Skandal Pemalsuan Dokumen Tambang Nikel, PT WHBP Laporkan PT Position ke Bareskrim Polri Usai Temukan Bukti Ini

PT WHBP laporkan pemalsuan dokumen IUP tambang nikel di Maluku Utara. Tumpang tindih lahan jadi alasan utama.
PT WHBP laporkan pemalsuan dokumen IUP tambang nikel di Maluku Utara. Tumpang tindih lahan jadi alasan utama. Source: Foto/Beritasatu.com/Stefani Wijaya

Maluku, gemasulawesi - Kasus dugaan pemalsuan dokumen lahan tambang nikel kembali memanas setelah sebuah perusahaan tambang di Maluku Utara melaporkan hal tersebut kepada Bareskrim Polri. 

Perusahaan yang melapor, PT WHBP, merasa dirugikan akibat tumpang tindih wilayah tambang mereka dengan wilayah milik PT Position. 

Kasus ini dilaporkan pada 22 Oktober 2024, dengan nomor laporan polisi LP/B/379/X2024/SPKT/Bareskrim Polri. Al

Aksi dugaan pemalsuan ini memunculkan kerugian besar bagi PT WHBP, yang tidak dapat melanjutkan aktivitasnya di wilayah tambang tersebut.

Baca Juga:
Ditinggal Sejenak, Sepeda Motor Pria Ini Raib Digasak Pembegal Bersenjata Tajam di Tambora Jakarta Barat

Kuasa hukum PT WHBP, Muhamad Mahfuz Abdullah, mengungkapkan bahwa pemalsuan dokumen ini terkait dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Halmahera Timur Nomor 188.45/540-05/2010. 

Dokumen ini mengatur wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Position. 

Namun, dalam proses pengajuan dokumen ke Kementerian ESDM untuk masuk ke dalam Minerba One Data Indonesia (MODI), terjadi perubahan signifikan pada jumlah titik koordinat dari 8 menjadi 68.

Hal tersebut membuat wilayah IUP PT WHBP tumpang tindih dengan PT Position, sehingga PT WHBP kesulitan mendapatkan pendaftaran resmi di MODI. 

Baca Juga:
Geger! Sabu 4,4 Kg dari Dubai Diselundupkan dalam Bentuk Keramik, WNA Iran Ditangkap

Mahfuz juga menegaskan bahwa mantan Bupati Halmahera Timur, Wehelmus Tahalele, yang tandatangannya tercantum di SK tersebut, telah mengonfirmasi bahwa dia tidak pernah mengeluarkan dokumen dengan 68 titik koordinat. 

Wehelmus bahkan memberikan pernyataan resmi yang disahkan oleh notaris pada 18 Juli 2017, serta bersedia memberikan keterangan kepada pihak berwenang.

Permasalahan ini semakin pelik karena PT WHBP telah memiliki sertifikat Clear and Clean (CnC) Tahap 6 dari Kementerian ESDM sejak 2012. 

Sementara PT Position baru mendapatkan sertifikat CnC pada 2013. 

Baca Juga:
Keracunan Massal! Belasan Siswa SD Bagelenan 02 di Blitar Harus Dirawat Usai Konsumsi Jeli dari Pedagang Keliling

Hal ini menambah kerugian yang dialami PT WHBP, terutama karena mereka tidak dapat melanjutkan operasional di wilayah yang sejatinya sudah mereka kuasai secara sah.

Kasus ini juga menjadi perhatian publik karena PT Position merupakan anak perusahaan dari Harum Energy Tbk, yang mengakuisisi 51% saham PT Position senilai US$ 80,325 juta. 

Bahkan, ada dugaan bahwa akuisisi ini dilakukan menggunakan dana publik. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa saham perusahaan yang sedang dalam sengketa hukum bisa menarik investor asing dan publik tanpa mereka mengetahui masalah yang ada.

PT WHBP mendesak Mabes Polri untuk segera mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan kasus ini, termasuk mengusut dugaan pemalsuan dokumen tersebut. 

Baca Juga:
Setelah Dilantik, KPK Desak Menteri dan Wakil Menteri Segera Laporkan Harta Kekayaan dalam Kurun Waktu Ini

Mahfuz juga berharap bahwa otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat segera bertindak untuk melindungi kepentingan publik dari potensi kerugian dalam pembelian saham perusahaan yang sedang berhadapan dengan masalah hukum.

Kasus dugaan pemalsuan ini mengundang banyak perhatian dan komentar di berbagai platform media sosial, banyak yang berharap masalah ini segera diselesaikan secara transparan dan adil. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Ditinggal Sejenak, Sepeda Motor Pria Ini Raib Digasak Pembegal Bersenjata Tajam di Tambora Jakarta Barat

Polisi buru pelaku begal yang mengintimidasi korban dengan senjata api di Tambora dan bawa kabur motor korban.

Geger! Sabu 4,4 Kg dari Dubai Diselundupkan dalam Bentuk Keramik, WNA Iran Ditangkap

Aksi penyelundupan 4,4 kg sabu oleh WNA Iran di hotel Jakarta terbongkar, dikamuflase dalam lempengan keramik.

Keracunan Massal! Belasan Siswa SD Bagelenan 02 di Blitar Harus Dirawat Usai Konsumsi Jeli dari Pedagang Keliling

Keracunan massal terjadi di Blitar, 15 siswa dirawat setelah makan jeli berbahaya dari pedagang keliling. Begini kronologinya.

Aksi Tiga Remaja di Depok Mencuri Jemuran Tetangganya Jadi Sorotan Publik, Polisi Turun Tangan

Insiden pencurian jemuran oleh tiga remaja di Depok jadi perhatian publik setelah video CCTV viral di medsos.

Viral! Dua Polisi Terlihat Dihukum di Pinggir Jalan Tol di Jakarta Barat oleh Polisi Lain, Apa yang Terjadi?

Insiden dua anggota kepolisian dihukum oleh polisi lain di pinggir jalan tol menjadi sorotan publik, apa alasannya?

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;