Terungkap! Dana Desa Rp40 Miliar Diduga Digunakan Kades di Sumatera Utara untuk Judi Online, Ini Temuan Mengejutkan PPATK

Ilustrasi. Temuan PPATK mengungkapkan penggunaan dana desa hingga Rp 40 miliar untuk judi online. Penyelidikan terus dilakukan.
Ilustrasi. Temuan PPATK mengungkapkan penggunaan dana desa hingga Rp 40 miliar untuk judi online. Penyelidikan terus dilakukan. Source: Foto/Pixabay

Sumatera Utara, gemasulawesi - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) baru-baru ini menemukan dugaan penyelewengan dana desa yang melibatkan enam kepala desa di salah satu kabupaten di Sumatera Utara. 

Dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, ternyata disalahgunakan untuk judi online, dengan jumlah yang cukup fantastis, mencapai Rp 50 juta hingga Rp 260 juta per kepala desa.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan bahwa berdasarkan temuan mereka, ada total sekitar Rp40 miliar dana desa yang diduga digunakan untuk perjudian online di kabupaten tersebut. 

PPATK sendiri saat ini sedang melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini, yang menurut mereka mungkin bukan hanya terjadi di satu daerah saja.

Baca Juga:
Polemik Pagar Laut di Tangerang, Fakta Mengejutkan Terkait Sertifikat HGB dan Dugaan Pelanggaran Hukum Terungkap

“Kami menduga daerah lain juga ada modus serupa,” ujar Ivan dalam konferensi pers pada Senin, 20 Januari 2025.

Temuan ini mengindikasikan adanya pola penyelewengan dana yang cukup besar, yang tentunya akan berdampak buruk bagi masyarakat yang seharusnya menerima manfaat dari dana tersebut.

PPATK memperoleh data ini dari analisis transaksi di sektor keuangan yang berkaitan dengan dana desa. 

Dana desa yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan ekonomi desa, diduga malah dipakai untuk aktivitas ilegal, yakni judi online.

Baca Juga:
Usai Viral, Kasus Pencurian Kayu di Gunungkidul Berakhir dengan Proses Restorative Justice, Begini Kata Kapolres AKBP Ary Murtini

Penyelidikan lebih lanjut terhadap transaksi yang mencurigakan ini telah diserahkan kepada pihak penyidik. 

Hal ini menunjukkan keseriusan PPATK dalam menangani kasus penyalahgunaan dana desa yang melibatkan pejabat desa.

Temuan ini tentu menjadi sorotan besar, terutama terkait dengan peran pemerintah dalam mengawasi penggunaan dana desa. 

PPATK menyatakan telah menyampaikan temuan tersebut kepada penyidik untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. 

Baca Juga:
Viral! Sopir Truk Dikeroyok Pengendara Mobil Usai Kecelakaan di Tol Magetan, Ini Kronologinya

Jika terbukti benar, kepala desa yang terlibat dapat dijerat dengan hukum yang berlaku, termasuk dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait dengan judi online.

PPATK juga memperingatkan adanya potensi serupa di daerah lain, dan akan terus mendalami transaksi-transaksi mencurigakan di sektor keuangan untuk mencegah terulangnya kasus serupa. 

Masyarakat pun diharapkan dapat lebih berhati-hati dan melaporkan jika menemukan adanya penyalahgunaan dana desa di wilayahnya.

Kasus penyelewengan dana desa yang melibatkan judi online ini mengundang perhatian publik, mengingat dampaknya yang sangat merugikan masyarakat desa yang membutuhkan bantuan pemerintah. 

Baca Juga:
Polisi Tutup Tambang Emas Ilegal Hingga 7 Pelaku Diringkus, Diduga Raup Ratusan Juta Perhari, Ini Tanggapan Kapolresta Bandung

PPATK terus berkomitmen untuk mengungkap dan menindaklanjuti kasus ini, serta memastikan bahwa dana desa digunakan sesuai dengan tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/Shofia) 

Disclaimer : Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda menemukan aktifitas melanggar hukum atau lainnya segera laporkan atau menghubungi kantor kepolisian terdekat.

...

Artikel Terkait

wave

Polemik Pagar Laut di Tangerang, Fakta Mengejutkan Terkait Sertifikat HGB dan Dugaan Pelanggaran Hukum Terungkap

Sederet fakta terkait pagar laut Tangerang yang mengundang sorotan publik terungkap. Ini temuan Kementerian ATR/BPN.

Usai Viral, Kasus Pencurian Kayu di Gunungkidul Berakhir dengan Proses Restorative Justice, Begini Kata Kapolres AKBP Ary Murtini

Kasus petani yang mencuri kayu sono di Gunungkidul berakhir lewat restorative justice jadi perhatian. Begini kronologi detailnya.

Penyelundupan Ratusan Ballpress Pakaian Bekas di Kalbar Terungkap, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara, Begini Modus Operandinya

Penyelundupan pakaian bekas Malaysia terungkap di Kalbar, pelaku berhasil ditangkap dan dijerat pidana 5 tahun. Polisi bongkar modusnya.

Aksinya Selipkan Uang Rp500 Ribu agar Lolos Pemeriksaan Pihak Imigrasi Viral, WNA Ini Sebut Jalur Hijau Bandara Bisa Dibayar

Heboh WNA China bayar Rp 500 ribu untuk lolos pemeriksaan di Bandara Soetta, Imigrasi buka suara dan tegaskan hal ini.

Viral! Sopir Truk Dikeroyok Pengendara Mobil Usai Kecelakaan di Tol Magetan, Ini Kronologinya

Viral seorang sopir truk menjadi amukan supporter setelah terjadi kecelakaan di Tol Magetan hingga pelaku diringkus polisi.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;