Viral! Menteri Natalius Pigai Ajukan Anggaran Fantastis untuk Kementerian HAM, Minta Ditambah Jadi Rp20 Triliun

Menteri HAM Natalius Pigai usulkan anggaran lebih dari Rp 20 triliun untuk capai visi hak asasi manusia.
Menteri HAM Natalius Pigai usulkan anggaran lebih dari Rp 20 triliun untuk capai visi hak asasi manusia. Source: Foto/tangkap layar Instagram @fakta.indo

Nasional, gemasulawesi - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai baru-baru ini mengajukan permohonan untuk meningkatkan anggaran kementeriannya secara signifikan. 

Dalam pernyataannya, Pigai menginginkan anggaran Kementerian HAM yang saat ini hanya mencapai Rp 64 miliar, ditingkatkan menjadi lebih dari Rp 20 triliun. 

Ia percaya bahwa anggaran yang lebih besar sangat diperlukan untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia di Indonesia.

"Kita perlu dana yang lebih substansial. Jika negara memiliki kemampuan, saya minta anggaran di atas Rp 20 triliun," ujarnya dikutip pada Selasa, 22 Oktober 2024. 

Baca Juga:
Kecelakaan Tragis di Cilincing Jakarta Utara! Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Trailer Besar, Begini Kronologinya

Pigai menekankan pentingnya dukungan finansial untuk mendukung program-program yang akan dilaksanakan kementeriannya demi memenuhi harapan masyarakat.

Pigai mengungkapkan, pembentukan Kementerian HAM sebagai lembaga terpisah menunjukkan komitmen pemerintah untuk menangani isu-isu hak asasi manusia secara lebih serius. 

"Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu besar yang ingin kita capai dalam sektor ini," tuturnya. 

Dengan peningkatan anggaran, Pigai meyakini kementeriannya dapat lebih efektif dalam menjalankan tugas pengawasan, pemantauan, dan penegakan hukum terkait hak asasi manusia.

Selanjutnya, Pigai meminta tim transisi pemerintahan untuk merevisi alokasi anggaran Kementerian HAM. Ia mengingatkan bahwa jika anggaran tetap tidak memadai, maka visi Prabowo untuk meningkatkan penghormatan terhadap hak asasi manusia akan sulit tercapai. 

Baca Juga:
Juru Padam DPKP Kota Depok Gugur Saat Bertugas, Keluarga Terima Santunan Rp290 Juta, Berikut Rinciannya

“Tanpa dukungan dana yang cukup, kinerja visi dan misi Presiden tidak akan tersampaikan dengan baik,” tegas Pigai.

Pernyataan Pigai menjadi viral di media sosial dan menuai beragam reaksi. Banyak warganet mendukung usulannya.

Sementara beberapa lainnya skeptis mengenai bagaimana kementerian akan mengelola anggaran yang lebih besar. 

"Dikasih kedudukan malah mau nguras negara. Kerja juga belum udah minta anggaran 20 triliun aja," komentar akun @edg***.

Baca Juga:
Ada Raffi Ahmad hingga Gus Miftah! Prabowo Resmi Melantik Tujuh Utusan Khusus Presiden, Ini Daftarnya

Beberapa pihak menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana agar tidak terjadi penyimpangan.

Dalam rangka mewujudkan peningkatan hak asasi manusia, Pigai juga menyoroti pentingnya pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) di bidang HAM, pengembangan fasilitas pendukung, serta peningkatan kapasitas investigasi untuk menangani pelanggaran hak asasi manusia. 

"Kami butuh sumber daya manusia yang terlatih dan profesional untuk menjalankan tugas ini," ujarnya.

Pigai meyakini bahwa kerja sama lintas sektoral antara Kementerian HAM dan kementerian serta lembaga lainnya sangat krusial. 

Baca Juga:
Lintas Ditjen Kementerian PUPR Bangun Rumah dan Fasilitas Pendukung Korban Erupsi Gunung Ruang

Dengan dukungan anggaran yang memadai, ia optimis kementeriannya dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan lebih baik dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Langkah proaktif Natalius Pigai diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. 

Dengan upaya dan dukungan anggaran yang tepat, diharapkan kementeriannya dapat meminimalisir pelanggaran hak asasi manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang terpinggirkan.

Melalui pendekatan ini, Pigai berharap untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik dan lebih adil dalam hal penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Baca Juga:
Viral Istilah Jam Koma di Media Sosial yang Diramaikan Oleh Gen Z, Ternyata Begini Arti dan Maknanya

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung perlindungan hak asasi manusia," tutup Pigai. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Ada Raffi Ahmad hingga Gus Miftah! Prabowo Resmi Melantik Tujuh Utusan Khusus Presiden, Ini Daftarnya

Presiden Prabowo melantik tujuh Utusan Khusus, termasuk Raffi Ahmad dan Gus Miftah, untuk peran strategis.

Perkuat Solidaritas! Prabowo Siapkan Menteri dan Wamen untuk Latihan Intensif di Akademi Militer Magelang Selama 3 Hari

Presiden Prabowo berikan arahan program prioritas pemerintah kepada menteri Kabinet Merah Putih di Lembah Tidar selama 3 hari.

Viral Jadi Ajudan, Kini Mayor Teddy Diangkat Prabowo Menjabat Sekretaris Kabinet, Ini Tugas-tugasnya

Prabowo Subianto angkat Mayor Teddy, mantan ajudannya, sebagai Sekretaris Kabinet dalam pengumuman Kabinet Merah Putih.

Daftar Nama Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih Prabowo Gibran, Ada Sosok Giring dan Stella Christie

Inilah deretan nama-nama Wakil Menteri baru di kabinet Merah Putih yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto Minggu 20 Oktober 2024

Resmi Diumumkan Prabowo! Cek Daftar Nama Menteri Baru di Kabinet Merah Putih, Ada Wajah Baru dan Lama

Berikut ini adalah daftar nama-nama Menteri baru di Kabinet Merah Putih yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;