Tanggapi Pemprov Jakarta yang Terbitkan Aturan Tentang Poligami Bagi ASN, Denny Siregar: Apa Perlunya?

Foto Pj Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi yang belakangan ini jadi sorotan karena aturan Pemprov Jakarta mengenai poligami bagi ASN
Foto Pj Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi yang belakangan ini jadi sorotan karena aturan Pemprov Jakarta mengenai poligami bagi ASN Source: (Foto/Instagram/@teguhsetyabudi.official)

Jakarta, gemasulawesi - Pegiat media sosial, Denny Siregar menyoroti Pemprov Jakarta yang menerbitkan aturan mengenai poligami bagi ASN di wilayahnya.

Pemerintah Provinsi Jakarta baru-baru ini menjadi sorotan setelah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam peraturan yang ditetapkan pada 6 Januari 2025 tersebut, terdapat aturan yang membahas syarat bagi ASN yang ingin beristri lebih dari satu atau poligami.

Hal ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pegiat media sosial Denny Siregar, yang mempertanyakan urgensi penerbitan aturan tersebut.

Baca Juga:
Dinas Sosial Sulawesi Selatan Membentuk Forum OPD di 24 Kabupaten dan Kota Sebagai Upaya Peningkatan SDM

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Denny mengkritisi langkah Pemprov Jakarta yang dianggap tidak relevan dengan permasalahan utama di ibu kota, seperti banjir.

"Apa perlunya ya? Apakah bisa mengatasi banjir di Jakarta?" tulis Denny sembari mengunggah ulang berita terkait aturan ini.

Komentarnya tersebut memicu perdebatan di media sosial, dengan banyak pihak yang mempertanyakan fokus kebijakan Pemprov Jakarta di tengah berbagai masalah yang belum terselesaikan.

Menanggapi kritik tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi, memberikan klarifikasi bahwa peraturan tersebut bukan bertujuan untuk mendukung poligami di kalangan ASN.

Baca Juga:
Bulog Sulawesi Tenggara Sebut Penyerapan Beras Petani Sebanyak 33 Ribu Ton Sepanjang Tahun 2024

Teguh menegaskan bahwa Pergub Nomor 2 Tahun 2025 justru dibuat untuk melindungi keluarga ASN dan memperketat aturan terkait perkawinan maupun perceraian.

"Yang diviralkan adalah seakan-akan kami itu mengizinkan poligami, itu sama sekali tidak ada dalam semangat kami," ujar Teguh pada Jumat, 17 Januari 2025.

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan bahwa setiap ASN yang hendak berpoligami atau bercerai harus mendapatkan izin dari atasan mereka.

Ia menegaskan bahwa penerbitan peraturan tersebut tidak dimaksudkan untuk melanggengkan praktik poligami, melainkan untuk memastikan setiap keputusan yang diambil ASN telah melalui proses evaluasi yang ketat.

Baca Juga:
Dinas TPH Sulteng Sebut Sekitar 55.628 Hektare Lahan Ditargetkan Pemerintah Pusat untuk Pengembangan Jagung

Meskipun telah ada penjelasan dari pihak Pemprov Jakarta, peraturan ini tetap menjadi topik hangat di masyarakat.

Beberapa pihak menilai bahwa aturan tersebut membuka celah bagi praktik poligami, sementara yang lain berpendapat bahwa langkah ini diperlukan untuk menjaga profesionalisme ASN.

Polemik ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang jelas dan transparan dalam menyusun serta menerapkan kebijakan publik, terutama yang menyentuh isu sensitif seperti perkawinan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Dinas Sosial Sulawesi Selatan Membentuk Forum OPD di 24 Kabupaten dan Kota Sebagai Upaya Peningkatan SDM

Forum OPD Dinas Sosial di 24 kabupaten dan kota dibentuk oleh Dinas Sosial Sulawesi Selatan sebagai upaya peningkatan SDM.

Dinas TPH Sulteng Sebut Sekitar 55.628 Hektare Lahan Ditargetkan Pemerintah Pusat untuk Pengembangan Jagung

Sekitar 55.628 hektare lahan, disebutkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, ditargetkan untuk pengembangan jagung.

Bulog Sulawesi Tenggara Sebut Penyerapan Beras Petani Sebanyak 33 Ribu Ton Sepanjang Tahun 2024

Penyerapan beras petani di wilayah Bumi Anoa, disebutkan Bulog Sulawesi Tenggara, sebanyak 33 ribu ton sepanjang tahun 2024.

Viral Siswa di Lampung Terpaksa Naik Perahu Saat Berangkat Sekolah, Pembangunan Jembatan Mangkrak Jadi Penyebab

Viral sejumlah siswa di Lampung Timur teraksa naik perahu saat hendak berangkat ke sekolah, hal itu karena jembatan penghubung mangkrak

Heboh Seorang Satpam Rumah Mewah di Bogor Diduga Dibunuh Majikannya Sendiri, Begini Kata Polisi Setelah Cek TKP

Kasus pembunuhan seorang satpam rumah mewah di Kota Bogor hebohkan publik, majikan satpam diduga menjadi pelaku utama

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;