Tegas! Tiga Anggota KPU Jayawijaya yang Terbukti Langgar Kode Etik Pemilu Dipecat DKPP, Begini Akar Permasalahannya

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, J Kristiadi pecat 3 anggota KPU Jayawijaya.
Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, J Kristiadi pecat 3 anggota KPU Jayawijaya. Source: Foto/Dok dkpp.go.id

Jayawijaya, gemasulawesi - Keputusan tegas dikeluarkan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota KPU Kabupaten Jayawijaya. 

Sidang yang berlangsung di Jakarta belum lama ini memutuskan untuk memecat tiga anggota KPU Jayawijaya, yaitu Silas Huby (Ketua KPU), Alminus Wuka, dan Maikel Walilo, yang terbukti melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP). 

Pemecatan ini dilakukan karena ketiganya dianggap telah melakukan tindakan yang merugikan jalannya proses pemilu di wilayah tersebut.

Kasus ini bermula ketika ketiga anggota KPU tersebut menetapkan status tidak memenuhi syarat (TMS) terhadap dokumen syarat dukungan dari beberapa bakal pasangan calon dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya 2024. 

Baca Juga:
Selundupkan Ikan dan Rokok Ilegal, 8 Kapal Asing Berbendera Vietnam Ditangkap Baharkam Polri di Laut Natuna Utara

Hal ini terjadi meskipun proses verifikasi administrasi terhadap dokumen tersebut belum selesai sepenuhnya.

Menurut DKPP, keputusan untuk menetapkan TMS tersebut adalah bentuk pelanggaran yang serius, karena keputusan tersebut diambil sebelum proses verifikasi yang lengkap dan menyeluruh dilakukan.

Dalam putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis J Kristiadi, DKPP menilai bahwa tindakan yang diambil oleh ketiga anggota KPU tersebut tidak profesional dan tidak sesuai dengan standar akuntabilitas yang diharapkan dalam pelaksanaan tugas sebagai penyelenggara pemilu. 

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu I Silas Huby, teradu II Alminus Wuka, dan teradu III Maikel Walilo,” tegas Kristiadi, dikutip pada Selasa, 3 Desember 2024.

Baca Juga:
Motif Penembakan Siswa SMK di Semarang oleh Oknum Polisi Akhirnya Terungkap, Ternyata Bukan Karena Pembubaran Tawuran

Tindakan yang dilakukan oleh anggota KPU Jayawijaya tersebut menjadi sorotan karena dapat mengancam kepercayaan publik terhadap independensi dan integritas penyelenggaraan pemilu. 

Dalam konteks ini, transparansi dan akuntabilitas sangat penting agar pemilu dapat berjalan dengan adil dan bebas dari intervensi yang dapat merugikan calon peserta pemilu atau masyarakat secara keseluruhan.

Tidak hanya itu, DKPP juga memberikan sanksi peringatan keras kepada Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ummi Wahyuni, dalam perkara terpisah. 

Meskipun sanksi yang dijatuhkan tidak seberat pemecatan, hal ini menunjukkan bahwa DKPP berkomitmen untuk menjaga kode etik penyelenggaraan pemilu di seluruh Indonesia. 

Baca Juga:
Polisi Gagalkan Penyelundupan 151 Ribu Benih Lobster di Perairan Bintan Riau, 4 Pelaku Diamankan, Begini Kronologinya

Selain itu, DKPP juga memulihkan nama baik empat teradu yang tidak terbukti melanggar KEPP.

Keputusan ini menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kode etik dalam penyelenggaraan pemilu tidak akan dibiarkan begitu saja. 

DKPP berupaya untuk memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil oleh penyelenggara pemilu selalu berdasarkan prinsip keadilan, transparansi, dan integritas. 

Pemecatan terhadap tiga anggota KPU Jayawijaya menjadi salah satu langkah penting dalam menegakkan etika dalam proses demokrasi di Indonesia. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Motif Penembakan Siswa SMK di Semarang oleh Oknum Polisi Akhirnya Terungkap, Ternyata Bukan Karena Pembubaran Tawuran

Penembakan siswa SMK oleh polisi di Semarang terungkap akibat terserempet, GRO meninggal dan dua siswa terluka.

Polisi Gagalkan Penyelundupan 151 Ribu Benih Lobster di Perairan Bintan Riau, 4 Pelaku Diamankan, Begini Kronologinya

Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyelundupan 151.000 benih lobster yang ditaksir bernilai Rp15 miliar.

Usut Kasus Penyiraman Air Keras anggota Bhabinkamtibmas di Jakarta Utara, 6 Orang Ditangkap, Dua Pelaku Utama Masuk DPO

Polisi tangkap enam tersangka dalam aksi penyiraman air keras terhadap anggota Bhabinkamtibmas tersebut, dua pelaku utama buron.

Resmi Jadi Tersangka! Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek di Jakarta Selatan Ternyata Dikenal Sopan dan Penurut

Kasus pembunuhan keluarga di Jakarta Selatan oleh remaja 14 tahun masih misteri. Polisi sebut pelaku sosok yang sopan.

Viral! Aksi Pencurian Ponsel di Pasar Kemiri Muka Depok Terekam CCTV, Begini Nasib Pelaku Sekarang Usai Ditangkap

Kasus pencurian ponsel di Pasar Kemiri Muka Depok viral, pelaku mengembalikannya setelah rekaman CCTV aksinya beredar.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;