Geger! Sabu 4,4 Kg dari Dubai Diselundupkan dalam Bentuk Keramik, WNA Iran Ditangkap

Polda Metro Jaya gagalkan penyelundupan sabu 4,4 kg dari Dubai, WNA Iran ditangkap di Pluit.
Polda Metro Jaya gagalkan penyelundupan sabu 4,4 kg dari Dubai, WNA Iran ditangkap di Pluit. Source: Foto/dok. Polda Metro Jaya

Jakarta, gemasulawesi - Aksi warga negara asing (WNA) asal Iran, Hadi Mohseni, dalam menyelundupkan narkoba jenis sabu dengan modus kreatif akhirnya terbongkar. 

Tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menangkap Hadi dengan barang bukti sabu seberat 4,4 kilogram yang disamarkan sebagai lempengan keramik. 

Penangkapan dilakukan di sebuah hotel di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara beberapa waktu lalu. 

Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 22 Oktober 2024, Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak, Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi terkait pengiriman narkoba dari Dubai menuju Indonesia. 

Baca Juga:
Keracunan Massal! Belasan Siswa SD Bagelenan 02 di Blitar Harus Dirawat Usai Konsumsi Jeli dari Pedagang Keliling

Pengiriman ini dilakukan melalui jasa ekspedisi, dengan barang haram yang dikemas menjadi dua buah lempengan persegi panjang, menyerupai keramik lantai atau marmer. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, masing-masing lempengan tersebut ternyata berisi narkotika jenis sabu.

"Kami mendapatkan informasi adanya pengiriman narkoba dari Dubai yang dikamuflase menjadi lempengan keramik. Dari sana, tim langsung bergerak cepat untuk menyelidiki lebih lanjut," ungkap Donald. 

Setelah menerima informasi ini, kepolisian memutuskan untuk melakukan operasi control delivery guna mengetahui siapa penerima barang tersebut. 

Baca Juga:
Profil Natalius Pigai, Menteri HAM yang Viral Usai Ajukan Anggaran Fantastis untuk Kementeriannya

Tujuan dari metode ini adalah memastikan bahwa narkoba sampai ke tangan tersangka tanpa menimbulkan kecurigaan. 

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa paket berisi sabu itu akan dikirim ke sebuah hotel di kawasan Pluit, Jakarta Utara, dengan penerima bernama Hadi Mohseni.

Untuk mengelabui aparat dan memperlancar pengiriman, sabu tersebut dikemas dalam bentuk lempengan berbahan dasar seperti keramik marmer. 

Modus semacam ini sering digunakan oleh jaringan narkoba internasional agar tidak mudah terdeteksi oleh pihak tersangka. 

Baca Juga:
Setelah Dilantik, KPK Desak Menteri dan Wakil Menteri Segera Laporkan Harta Kekayaan dalam Kurun Waktu Ini

Dalam kasus ini, tersangka Hadi Mohseni diyakini terlibat dalam jaringan yang lebih besar dan sudah beroperasi cukup lama.

"Setibanya di depan hotel, petugas ekspedisi menghubungi penerima paket dan melakukan pertemuan di lobi. Saat paket diserahkan, tersangka langsung kami amankan beserta barang bukti yang ada di tangannya," jelas Donald.

Hadi Mohseni kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian. 

Barang bukti berupa sabu seberat 4,4 kilogram telah disita dan diamankan. 

Baca Juga:
Aksi Tiga Remaja di Depok Mencuri Jemuran Tetangganya Jadi Sorotan Publik, Polisi Turun Tangan

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan penyelundupan narkoba internasional yang melibatkan tersangka

Kasus ini menambah daftar panjang upaya penyelundupan narkoba dari luar negeri yang berhasil digagalkan oleh aparat keamanan. 

Polisi berharap agar pengawasan terhadap modus-modus baru penyelundupan terus ditingkatkan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Keracunan Massal! Belasan Siswa SD Bagelenan 02 di Blitar Harus Dirawat Usai Konsumsi Jeli dari Pedagang Keliling

Keracunan massal terjadi di Blitar, 15 siswa dirawat setelah makan jeli berbahaya dari pedagang keliling. Begini kronologinya.

Aksi Tiga Remaja di Depok Mencuri Jemuran Tetangganya Jadi Sorotan Publik, Polisi Turun Tangan

Insiden pencurian jemuran oleh tiga remaja di Depok jadi perhatian publik setelah video CCTV viral di medsos.

Viral! Dua Polisi Terlihat Dihukum di Pinggir Jalan Tol di Jakarta Barat oleh Polisi Lain, Apa yang Terjadi?

Insiden dua anggota kepolisian dihukum oleh polisi lain di pinggir jalan tol menjadi sorotan publik, apa alasannya?

Tangkap 3 Pelaku Utama! Kasus Penyelundupan Imigran Rohingya di Aceh Terbongkar, Begini Kronologi Detailnya

Tragedi imigran Rohingya di Aceh masih jadi sorotan. Tindak pidana perdagangan manusia terungkap usai penyelidikan mendalam pihak kepolisian

Geger! Kebakaran Mobil oleh OTK di Bekasi Kejutkan Warga, Polisi Beberkan Kronologi dan Modus Pelaku

Insiden kebakaran mobil di Bekasi mengungkap modus baru. Ketahui detail dan kronologi lengkapnya. Baca selengkapnya.

Berita Terkini

wave

Hama dan Irigasi Rusak Ancam Petani Parigi Moutong, DPRD Desak Kementan Turun Tangan

Petani Parigi Moutong hadapi ancaman gagal panen akibat serangan hama wereng dan tikus. DPRD desak Kementan amankan pasokan pestisida.

Bupati Erwin Burase Temui Wamentan Ajukan Modernisasi Pertanian Parigi Moutong

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menemui Wamentan Sudaryono guna mempercepat modernisasi teknologi pertanian dan irigasi daerah.

Bupati Parigi Moutong Bentuk Tim Penertiban Barcode BBM Subsidi Pertanian dan Perikanan

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase membentuk tim terpadu penertiban barcode BBM subsidi menyusul dugaan kebocoran solar pertanian dan nelaya

Cara Parigi Moutong Siapkan SDM Unggul Lewat Ajamg Utsawa Dharma Gita 2026

Pemda Parigi Moutong lepas kontingen Utsawa Dharma Gita 2026 Sulawesi Tengah untuk cetak generasi muda Hindu yang unggul dan toleran.

Tangani 310 Hektar Sawah Terdampak Banjir, Wabup Parigi Moutong Instruksikan Ini

Wakil Bupati Parigi Moutong gerak cepat pimpin pemulihan pasca-banjir. Fokus perbaikan tanggul darurat demi selamatkan ratusan hektar sawah


See All
; ;