Akibat Cubit Anak! Polisi Amankan Pria Bermasker sebagai Pelaku Kekerasan di Surabaya, Ini Tanggapan Kapolsek Genteng

Viral seorang anak menangis lantaran mendapatkan cubitan berkali-kali dari pria berhelm
Viral seorang anak menangis lantaran mendapatkan cubitan berkali-kali dari pria berhelm Source: Foto/Pixabay/Ilustrasi borgol

Surabaya, gemasulawesi - Viral seorang anak sedang menangis akibat dicubit berkali-kali saat digendong seorang pria memakai helm dan masker yang diduga sebagai ayahnya. 

Dalam unggahan video di akun instagram @seputarsurabaya tersebut, sang anak disebutkan sedang meminta ampun terhadap pria tersebut. 

Peristiwa ini disebutkan terjadi di depan Hotel Leedon, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. 

Baca Juga:
Mantan Pelatih PSM Makassar Ditemukan Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Pasuruan, Ini Kronologinya

Di mana video tersebut sengaja direkam oleh seorang pengguna jalan sekitar pukul 11.15 WIB siang hari. 

Baca Juga:
Umar Hasibuan Sebut Jokowi Terkena Post Power Syndrome Sejak Prabowo Jadi Presiden, Begini Alasannya

"Bantuin untuk viralin, baru saja temanku ngelihat kejadian kekerasan terhadap seorang anak ini di depan Hotel Leedon, Jalan Jaksa Agung Suprapto, No. 37, Kota Surabaya, Jawa Timur. Kejadian ini terjadi pada pukul 11.15 WIB siang hari. Terlepas dari kesalahan anak laki-laki itu, seharusnya bukan dengan cara melakukan kekerasan dengan mencubit tanpa ampun, jika diteliti lagi, anak itu malah menangis dan berusaha minta ampun," tulis narasi postingan akun instagram @seputar_surabaya.

Baca Juga:
Sampaikan Kritikan ke Prabowo, Susi Pudjiastuti Sebut Menko Airlangga Tidak Benar Saat Tanggapi Kebijakan PPN

Di dalam keterangan juga dijelaskan, bahwa teman yang merekam video tersebut tidak punya hak kuasa.

Terlebih lagi untuk menghentikan aksi kekerasan seorang pria dewasa tersebut terhadap anak kecil. 

Kebetulan temannya juga sedang berduaan dengan anaknya di dalam mobil dan di lokasi kejadian sangat sepi, sehingga ia leluasa untuk merekam video. 

Baca Juga:
Resmi Jadi Tersangka, Pelaku Pemukulan Dokter Koas Unsri di Palembang Bilang Begini Saat Diamankan Polisi

"Posisinya temanku itu sedang berduaan dengan anaknya yang kecil dan tidak ada orang lain di sekitar jalan. Teman saya juga merasa khawatir akan terjadi hal yang tidak mengenakkan setelah ini, mohon bantuan ya jika mengetahui adik tersebut, untuk segera memberitahu kepada pihak keluarga," tulis postingan akun instagram @seputar_surabaya kembali. 

Baca Juga:
Hamas Tegaskan Kembali Komitmennya untuk Mengakhiri Serangan Penjajah Israel yang sedang Berlangsung di Gaza

Peristiwa dalam video tersebut juga menjadi perhatian warganet dan pihak psikolog. 

Bahkan pihak kepolisian Kapolsek Genteng, Bayu Halim menanggapi peristiwa kekerasan terhadap sang anak tersebut. 

"Benar, terjadi kekerasan yang viral terhadap anak di depan Hotel Leedon, dan tentunya masih kami selidiki bersama tim kami," jelasnya. (*/Ayu Sisca Irianti) 

...

Artikel Terkait

wave

Mantan Pelatih PSM Makassar Ditemukan Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Pasuruan, Ini Kronologinya

Mantan pelatih PSM Makassar tewas karena kecelakaan di jalan Tol Pasuruan-Probolinggo dan peristiwa ini dibenarkan oleh kepolisian.

Resmi Jadi Tersangka, Pelaku Pemukulan Dokter Koas Unsri di Palembang Bilang Begini Saat Diamankan Polisi

Pria yang menganiaya seorang dokter koas Unsri di Palembang telah diamankan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka kasus

KPID Adakan Kegiatan Literasi bagi Kelompok Perempuan Peduli Siaran di Sulteng

Kegiatan literasi untuk kelompok perempuan peduli siaran di Provinsi Tengah Diadakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah.

Pemprov Sulteng Berharap IDAI Dapat Membantu Pemda Mengoptimalisasi Pelayanan Kesehatan

IDAI diharapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat membantu pemerintah daerah mengoptimalisasi pelayanan kesehatan.

Pemkab Buol Sampaikan Pentingnya Peningkatan Kualitas Data yang Baik untuk Mendukung Perencanaan yang Efektif

Pentingnya peningkatan kualitas data yang baik untuk mendukung perencanaan yang efektif disampaikan Pemerintah Kabupaten Buol.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;