskan empat orang, termasuk sopir kendaraan, dan menyebabkan empat korban lainnya mengalami luka-luka serius.

Awal mula kecelakaan terjadi adalah saat rombongan wisatawan hendak pulang setelah menikmati wisata di DH Garden. 

Baca Juga:
Heboh Warga Jogja Tertipu Acara Palsu yang Mengatasnamakan HUT Yogyakarta ke-268, Begini Respon dari Pihak Pemkot

Kendaraan bak terbuka yang mereka tumpangi mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun tajam. 

Kehilangan kendali, kendaraan menabrak tembok pembatas jalan sebelum akhirnya terjun ke jurang.

AKP Sigit Suhartanto, Kasat Lantas Polres Kuningan, mengonfirmasi bahwa tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara satu orang lainnya, yakni Suhendi, sopir kendaraan, meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit. Total korban tewas menjadi empat orang.

Baca Juga:
Jawaban Mahfud MD Ketika Disuruh Bandingkan Jokowi dengan Presiden Sebelumnya, Singgung Kinerja Soekarno Hingga SBY

Korban yang meninggal dunia dalam insiden ini telah diidentifikasi sebagai Sadiah, Suprapti, dan Tutut, yang berasal dari Perumahan Puri Mulya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. 

Ketiga korban tersebut langsung meninggal di tempat kejadian, sementara sopir kendaraan, Suhendi, sempat mendapat perawatan medis namun akhirnya meninggal di rumah sakit.

Ketiga jenazah korban dimakamkan pada Senin, 7 Oktober 2024 dengan Sadiah dan Suprapti dimakamkan di TPU Gunung Jati, sedangkan Tutut dimakamkan di TPU sekitar Tuparev, Kota Cirebon. 

Prosesi pemakaman berlangsung haru, diiringi tangis keluarga dan kerabat yang tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian mereka yang mendadak.

Baca Juga:
Gunung Merapi Keluarkan 15 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya dengan Jarak Luncur Maksimum 1.500 Meter

Kapolres Kuningan, AKBP Willy Andrian, menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor yang menyebabkan kecelakaan ini, yakni faktor kendaraan, kondisi jalan yang menurun tajam, serta faktor kelalaian manusia. 

“Ada tiga faktor yang berperan dalam kecelakaan ini, yaitu kondisi kendaraan, kondisi jalan yang ekstrem, serta faktor manusia,” ungkapnya

Kepolisian juga tengah berkoordinasi dengan Korlantas Mabes Polri untuk meninjau jalanan ekstrem di sekitar lokasi wisata DH Garden. 

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi juga terus dilakukan guna mengetahui lebih detail penyebab pasti insiden tersebut. 

Baca Juga:
Harga Cabai Merah Keriting di Kabupaten Sleman Dilaporkan Mengalami Penurunan yang Signifikan

Diharapkan hasil penyelidikan nanti bisa memberikan solusi pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Insiden ini menjadi pengingat bagi pengelola tempat wisata dan pengguna jalan untuk lebih waspada, terutama di kawasan yang memiliki medan ekstrem. 

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung, dan pihak berwenang berencana melakukan kajian keselamatan lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Heboh Warga Jogja Tertipu Acara Palsu yang Mengatasnamakan HUT Yogyakarta ke-268, Begini Respon dari Pihak Pemkot

Beberapa warga Yogyakarta baru-baru ditipu acara palsu yang mengatasnamakan kegiatan Hari Ulang Tahun Joga yang ke-268

Penemuan Ikan Hiu Makan Jasad Perempuan Hebohkan Warga Alor NTT, Korban Diduga Seorang Penyelam dari Amerika Serikat

Jasad seorang perempuan ditemukan di dalam perut ikan hiu di Timor Leste, kabar ini juga hebohkan warga Alor NTT

Pembangunan Ponpes Tahfizhul Quran Hj Opy Maulidiar di Konawe Selatan Mengusung Konsep Pendidikan Kemandirian

Pembangunan Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Hj Opy Maulidiar di Konsel, Provinsi Sultra mengusung konsep pendidikan kemandirian.

Gunung Merapi Keluarkan 15 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya dengan Jarak Luncur Maksimum 1.500 Meter

Guguran lava dilaporkan dimuntahkan oleh Gunung Merapi yang bergerak menuju ke arah barat daya atau Kali Bebeng.

Harga Cabai Merah Keriting di Kabupaten Sleman Dilaporkan Mengalami Penurunan yang Signifikan

Penurunan harga yang signifikan dilaporkan dialami oleh cabai merah keriting atau CMK di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Berita Terkini

wave

Tekan Biaya Sosial, Anggota DPRD Serli Prioritaskan Bantuan Alat Duka di Tomini

Legislator PAN Serli tampung aspirasi PKK Tomini Utara terkait bantuan alat prasmanan & tenda guna ringankan beban biaya sosial warga desa.

Legislator Parigi Moutong Arpan Sahar Peringatkan Bahaya Narkoba Saat Reses

Legislator PDIP Arpan Sahar serap aspirasi warga Sidoan. Fokus pada bantuan tani, infrastruktur jalan, hingga edukasi bahaya narkoba.

BPBD Parigi Moutong Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Kecelakaan Laut

BPBD Parigi Moutong bekali nelayan Bantaya teknik penyelamatan mandiri dan prediksi cuaca maritim guna tekan angka kecelakaan di laut.

Pemda Parigi Moutong Perkuat Kapasitas Satlinmas Jadi Garda Bencana

Pemda Parigi Moutong integrasikan Satlinmas ke RPJMD. Kini Linmas jadi garda terdepan mitigasi bencana dan stabilitas demokrasi di desa.

Reses di Pelawa Baru, Legislator Faisan Lelo Prioritaskan Keselamatan Nelayan Parigi Tengah

Faisan Lelo Badja salurkan 75 jaket pelampung bagi nelayan Parigi Tengah guna antisipasi cuaca ekstrem dan amankan aspirasi warga pesisir.


See All
; ;