Viral Karena Kasus Polisi Tembak Pelajar, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar Dimutasi, Warganet: Ko Cuma Mutasi

Potret Kombes Irwan Anwar yang sempat jadi sorotan publik karena kasus polisi tembak pelajar di Semarang
Potret Kombes Irwan Anwar yang sempat jadi sorotan publik karena kasus polisi tembak pelajar di Semarang Source: (Foto/Instagram/@polrestabessemarang_official)

Semarang, gemasulawesi - Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, resmi dimutasi dari jabatannya berdasarkan keputusan Mabes Polri. Ia kini menjabat sebagai Kalemkonprofpol Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri.

Mutasi ini tercantum dalam Surat Telegram Rahasia Kapolri nomor ST/2776/XII/KEP./2024 yang diterbitkan pada 29 Desember 2024.

Selain Irwan Anwar, 35 perwira menengah (pamen) lainnya juga mengalami mutasi serupa.

Mabes Polri menunjuk Kombes M. Syahduddi, yang sebelumnya menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, untuk menggantikan posisi Irwan sebagai Kapolrestabes Semarang.

Baca Juga:
Viral Aksi Pria Menantang Aparat Pakai Sajam di Jakarta Barat, Begini Kata Polisi Setelah Tangkap Pelaku

Kombes Pol. Irwan Anwar sebelumnya mendapat sorotan publik terkait dugaan kebohongan publik mengenai kronologi kasus penembakan siswa SMK di Semarang.

Kasus tersebut memicu kritik luas di masyarakat, dengan banyak yang menilai penanganannya tidak transparan.

Menjelaskan perihal mutasi anggota Polri pada Senin 30 Desember 2024, Kombes Pol. Artanto, Kepala Bidang Humas Polda Jateng, menegaskan bahwa mutasi ini merupakan langkah rutin yang dilakukan Polri untuk mendukung penyegaran organisasi dan bagian dari upaya untuk meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat.

Kabar mutasi Kombes Pol. Irwan Anwar segera menyebar di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun X atau Twitter @Jateng_Twit.

Baca Juga:
Tarif Parkir Mahal dan Pemandangan Semrawut di Pantai Pangandaran Kian Meresahkan, PKL Serta Jukir Liar Ditindak Tegas

Namun, keputusan ini mendapat tanggapan kritis dari sejumlah warganet.

Beberapa di antaranya menilai bahwa mutasi saja tidak cukup untuk memberikan efek jera atas dugaan pelanggaran yang terjadi.

"Kok cuma mutasi," tulis akun @mal***.

Sementara itu, akun @riz*** berkomentar, "Ga cukup dimutasi, penyebaran berita palsu itu masuk pidana."

Baca Juga:
Viral! Sindikat Curanmor di Rumah Kost Sidoarjo Dibekuk, Barang Bukti dan Modus Operasi Terungkap

Kritik yang lebih tajam datang dari akun @mut***, yang menulis, "Harusnya dipecat dan dipidana ini, karena telah melakukan rekayasa kasus pidana, sebar berita hoax, manipulasi barang bukti dan sprindik palsu... Gila ini institusi rusak."

Reaksi warganet menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap langkah Polri dalam menangani kasus ini.

Banyak yang menganggap bahwa tindakan mutasi tidak cukup untuk menangani dugaan pelanggaran serius seperti kebohongan publik atau manipulasi dalam penanganan kasus pidana.

Situasi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Polri dalam menjaga kepercayaan masyarakat, terutama dalam penegakan hukum yang transparan dan adil. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Viral Aksi Pria Menantang Aparat Pakai Sajam di Jakarta Barat, Begini Kata Polisi Setelah Tangkap Pelaku

Seorang pria nekat menantang petugas kepolisian menggunakan senjata tajam di Cengkareng, Jakarta Barat, aksi tersebut pun viral

Tarif Parkir Mahal dan Pemandangan Semrawut di Pantai Pangandaran Kian Meresahkan, PKL Serta Jukir Liar Ditindak Tegas

Pungli dan tenda PKL di Pantai Pangandaran dikeluhkan wisatawan, petugas gabungan menertibkan demi kenyamanan libur Nataru.

Viral! Sindikat Curanmor di Rumah Kost Sidoarjo Dibekuk, Barang Bukti dan Modus Operasi Terungkap

Sindikat curanmor rumah kost di Sidoarjo terekam CCTV, polisi tangkap dua pelaku dan kejar buron lainnya.

Disinyalir Terjadi Kebocoran Terhadap Pengelolaan 14 Miliar Anggaran Bansosda Parigi Moutong, BPK Sebut Sebagai Pemborosan

Disinyalir terjadi kebocoran anggaran pada dana Bansosda senilai puluhan miliar di Kabupaten Parigi moutong.

Diskominfosantik Sulawesi Tengah Sosialisasikan Pengembangan Desa Digital kepada Kades di Donggala

Pengembangan desa digital disosialisasikan kepada para kepala desa di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;