Tragis! Kecelakaan Beruntun 8 Kendaraan di Subang, Tukang Becak dan Pria yang Ngopi Tewas di Tempat

Kecelakaan maut melibatkan 8 kendaraan di Subang, menewaskan dua orang termasuk tukang becak yang parkir.
Kecelakaan maut melibatkan 8 kendaraan di Subang, menewaskan dua orang termasuk tukang becak yang parkir. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @fakta.indo

Subang, gemasulawesi - Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Pasirkareumbi, Subang, Jawa Barat. 

Kejadian ini melibatkan delapan kendaraan dan menyebabkan dua orang tewas di tempat. 

Salah satu korban adalah seorang tukang becak yang sedang menunggu penumpang, sementara korban lainnya adalah seorang pria yang sedang ngopi di sebuah ruko di lokasi kejadian.

Kecelakaan bermula saat dua truk pengangkut batu melaju dari arah Bandung. Salah satu truk kehilangan kendali dan menabrak truk lain yang ada di depannya. 

Baca Juga:
Tuai Pro Kontra! Sound Horeg Jawa Timur Siap Gebrak Jakarta di Pesta Pelantikan Prabowo dan Gibran

Truk yang hilang kendali itu kemudian menabrak beberapa kendaraan, termasuk sepeda motor, sebelum akhirnya menghantam tukang becak yang sedang parkir di tepi jalan. 

Truk tersebut tidak berhenti di situ, melainkan terus melaju hingga menabrak tujuh kendaraan lain yang sedang parkir di depan ruko, sebelum akhirnya berhenti di sebuah bengkel oli.

AKP Sudiriyanto, seorang perwakilan dari Kepolisian Subang mengungkap bahwa total korban dari insiden ini mencapai 10 orang.

"Kami mendapati dua korban meninggal dunia, yaitu tukang becak dan seorang pria yang sedang ngopi di ruko. Selain itu, tujuh orang mengalami luka ringan, dan satu orang mengalami luka berat," kata AKP Sudiriyanto pada Sabtu, 19 Oktober 2024.

Baca Juga:
Mobil Pelaku Dibakar Warga! Begini Kronologi Lengkap Penangkapan Maling Motor di Aceh Selatan yang Berujung Brutal

Ironisnya, kecelakaan ini terjadi di tengah upaya Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk membatasi jam operasional truk berat pada jam-jam rawan kemacetan. 

Sudiriyanto menambahkan bahwa pihak kepolisian sebenarnya telah melarang pengoperasian truk pada jam sibuk dan sering kali melakukan penindakan terhadap truk yang melanggar aturan ini. 

Namun, kecelakaan tragis ini menunjukkan bahwa masih banyak pengemudi yang abai terhadap aturan tersebut.

Reaksi dari masyarakat pun bermunculan, terutama di media sosial. 

Baca Juga:
Langgar Pasal 88 ayat 1, UU Nomor 5 Tahun 2014, Yunan Lampasio: Ariyana Harus Dipecat dari Komisioner KPU Parigi Moutong

Banyak warganet menyayangkan kejadian ini dan mempertanyakan mengapa truk-truk besar masih diizinkan melintasi jalanan pada jam sibuk. 

“Gimana nggak kejadian kalau supir-supir truk banyak banget yang suka kebut-kebutan padahal bawa muatan berat? Ini kebiasaan yang bahaya banget,” tulis salah satu pengguna di kolom komentar.

Selain itu, banyak yang menyampaikan duka cita dan keprihatinan terhadap keluarga korban. 

“Nggak kebayang gimana perasaan keluarga yang nungguin bapaknya pulang, tapi yang pulang malah kabar duka,” ujar seorang warganet.

Baca Juga:
Profil Sherly Tjoanda, Istri Mendiang Benny Laos yang Diajukan Sebagai Cagub Maluku Utara Gantikan Suaminya

Kecelakaan ini kembali menyoroti pentingnya penegakan aturan lalu lintas, terutama bagi kendaraan berat yang membawa muatan besar. 

Pengemudi truk diharapkan lebih berhati-hati dan mematuhi peraturan yang ada, demi menghindari kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat, terutama pengemudi kendaraan besar, bisa lebih waspada dan memperhatikan keselamatan di jalan.

Tidak hanya demi diri sendiri, tapi juga demi keselamatan orang lain yang ada di sekitar mereka. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Tuai Pro Kontra! Sound Horeg Jawa Timur Siap Gebrak Jakarta di Pesta Pelantikan Prabowo dan Gibran

Persiapan grup Sound Horeg menuju Jakarta untuk memeriahkan pelantikan Prabowo-Gibran menuai beragam komentar publik.

Mobil Pelaku Dibakar Warga! Begini Kronologi Lengkap Penangkapan Maling Motor di Aceh Selatan yang Berujung Brutal

Aksi pencurian sepeda motor gagal, pelaku dikejar warga dan mobil yang dipakai dibakar di Aceh Selatan.

Langgar Pasal 88 ayat 1, UU Nomor 5 Tahun 2014, Yunan Lampasio: Ariyana Harus Dipecat dari Komisioner KPU Parigi Moutong

Yunan Lampasio menilai Ariyana harus dipecat karena dinilai tidak memenuhi syarat saat mendaftar sebagai komisioner.

Usut Kasus Penemuan Jasad Ibu dan Bayi di Depok, Polisi Periksa Tiga Saksi, Ini Sosoknya

Penemuan dua sosok jasad ibu dan bayi di Depok menyimpan misteri. Polisi sedang mendalami kasus ini.

Perempuan di Kemayoran Jakarta Pusat Ditangkap Usai Kepergok Curi Sejumlah Barang dari Minimarket, Begini Kronologinya

Perempuan berinisial NFM ditangkap setelah kedapatan mencuri di minimarket, melibatkan barang yang tidak dibayar.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;