Viral! Pengantin Wanita di Lampung Meninggal Dunia Seusai Ijab Kabul, Ternyata Gegara Penyakit Ini, Berikut Kronologinya

Pernikahan Rika Amiyani di Lampung berakhir tragis setelah pengantin wanita meninggal usai ijab kabul.
Pernikahan Rika Amiyani di Lampung berakhir tragis setelah pengantin wanita meninggal usai ijab kabul. Source: Foto/X @999o7i

Lampung, gemasulawesi - Pernikahan adalah momen penuh kebahagiaan. Namun apa yang terjadi di Pekon Air Naningan, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, berubah menjadi sebuah tragedi yang tak terduga. 

Rika Amiyani, seorang pengantin wanita di Lampung yang baru saja melangsungkan ijab kabul dengan pasangan hidupnya, Nur Kholik, meninggal dunia setelah prosesi tersebut. 

Kejadian ini menjadi viral di media sosial, mengguncang warga setempat, dan meninggalkan rasa duka mendalam bagi keluarga serta tamu yang hadir.

Pernikahan Rika dan Nur dimulai dengan harapan besar dan suasana penuh kebahagiaan. Prosesi ijab kabul berlangsung lancar pada pukul 10.00 WIB. 

Baca Juga:
3 Kali Tes dan Hasilnya Positif, Wabup Maros Suhartina Bohari Akui Konsumsi Narkoba, Ini Temuan Mengejutkan BNN Sulawesi Selatan

Dengan sakral, keduanya mengucapkan janji untuk saling menjaga, dan Rika sah menjadi istri Nur. 

Pasangan ini kemudian melanjutkan prosesi sungkeman, menghormati orang tua masing-masing, sebagai bagian dari rangkaian tradisi pernikahan. Setelah itu, keduanya sempat bersalaman dengan para tamu undangan yang hadir.

Namun, kebahagiaan itu hanya berlangsung singkat. Tanpa diduga, Rika tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri di kursi pelaminan setelah prosesi ijab kabul selesai. 

Nur, suaminya, yang masih berada di dekatnya, berusaha sekuat tenaga menahan tubuh Rika yang lemas. 

Baca Juga:
Perihal Isu Jokowi Berpotensi Gabung ke Partainya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani Beri Tanggapan Begini

Namun, tubuh Rika tidak bisa ditahan lagi dan akhirnya terjatuh ke sisi kiri kursi pelaminan, membuat suasana pernikahan yang semula riang berubah menjadi panik dan penuh ketegangan.

Warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut segera membantu menggotong tubuh Rika dan membawanya masuk ke dalam rumah. 

Tak lama kemudian, Rika dibawa ke puskesmas setempat, namun karena kondisinya yang semakin kritis, ia segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Meskipun berbagai upaya medis dilakukan, sayangnya, Rika tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. 

Baca Juga:
Raih Suara Terbanyak di Pilkada Jakarta 2024, Cak Lontong Tegaskan Paslon Pramono-Rano Karno Taat Aturan Konstitusi

Suasana yang tadinya penuh sukacita kini berubah menjadi haru biru, meninggalkan Nur Kholik yang terpukul oleh kehilangan mendalam di hari bahagianya.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat jelas betapa kagetnya para tamu undangan yang tidak bisa mempercayai apa yang baru saja terjadi. 

Kejadian ini menjadi viral, mengundang simpati dari masyarakat yang merasa sangat berduka atas peristiwa tragis ini. 

Kejadian yang tidak pernah terbayangkan oleh banyak orang ini ternyata memiliki latar belakang kesehatan yang mengejutkan.

Baca Juga:
Tanggapi Tim RK-Suswono yang Akan Gugat Hasil Pilkada Jakarta ke MK, Tim Pramono-Rano: Jangan Dicari-cari Salahnya

Rika Amiyani diketahui memiliki riwayat penyakit jantung sejak kecil. Sebelum pernikahan, ia menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pernikahan, yang termasuk vaksin imunisasi. 

Namun, setelah vaksinasi tersebut, ia mulai merasakan keluhan berupa pembengkakan pada tangan yang kemudian menyebar ke kaki. 

Meski sudah mendapatkan perawatan medis, kondisinya tidak membaik secara signifikan. Beberapa jam sebelum kejadian tragis itu, Rika sempat mengeluh kepada suaminya tentang rasa sakit di bagian dada. 

Namun, tak ada yang menyangka bahwa keluhan tersebut akan berakhir dengan kejadian yang sangat memilukan.

Baca Juga:
Tim RK-Suswono Keluhkan Tingginya Golput di Pilkada Jakarta 2024, Geisz Chalifah: Kalian yang Buat Warga Malas Milih

Rika akhirnya dimakamkan dengan penuh kesedihan oleh keluarga di tempat pemakaman umum di Desa Air Naningan. 

Kejadian ini menjadi peringatan bagi banyak orang untuk lebih memperhatikan kesehatan, terutama bagi pasangan yang hendak menikah, agar hal serupa tidak terulang. 

Dengan viralnya peristiwa ini di media sosial, banyak warganet yang turut menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

3 Kali Tes dan Hasilnya Positif, Wabup Maros Suhartina Bohari Akui Konsumsi Narkoba, Ini Temuan Mengejutkan BNN Sulawesi Selatan

Wakil Bupati Maros akui konsumsi narkoba setelah menjalani tiga kali tes di BNN Sulawesi Selatan dan hasilnya positif.

Raih Suara Terbanyak di Pilkada Jakarta 2024, Cak Lontong Tegaskan Paslon Pramono-Rano Karno Taat Aturan Konstitusi

Cak Lontong menegaskan bahwa timnya dan Pramono Anung-Rano Karno berpegang teguh para aturan konstitusi dalam Pilkada Jakarta 2024

Tanggapi Tim RK-Suswono yang Akan Gugat Hasil Pilkada Jakarta ke MK, Tim Pramono-Rano: Jangan Dicari-cari Salahnya

Tim pemenangan Pramono Anung-Rano Karno, Prasetyo Edi Marsudi akui siap menghadapi gugatan dari tim RK-Suswono terkait hasil Pilkada Jakarta

Tim RK-Suswono Keluhkan Tingginya Golput di Pilkada Jakarta 2024, Geisz Chalifah: Kalian yang Buat Warga Malas Milih

Geisz Chalifah mengomentari tim Ridwan Kamil-Suswono yang mengeluhkan tingginya angka golput di Pilkada Jakarta 2024

Tanggapi Tim Rido yang Walk Out Jelang Hasil Pilkada Jakarta Disahkan, Cak Lontong: Mungkin Takut Keluarnya Berdesakan

Tim pemenangan Pramono Anung - Rano Karno, Cak Lontong memberikan komentar terkait aksi walk out yang dilakukan tim RK-Suswono

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;