Kecam Penembakan Siswa SMK oleh Oknum Polisi di Semarang, DPR Desak Polri Segera Menindak Tegas Pelaku

Anggota Komisi III DPR RI Martin Daniel Tumbelaka mengecam tindakan oknum polisi yang menembak siswa SMK di Semarang.
Anggota Komisi III DPR RI Martin Daniel Tumbelaka mengecam tindakan oknum polisi yang menembak siswa SMK di Semarang. Source: Foto/dok. DPR RI

Semarang, gemasulawesi - Kasus penembakan yang melibatkan aparat kepolisian di Semarang memicu gelombang kecaman dan sorotan dari berbagai pihak. 

Kejadian tragis ini menambah daftar panjang kasus yang mengundang kontroversi terkait penegakan hukum oleh aparat kepolisian. 

Seorang polisi terlibat dalam insiden penembakan yang menyebabkan seorang korban meninggal dunia. 

Insiden ini terjadi langsung memunculkan reaksi keras dari masyarakat serta lembaga-lembaga negara seperti Komnas HAM dan Komisi III DPR.

Baca Juga:
Kejagung Periksa Pegawai PT Antam yang Diduga Terlibat dalam Kasus Dugaan Suap Ronald Tannur, Ini Sosok dan Perannya

Sebelum dimulainya pemeriksaan lebih lanjut, pihak kepolisian sudah menetapkan pelaku penembakan tersebut dalam status terperiksa dan menempatkannya dalam penahanan di Polda Jawa Tengah. 

Tindakan ini dilakukan untuk menjaga proses penyelidikan yang independen dan transparan. 

Keluarga korban pun telah melaporkan insiden ini ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah untuk mempercepat penanganan perkara.

Dalam pernyataannya, Martin, anggota Komisi III DPR yang membidangi masalah hukum, menegaskan bahwa meskipun ini adalah insiden tragis, proses hukum harus tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. 

Baca Juga:
Tragis! Oknum Polisi di Cileungsi Pukul Ibu Kandungnya hingga Tewas, Polres Bogor dan Propam Ambil Langkah Tegas Ini

Martin juga menambahkan bahwa pengawasan yang ketat diperlukan agar tidak ada upaya penutupan kasus atau ketidakadilan dalam penyelesaiannya.

“Kami dari Komisi III DPR akan terus mengawal kasus penembakan ini. Insiden seperti ini sangat berdampak pada kepercayaan publik terhadap kepolisian,” ujarnya pada Senin, 2 Desember 2024.

Selain itu, Komnas HAM juga memberikan perhatian serius terhadap insiden ini. Mereka turut terlibat dalam pengawasan agar hak-hak korban dan keluarga tidak terabaikan. 

Komnas HAM menekankan bahwa setiap pelanggaran hak asasi manusia, terutama yang dilakukan oleh aparat negara, harus diselidiki secara tuntas dan tanpa ada perlakuan khusus terhadap pelaku. 

Baca Juga:
Polisi Tetapkan Remaja 14 Tahun yang Bunuh Ayah dan Neneknya di Lebak Bulus Jakarta Selatan sebagai Tersangka, Ini Alasannya

Komnas HAM berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran untuk meningkatkan profesionalisme aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

Pihak kepolisian sendiri menegaskan bahwa mereka akan bekerja sama dengan Komnas HAM dan DPR dalam menyelidiki kasus ini. 

Mereka juga berkomitmen untuk memastikan bahwa insiden tersebut ditangani dengan profesionalisme tinggi, dan pihak yang bersalah akan mendapatkan sanksi yang sesuai. 

Pengusutan secara transparan dan terbuka sangat diperlukan untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap penegak hukum.

Baca Juga:
4.355 Burung Ilegal Disita di Lampung, BKSDA Bongkar Jaringan Perdagangan Satwa Liar dan Tangkap 2 Tersangka

Proses pengawasan ini juga menunjukkan pentingnya adanya lembaga yang independen dalam setiap kasus yang melibatkan aparat negara, agar keadilan dapat ditegakkan tanpa adanya intervensi atau penutupan informasi. 

Meski demikian, masyarakat dan keluarga korban berharap agar proses hukum ini segera membuahkan hasil yang adil, agar kepercayaan publik terhadap sistem hukum di Indonesia tetap terjaga. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Tragis! Oknum Polisi di Cileungsi Pukul Ibu Kandungnya hingga Tewas, Polres Bogor dan Propam Ambil Langkah Tegas Ini

Kejadian tragis di Cileungsi, Bogor, melibatkan seorang oknum polisi yang membunuh ibunya dengan tabung gas. Propam turun tangan.

Polisi Tetapkan Remaja 14 Tahun yang Bunuh Ayah dan Neneknya di Lebak Bulus Jakarta Selatan sebagai Tersangka, Ini Alasannya

Polisi tetapkan remaja pembunuh ayah dan neneknya di Jakarta Selatan sebagai tersangka. Motif masih dalam penyelidikan.

4.355 Burung Ilegal Disita di Lampung, BKSDA Bongkar Jaringan Perdagangan Satwa Liar dan Tangkap 2 Tersangka

Petugas gabungan BKSDA dan PJR Polda Lampung gagalkan penyelundupan 4.355 burung ilegal, dua pelaku ditangkap.

Anggota Bhabinkamtibmas Cilincing Disiram Air Keras oleh Sekelompok Remaja di Jakarta Utara, Polisi Masih Kejar Pelaku

Aipda Ibrohim, anggota Bhabinkamtibmas Cilincing, disiram air keras oleh remaja usai patroli, pelaku masih buron.

Kericuhan Warnai Pembukaan Mie Gacoan di Bangkalan Madura, Tiga Pria Bersenjata Tajam Diamankan Polisi

Video kericuhan di pembukaan Mie Gacoan Bangkalan akibat berebut lahan parkir viral, tiga pria diamankan oleh aparat kepolisian.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;