RSUD Sinjai Alokasikan Dana Alokasi Khusus Sebanyak 18 Miliar Rupiah untuk Pembangunan Infrastruktur Kesehatan

Ket. Foto: RSUD Sinjai Mengalokasikan DAK 18 Miliar Rupiah untuk Pembangunan Infrastruktur Kesehatan
Ket. Foto: RSUD Sinjai Mengalokasikan DAK 18 Miliar Rupiah untuk Pembangunan Infrastruktur Kesehatan Source: (Foto/ANTARA/HO-RSUD Sinjai)

Sinjai, gemasulawesi – Direktur RSUD Sinjai, dr Kahar Anies, menyampaikan RSUD tersebut mengalokasikan dana alokasi khusus atau DAK sebanyak 18 miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur kesehatan.

Dalam keterangannya saat dikonfirmasi, dr Kahar Anies menyebutkan RSUD Sinjai meluncurkan program pembangunan infrastruktur kesehatan dengan gedung rawat inap baru yang sesuai dengan standar gedung kelas rawat inap standar atau KRIS yang menggunakan DAK.

“Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan publik,” katanya.

Dia menambahkan termasuk menjawab usulan forum komunikasi pelanggan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga:
KPU Bantaeng Tetapkan Pasangan Muh Fathul Fauzy Nurdin dan H Sahabuddin Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

“Pembangunan infrastruktur itu bersumber dari DAK sebesar 18 miliar rupiah,” ucapnya.

Dikutip dari Antara, RSUD Sinjai memiliki komitmen memberikan pelayanan kesehatan paling baik untuk masyarakat sebab tujuan infrastruktur kesehatan ini memenuhi kebutuhan masyarakat.

Nur Dahlia, yang merupakan salah seorang warga Sinjai dari Forum Pemerhati Kesehatan Sinjai, menyatakan bersyukur dengan adanya perhatian khusus di bidang kesehatan.

Dia mengungkapkan karena persoalan layanan kesehatan adalah bagian dari hak dasar manusia dan adalah layanan publik.

Baca Juga:
Wakil Ketua MPR Pastikan Program Makan Bergizi Gratis di Sigi dan Wilayah Lainnya di Sulteng Dimulai pada 13 Januari 2025

Sebagai bagian dari Forum Komunikasi Pelanggan, dia juga bersyukur karena aspirasi masyarakat sebentar lagi akan dilakukan realisasinya.

Di sisi lain, RS Hasri Ainun Habibie Parepare menyediakan layanan bedah syaraf untuk menangani kasus-kasus pendarahan yang terjadi di otak.

Direktur RS Hasri Ainun Habibie, Mahyudin, menyatakan kini RS Hasri Ainun Habibie telah memiliki layanan bedah syaraf sehingga pasien dari wilayah utara Makassar dapat ditangani di sini, tidak perlu ke Makassar lagi.

“Layanan bedah syaraf ini hadir dalam rangka mengatasi tingginya angka kematian akibat keterlambatan penanganan pasien yang sebelumnya harus dirujuk ke Kota Makassar yang jarak tempuhnya sekitar 3 jam perjalanan darat,” pungkasnya.

Baca Juga:
Ditjenpas Sulawesi Tengah Tinjau Fasilitas LPKA Kelas II Palu Guna Pastikan Pelayanan Pelatihan Sesuai Standar

Menurutnya, layanan yang baru dioperasikan per Januari 2025 itu dilengkapi dengan dokter spesialis bedah syaraf yang siap untuk melakukan tindakan operasi.

“Dengan keberadaan layanan ini, pasien tidak perlu menempuh perjalanan 2 hingga 3 jam ke Makassar yang berjarak 140 hingga 150 km,” pungkasnya. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

KPU Bantaeng Tetapkan Pasangan Muh Fathul Fauzy Nurdin dan H Sahabuddin Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Pasangan Uji-Sah ditetapkan oleh KPU Bantaeng sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Bantaeng, Sulsel.

Wakil Ketua MPR Pastikan Program Makan Bergizi Gratis di Sigi dan Wilayah Lainnya di Sulteng Dimulai pada 13 Januari 2025

Program makan bergizi gratis di Kabupaten Sigi dipastikan oleh Wakil Ketua MPR RI dimulai pada tanggal 13 Januari 2025.

Ditjenpas Sulawesi Tengah Tinjau Fasilitas LPKA Kelas II Palu Guna Pastikan Pelayanan Pelatihan Sesuai Standar

Untuk memastikan pelayanan pelatihan sesuai dengan standar, Ditjenpas Sulawesi Tengah meninjau fasilitas LPKA Kelas II Palu.

Kadin Parigi Moutong Dukung Upaya Apdurin Sejahterakan Petani, Fara: Saatnya Petani Durian Sejahtera

Kadin Parigi moutong mendukung penuh pembentukan APDURIN Parigi moutong yang bertujuan membantu petani mencapai tingkat kesejahteraan.

Soroti Pagar Misterius Sepanjang 30 KM di Kawasan Laut Tangerang, Said Didu: Tangkap dan Hukum Pembuatnya

Said Didu memberikan tanggapannya terkait munculnya pagar misterius sepanjang lebih dari 30 km di kawasan laut Tangerang Banten

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;