Viral di Media Sosial! Minimarket di Surabaya Ambil Langkah Tegas Ini untuk Atasi Parkir Liar yang Makin Merajalela

Langkah tegas sebuah minimarket di Surabaya untuk mengatasi parkir liar ini patut ditiru.
Langkah tegas sebuah minimarket di Surabaya untuk mengatasi parkir liar ini patut ditiru. Source: Foto/Tangkap layar Instagran @delete_.id

Surabaya, gemasulawesi - Belakangan ini keberadaan tukang parkir di minimarket menjadi sorotan publik. 

Pasalnya, keberadaan tukang parkir yang semakin merajalela dinilai tidak efektif dan menimbulkan dampak negatif bagi para pelaku usaha.

Menghadapi situasi ini, sebuah minimarket telah mengambil langkah proaktif yang patut dicontoh. 

Dengan menggunakan pengeras suara, mereka menghimbau pelanggan untuk tidak membayar parkir liar yang berkeliaran di sekitar area mereka.

Baca Juga:
Selamatkan Karyawan PT Sritex yang Terancam PHK akibat Pailit, Prabowo Perintahkan 4 Kementerian untuk Turun Tangan

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi pelanggan.

"Pelanggan yang terhormat, Alfamidi tidak menyediakan juru parkir ya, yang didepan itu parkir liar. Mohon untuk tidak memberikan uang kepada tukang parkir, jadi parkirannya gratis," ungkap salah satu pegawai di minimarket tersebut melalui pengeras suara.

Keputusan ini tidak hanya berfokus pada kenyamanan pelanggan, tetapi juga menciptakan kesadaran tentang dampak negatif dari parkir liar. 

Beberapa netizen menyambut baik inisiatif ini dengan berargumen bahwa membayar Rp 2.000 untuk parkir tidak akan merugikan, dan justru bisa mengamankan kendaraan. 

Baca Juga:
Tak Pakai Dana APBN! Ternyata Ini Sosok yang Biayai Retret Kabinet Merah Putih di Akmil Magelang

“Uang Rp 2.000 tidak membuatmu miskin. Ini biasanya saudaranya tukang parkir,” ungkap salah satu netizen.

Namun, tidak sedikit pula yang mengungkapkan protes terhadap keberadaan biaya parkir ini. 

Beberapa pelaku usaha merasa bahwa keberadaan tukang parkir justru membuat pelanggan enggan berbelanja. 

“Toko sepi akibat parkir, para pelanggan malas belanja,” keluh seorang pemilik usaha yang terdampak.

Baca Juga:
Buntut Kebakaran Bus Pariwisata yang Bawa 58 Anak TK di Tol Wiyoto Wiyono, Dishub DKI Jakarta Serukan Hal Ini

Sementara itu, ada pula suara dari pelanggan yang berbagi pengalaman. 

Seorang netizen menceritakan, “Saya mau ke ATM di minimarket, pas mau ambil uang eh, mesin ATM-nya rusak. Pas keluar, harus bayar Rp 2.000.” Keluhan ini menunjukkan frustrasi terhadap situasi yang dihadapi saat berbelanja.

Sebagai alternatif, beberapa pelanggan memilih untuk memarkir jauh dari minimarket. 

“Saya kalau ke minimarket, motor saya parkir jauh, baru saya jalan ke sana,” jelas seorang pengguna. Ini mencerminkan upaya untuk menghindari masalah parkir tanpa harus terlibat dengan tukang parkir yang beroperasi di area tersebut.

Baca Juga:
Blak-blakan! Operator Sound Horeg Sebut Semakin Besar Kerusakan Malah Semakin Tinggi Saweran yang Didapat, Ini Alasannya

Bahkan, ada yang mengungkapkan pendapat skeptis tentang keberadaan tukang parkir. “Saya tidak pernah bayar, cuek aja langsung pergi. Ngapain saya ngasih ke orang yang cuma duduk-duduk saja?” ucap netizen lain. 

Pandangan ini menandakan bahwa sebagian masyarakat merasa bahwa keberadaan tukang parkir tidak memberikan nilai tambah.

Kejadian ini menunjukkan dinamika sosial yang kompleks di seputar parkir minimarket. 

Dari sudut pandang positif, langkah tegas minimarket ini patut dicontoh oleh tempat lain. 

Baca Juga:
Putusan Bebas Dibatalkan, Ronald Tannur Resmi Ditahan Lagi oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

Dengan demikian, inisiatif minimarket di Surabaya ini tidak hanya menjadi solusi praktis dalam menghadapi masalah parkir liar, tetapi juga menciptakan ruang bagi diskusi yang lebih luas tentang keberadaan tukang parkir di area publik. 

Seiring berjalannya waktu, kita mungkin akan melihat lebih banyak inovasi serupa di kota-kota lain untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman bagi semua pihak. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Buntut Kebakaran Bus Pariwisata yang Bawa 58 Anak TK di Tol Wiyoto Wiyono, Dishub DKI Jakarta Serukan Hal Ini

Dishub DKI Jakarta serukan pemeriksaan rutin instalasi listrik kendaraan demi keamanan angkutan umum.

Blak-blakan! Operator Sound Horeg Sebut Semakin Besar Kerusakan Malah Semakin Tinggi Saweran yang Didapat, Ini Alasannya

Sound horeg di Jawa Timur picu kerusakan fasilitas, tapi operator justru makin disawer jutaan rupiah.

Terbongkar! Wanita Ini Nekat Selundupkan Narkoba demi Suami di Lapas Salemba Jakarta Pusat

Polisi tetapkan tersangka percobaan penyelundupan narkoba di Lapas Salemba. Kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam.

Bikin Karangan Bunga Satire untuk Prabowo Gibran, BEM FISIP Unair Dibekukan Dekanat, Kebebasan Berpendapat Terganjal?

Pemasangan karangan bunga satire berujung pembekuan BEM FISIP Unair oleh dekanat. Simak kronologi lengkapnya.

Viral Momen Mobil di Bintaro Jadi Sasaran Amukan Warga Usai Ingin Kabur Tidak Bayar di SPBU Hingga Tabrak Motor

Sebuah mobil mendapatkan amukan warga di Bintaro usai mencoba kabur dari SPBU tanpa bayar dan menabrak salah satu pemotor

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;