Umar Hasibuan Sebut Jokowi Terkena Post Power Syndrome Sejak Prabowo Jadi Presiden, Begini Alasannya

Potret momen ketika Presiden Prabowo  Subianto bertemu dengan Jokowi di Kertanegara
Potret momen ketika Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Jokowi di Kertanegara Source: (Foto/Instagram/@prabowo)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial Umar Hasibuan menyoroti aktivitas mantan Presiden RI, Joko Widodo, usai tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.

Melalui cuitannya di akun Twitter @UmarHasibuan__, Umar menyebut bahwa Jokowi mengalami post power syndrome sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Dalam cuitannya yang diunggah pada Sabtu, 14 Desember 2024, Umar mengkritik tindakan Jokowi yang menurutnya masih terlalu aktif di dunia politik, meski masa jabatannya telah usai.

"Kalian perhatikan gak sjk prabowo presiden. Jokowi sibuk wara wiri agar sll eksis di dunia politik tanah air," tulis Umar dalam cuitannya.

Baca Juga:
Sampaikan Kritikan ke Prabowo, Susi Pudjiastuti Sebut Menko Airlangga Tidak Benar Saat Tanggapi Kebijakan PPN

Ia bahkan menilai Jokowi haus akan perhatian media dan seolah-olah masih menganggap dirinya sebagai presiden.

"Kesannya seolah-olah dia (Jokowi) pikir masih presiden. Haus dgn perhatian media," lanjut Umar. 

Menutup komentarnya, Umar menuding Jokowi ingin selalu dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. 

"Dan ingin selalu didekat PS (Prabowo Subianto). Jkw benar2 post power syndrome," pungkas Umar.

Baca Juga:
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Ngaku Mantan Aktivis 98, Said Didu: Saya Tidak Kenal dan Tidak Pernah Dengar

Tudingan Umar ini merujuk pada aktivitas Jokowi yang belakangan kerap bertemu dengan Presiden Prabowo.

Pertemuan terakhir antara keduanya diketahui terjadi pada 6 Desember 2024 di Kertanegara.

Sementara itu, aktivitas terbaru Jokowi terlihat pada Sabtu, 14 Desember 2024, di mana ia kembali ke Jakarta bersama istrinya, Iriana Jokowi. Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Jokowi terlihat menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya di Senayan Park.

Cuitan Umar Hasibuan tersebut menuai berbagai tanggapan dari warganet di media sosial. Sebagian besar mendukung kritik yang disampaikan Umar, tetapi ada pula yang membela Jokowi.

Baca Juga:
Soroti Prabowo yang Singgung Kepala Daerah Dipilih DPRD, Denny Siregar: Jakarta Akan Dapat Sekualitas Ridwan Kamil

Salah satu warganet menulis, "Jokowi diam saja jadi perhatian orang. Apalagi jika bergerak.... Diam menakutkan, Bergerak mematikan.....Jokowi magnet politik d Indonesia," cuit akun @bud***.

Warganet lain menyoroti gaya berpakaian Jokowi yang dianggap masih menyerupai gaya saat ia menjabat sebagai presiden.

"Bener banget jkw postpowersindrom sampai pakaian masih pakai kemeja putih dan celana hitam saat pergi kemana2..." tulis akun @mua***.

Namun, ada pula yang mempertanyakan kritik Umar Hasibuan terhadap Jokowi.

Baca Juga:
Percepat Penyidikan Kasus Suap Hakim PN Surabaya Atas Vonis Bebas Ronald Tannur, Kejagung Singgung Peran Zarof Ricar Makelar Kasus

"Jadi beliau harus ngapain pak? Bukankah yang dilakukan Pak Jokowi itu hanya silahturahmi biasa, dan informasi yang kita ketahui itu hanya bagian dari publikasi media," tulis akun @pan***.

Meski menuai perdebatan, Jokowi hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan post power syndrome yang dilontarkan Umar Hasibuan.

Aktivitasnya di dunia politik dan interaksinya dengan Presiden Prabowo terus menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai opini di masyarakat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Sampaikan Kritikan ke Prabowo, Susi Pudjiastuti Sebut Menko Airlangga Tidak Benar Saat Tanggapi Kebijakan PPN

Susi Pudjiastuti mengomentari tanggapan Menko Airlangga terkait pebandingan pajak pertambahan nilai atau PPN di Vietnam dan Indonesia

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Ngaku Mantan Aktivis 98, Said Didu: Saya Tidak Kenal dan Tidak Pernah Dengar

Said Didu menanggapi video ketua umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia yang menyebut dirinya mantan aktivis 98, begini tanggapan Said Didu

Soroti Prabowo yang Singgung Kepala Daerah Dipilih DPRD, Denny Siregar: Jakarta Akan Dapat Sekualitas Ridwan Kamil

Denny Siregar mengomentari Presiden Prabowo yang menyampaikan wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD, begini kata Denny

Percepat Penyidikan Kasus Suap Hakim PN Surabaya Atas Vonis Bebas Ronald Tannur, Kejagung Singgung Peran Zarof Ricar Makelar Kasus

Dugaan suap hakim PN Surabaya makin terkuak, Kejagung usut tuntas Zarof Ricar dan aktor pemufakatan jahat lainnya.

Soal Program Makan Bergizi Gratis Rp 10.000 per Porsi, Megawati ke Prabowo: Tolong Deh, Dihitung Lagi

Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri memberikan kritikannya terhadap program makan siang bergizi gratis yang diinisiasikan Presiden Prabowo

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;