Perempuan di Kemayoran Jakarta Pusat Ditangkap Usai Kepergok Curi Sejumlah Barang dari Minimarket, Begini Kronologinya

Seorang perempuan ditangkap polisi setelah mencuri barang-barang dari minimarket di Kebon Kosong, Jakarta Pusat.
Seorang perempuan ditangkap polisi setelah mencuri barang-barang dari minimarket di Kebon Kosong, Jakarta Pusat. Source: Foto/ilustrasi/Pexels

Jakarta, gemasulawesi - Kejadian mengejutkan terjadi di Apartemen Citra Tower, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, ketika seorang perempuan berinisial NFM tertangkap basah mencuri barang di sebuah minimarket. 

Insiden ini berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB dan langsung dilaporkan ke polisi oleh pegawai minimarket yang mengetahui aksi pelaku.

Pihak berwajib pun segera turun tangan untuk mengamankan pelaku.

Awalnya, perempuan tersebut masuk ke minimarket dengan tujuan berbelanja. 

Baca Juga:
MRT Jakarta Terapkan Tarif Spesial Hanya Rp1 Saat Pelantikan Prabowo Gibran, Ini Syarat dan Ketentuannya

Setelah beberapa saat, ia terlihat keluar dari toko tersebut, tetapi hanya membayar sebagian barang belanjaannya. 

Hal ini menimbulkan kecurigaan di kalangan karyawan minimarket yang mengetahui bahwa NFM mengambil barang-barang lainnya tanpa membayarnya.

 "Awal kejadian, terlapor berbelanja, lalu keluar dan hanya membayar sebagian barang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi pada Sabtu, 19 Oktober 2024.

Menyadari adanya tindakan mencurigakan, seorang karyawan memutuskan untuk memeriksa tas bawaan NFM. 

Baca Juga:
Rekomendasi 30 Ucapan Selamat Hari Santri 2024 yang Paling Menyentuh, Cocok untuk Diunggah di Media Sosial

Hasil pemeriksaan mengungkapkan adanya barang-barang yang diambil secara sembunyi-sembunyi. 

Di dalam tasnya, ditemukan tiga kaleng minuman berukuran 230 ml merek Wakely, dua kotak minuman berukuran 200 ml merek Binggrae, dan satu kotak berisi sarung tangan plastik merek Bagus. 

Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa pelaku memang berniat melakukan pencurian.

Setelah barang bukti ditemukan, pihak minimarket tidak tinggal diam. Mereka segera menghubungi polisi untuk melaporkan aksi pencurian tersebut. 

Baca Juga:
Rekomendasi 30 Ucapan Selamat Hari Santri 2024 yang Paling Menyentuh, Cocok untuk Diunggah di Media Sosial

Ade menegaskan bahwa kasus ini sekarang ditangani oleh Polsek Kemayoran setelah sebelumnya dilaporkan ke Sektor Pademangan. 

"Kasus ini ditangani lebih lanjut oleh Polsek Kemayoran," ungkap Ade.

Pencurian di minimarket bukanlah hal yang baru di Jakarta. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa meningkat, dengan pelaku yang datang dari berbagai kalangan. 

Tindakan mencuri di tempat umum ini dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan membuat pemilik bisnis merasa was-was. 

Baca Juga:
Kronologi Ni Luh Puspa Dapat Tawaran Jadi Wakil Menteri di Kabinet Prabowo, Mengaku Mendadak Dihubungi Mayor Teddy

Para pelaku biasanya melakukan aksinya dengan cara yang cerdik, mencoba menghindari perhatian, namun terkadang mereka terjebak dalam situasi yang mengungkapkan niat jahat mereka.

Dalam kasus NFM, belum ada keterangan resmi mengenai latar belakangnya, namun penyelidikan lebih lanjut akan diharapkan mengungkap motivasi di balik tindakan tersebut.

Polisi pun mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan tidak ragu untuk melaporkan tindakan mencurigakan. 

"Kami mendorong masyarakat agar aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan," tambah Kombes Pol Ade. 

Baca Juga:
Baru Dibentuk Jokowi! Ternyata Ini Tugas Korps Pemberantasan Korupsi Polri, Salah Satunya Pengamanan Aset Hasil Korupsi

Langkah proaktif dari masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi angka kriminalitas dan menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Kasus pencurian ini menunjukkan betapa rentannya usaha kecil terhadap tindakan kriminal. 

Kejadian serupa dapat merugikan pemilik minimarket, mengganggu operasional bisnis, dan menciptakan ketidaknyamanan bagi pengunjung. 

Penanganan cepat dari pihak kepolisian diharapkan mampu memberikan efek jera kepada pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

MRT Jakarta Terapkan Tarif Spesial Hanya Rp1 Saat Pelantikan Prabowo Gibran, Ini Syarat dan Ketentuannya

Dapatkan tarif spesial Rp1 untuk MRT Jakarta saat pelantikan Prabowo-Gibran. Syarat dan ketentuan berlaku. Cek disini.

337 Dos Surat Suara untuk Pilkada 2024 Dilaporkan Telah Tiba di Gudang Logistik KPU Parigi Moutong

Dilaporkan sebanyak 337 dos surat surat yang diperuntukkan untuk Pilkada 2024 telah tiba di gudang logistik KPU Parigi Moutong.

Sekretaris KPU Provinsi Sulteng Didesak Transparan Berkaitan Terbitnya Izin Ariyana Mengikuti Seleksi Komisioner

Setelah Ombudsman RI Perwakilan Sulteng giliran akademisi mengkritisi persoalan terbitnya izin Ariyana berdasarkan diskresi.

23 Orang Calon Anggota Pengawas TPS ikuti Sesi Wawancara di Panwascam Parigi Tengah

Seleksi Pengawas TPS dilakukan Panwascam Parigi tengah untuk bekerja di 14 TPS yang ada di Kecamatan.

Viral! Ini Penyebab Peserta CPNS 2024 yang Mendadak Kaku Saat Jalani Tes di Lombok Tengah

Kekakuan tubuh mendadak serang peserta CPNS 2024 saat tes berlangsung. Petugas segera mengevakuasi dengan cepat.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;