Profil Natalius Pigai, Menteri HAM yang Viral Usai Ajukan Anggaran Fantastis untuk Kementeriannya

Profil Natalius Pigai menggambarkan perjalanan kariernya dari aktivis hingga menteri, berkomitmen penuh pada perlindungan hak asasi manusia.
Profil Natalius Pigai menggambarkan perjalanan kariernya dari aktivis hingga menteri, berkomitmen penuh pada perlindungan hak asasi manusia. Source: Foto/Instagram @natalius_pigai

Nasional, gemasulawesi - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menjadi sorotan publik setelah mengajukan permohonan anggaran yang lebih dari Rp 20 triliun untuk kementeriannya.

Permintaan Natalius Pigai ini dinilai ambisius mengingat anggaran tahun 2024 yang ditetapkan hanya sebesar Rp 64 miliar. 

Usai pernyataan tersebut viral, Pigai kembali menarik perhatian publik karena latar belakangnya yang kaya dalam advokasi HAM dan pengalamannya yang luas di bidang pemerintahan serta organisasi non-pemerintah.

Natalius Pigai lahir pada 25 Desember 1975 di Paniai, Irian Jaya, Indonesia. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" di Yogyakarta, di mana ia meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan pada tahun 1999. 

Baca Juga:
Setelah Dilantik, KPK Desak Menteri dan Wakil Menteri Segera Laporkan Harta Kekayaan dalam Kurun Waktu Ini

Sejak masa kuliah, Pigai aktif dalam gerakan mahasiswa dan organisasi yang memperjuangkan keadilan sosial. 

Ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang vokal pada era reformasi tahun 1998. 

Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia memulai karier di berbagai yayasan dan organisasi sosial, termasuk Yayasan Sejati dan Yayasan Cindelaras, serta menjadi Ketua Asosiasi Mahasiswa Papua Internasional.

Selama periode 1999 hingga 2004, Pigai menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 

Baca Juga:
Aksi Tiga Remaja di Depok Mencuri Jemuran Tetangganya Jadi Sorotan Publik, Polisi Turun Tangan

Pengalaman ini memberinya wawasan mendalam tentang dinamika pemerintahan dan isu-isu ketenagakerjaan di Indonesia. 

Ia kemudian terpilih menjadi anggota Komnas HAM periode 2012–2017, di mana ia terlibat dalam banyak kajian dan rekomendasi terkait isu-isu pelanggaran hak asasi manusia, terutama yang berkaitan dengan masyarakat Papua. 

Selain itu, Pigai juga dikenal aktif dalam organisasi lingkungan dan hak asasi manusia lainnya, seperti WALHI dan KontraS.

Setelah dilantik sebagai Menteri HAM pada 21 Oktober 2024, Natalius Pigai berkomitmen untuk mewujudkan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto dalam melindungi dan meningkatkan hak asasi manusia di Indonesia. 

Baca Juga:
Tangkap 3 Pelaku Utama! Kasus Penyelundupan Imigran Rohingya di Aceh Terbongkar, Begini Kronologi Detailnya

Ia berpendapat bahwa peningkatan anggaran kementerian HAM sangat penting untuk meningkatkan kinerja kementerian dalam melindungi hak-hak warga negara. 

Pigai percaya bahwa dengan dukungan anggaran yang memadai, program-program terkait hak asasi manusia dapat lebih terfokus dan efektif dalam mencapai tujuannya. 

Sebagai seorang aktivis yang berpengalaman, Pigai diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan hak asasi manusia di Indonesia, serta menjadikan kementeriannya lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Setelah Dilantik, KPK Desak Menteri dan Wakil Menteri Segera Laporkan Harta Kekayaan dalam Kurun Waktu Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi menekankan pentingnya kepatuhan menteri dan wakil menteri dalam pelaporan LHKPN.

Viral! Menteri Natalius Pigai Ajukan Anggaran Fantastis untuk Kementerian HAM, Minta Ditambah Jadi Rp20 Triliun

Permohonan Natalius Pigai untuk anggaran tinggi di Kementerian HAM demi perlindungan hak asasi manusia viral di media sosial.

Ada Raffi Ahmad hingga Gus Miftah! Prabowo Resmi Melantik Tujuh Utusan Khusus Presiden, Ini Daftarnya

Presiden Prabowo melantik tujuh Utusan Khusus, termasuk Raffi Ahmad dan Gus Miftah, untuk peran strategis.

Perkuat Solidaritas! Prabowo Siapkan Menteri dan Wamen untuk Latihan Intensif di Akademi Militer Magelang Selama 3 Hari

Presiden Prabowo berikan arahan program prioritas pemerintah kepada menteri Kabinet Merah Putih di Lembah Tidar selama 3 hari.

Viral Jadi Ajudan, Kini Mayor Teddy Diangkat Prabowo Menjabat Sekretaris Kabinet, Ini Tugas-tugasnya

Prabowo Subianto angkat Mayor Teddy, mantan ajudannya, sebagai Sekretaris Kabinet dalam pengumuman Kabinet Merah Putih.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;