Pemerintah Kabupaten Sigi Mencatat Harga Komoditas Kakao Naik hingga Menjadi 165 Ribu Rupiah per Kilogram

Ket. Foto: Harga Kakao di Sigi Naik hingga 165 Ribu Rupiah per Kilogram
Ket. Foto: Harga Kakao di Sigi Naik hingga 165 Ribu Rupiah per Kilogram Source: (Foto/ANTARA/Moh Salam)

Sigi, gemasulawesi – Pemerintah Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan atau TPHP setempat mencatat harga komoditas kakao di daerah tersebut naik hingga menjadi Rp165.000 per kilogram.

Dalam keterangannya di Kalukubula, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Sigi, Rahmat Iqbal, mengatakan terkait dengan perkembangan harga komoditas kakao di Sigi ini memang beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan hingga saat ini mencapai Rp165.000 per kilogram bahkan tembus Rp200.000 per kilogram.

“Kenaikan harga komoditas kakao di Sigi dikarenakan ketersediaan produksi dari beberapa wilayah terutama negara yang memerlukan hasil produksi kakao tersebut kondisinya menurun,” ujarnya.

Dia menambahkan tentunya ini merupakan harga yang luar biasa diterima petani di Sigi karena tahun-tahun sebelumnya harga kakao hanya di angka Rp35.000 per kilogram.

Baca Juga:
Penyelenggara Lokal Festival Persahabatan di Sulteng Pindahkan Lokasi Pelaksanaan ke Lapangan GBK Palu

Dikutip dari Antara, menurutnya, kenaikan harga kakao itu berdampak positif terhadap perekonomian petani di Sigi.

Dia menerangkan saat ini komoditas kakao di Sigi mengalami tantangan cukup besar terutama terkait umur tanaman kakao sebagian besar adalah tanaman tua.

“Dari data yang kamiu miliki total luas kebun kakao di Sigi mencapai 27.885 hektare dan hampir 50 persen itu adalah tanaman tua,” katanya.

Dia menyebutkan pemerintah daerah terus melakukan upaya-upaya untuk proses peremajaan tanaman kakao di daerah tersebut.

Baca Juga:
Terungkap! Dana Desa Rp40 Miliar Diduga Digunakan Kades di Sumatera Utara untuk Judi Online, Ini Temuan Mengejutkan PPATK

Dia menjelaskan di Sigi banyak tanaman tua sehingga memerlukan intervensi untuk melakukan kegiatan peremajaan kebun kakao.

“Kemampuan pemerintah untuk menyiapkan bibit kakao ini cukup besar, pihak kami berharap ada langkah dan juga upaya seperti pembuatan penangkaran bibit kakao di tengah masyarakat,” ucapnya.

Dia mendorong masyarakat di masing-masing wilayah dapat membuat penangkaran atau tempat budidaya bibit kakao di Sigi.

Menurutnya, dengan adanya penangkaran bibit kakao di setiap desa maka kebutuhan bibit kakao di wilayah itu dapat terfasilitasi.

Baca Juga:
Polemik Pagar Laut di Tangerang, Fakta Mengejutkan Terkait Sertifikat HGB dan Dugaan Pelanggaran Hukum Terungkap

“Dan pada tahun 2024, kami mendapatkan bantuan dari Pemprov Sulteng sekitar 100 ribu bibit kakao,” tuturnya. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Penyelenggara Lokal Festival Persahabatan di Sulteng Pindahkan Lokasi Pelaksanaan ke Lapangan GBK Palu

Festival Persahabatan dipindahkan penyelenggara lokal dari RTH Vatulemo ke Lapangan Gelora Bumi Kaktus di Palu.

Disdikbud Parimo Tegaskan Calon PPPK Tahap Dua Masuk Dapodik, Harus Penuhi Masa Pengabdian dan Syarat Teknis

Disdikbud Parimo memberikan kepastian bahwa calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap dua telah masuk dalam Dapodik

Disdikbud Parigi Moutong Ungkap Rencana Alih Status SMP Model Tonasa Jadi Sekolah Olahraga, Begini Penjelasannya

Disdikbud Parimo berencana mengalihkan status SMP Model Tonasa di Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, menjadi Sekolah Olahraga

Terungkap! Dana Desa Rp40 Miliar Diduga Digunakan Kades di Sumatera Utara untuk Judi Online, Ini Temuan Mengejutkan PPATK

PPATK menemukan dana desa disalahgunakan untuk judi online, melibatkan enam kepala desa di Sumatera Utara dan mencapai Rp 40 miliar.

Polemik Pagar Laut di Tangerang, Fakta Mengejutkan Terkait Sertifikat HGB dan Dugaan Pelanggaran Hukum Terungkap

Sederet fakta terkait pagar laut Tangerang yang mengundang sorotan publik terungkap. Ini temuan Kementerian ATR/BPN.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;