Bareskrim Polri Ungkap Perkembangan Kasus Pagar Laut Tangerang, Tepis Dugaan Sanksi Hanya Sebatas Denda

Bareskrim Polri tegaskan proses hukum kasus pagar laut Tangerang tetap berjalan meski tersangka siap bayar denda Rp48 miliar.
Bareskrim Polri tegaskan proses hukum kasus pagar laut Tangerang tetap berjalan meski tersangka siap bayar denda Rp48 miliar. Source: Foto/dok. TBN Polri

Tangerang, gemasulawesi - Bareskrim Polri mengungkap perkembangan terbaru dalam kasus pemalsuan dokumen terkait pemasangan pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten. 

Penyidik menegaskan bahwa meskipun tersangka telah menyatakan kesediaannya membayar denda sebesar Rp48 miliar, proses hukum tetap berjalan dan tidak bisa dihentikan hanya dengan sanksi administratif.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandani Raharjo Puro, menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya soal pelanggaran administratif, tetapi juga menyangkut tindak pidana pemalsuan dokumen. 

"Apa pun keputusan dari KKP terkait sanksi denda, tidak menggugurkan proses hukum yang sedang berjalan," ujar Djuhandani, dikutip pada Minggu, 2 Maret 2025.

Baca Juga:
Buronan Penipuan Proyek Bendungan Senilai Rp275 Juta Diciduk di Jakarta, Begini Modus Kejahatannya

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menjatuhkan sanksi sebesar Rp48 miliar kepada dua pelaku utama, yakni kepala desa berinisial A dan perangkat desa berinisial T. 

Menteri KKP, Wahyu Sakti Trenggono, menjelaskan bahwa denda tersebut diberikan sesuai dengan luas wilayah yang terdampak akibat pemasangan pagar laut sepanjang 36 km yang tidak memiliki izin resmi. 

"Mereka telah menyatakan siap membayar denda yang ditetapkan," ungkap Trenggono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI.

Namun, kepolisian menegaskan bahwa meskipun denda telah dibayarkan, hal itu tidak serta-merta menghapus unsur pidana dalam kasus ini. 

Baca Juga:
Usut Kasus Ledakan Speedboat Bela 72 yang Tewaskan Cagub Benny Laos, Polisi Tetapkan Nakhoda Sebagai Tersangka

Penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa dokumen yang digunakan untuk proyek ini diduga dipalsukan untuk memperoleh izin dari pihak berwenang. 

"Kami akan terus mendalami siapa saja yang terlibat dalam pemalsuan dokumen ini dan memastikan kasus ini dituntaskan sesuai hukum," tambah Djuhandani.

Dalam perkembangan terbaru, kepolisian juga menepis dugaan bahwa kasus ini hanya berorientasi pada sanksi administratif tanpa konsekuensi pidana. 

Djuhandani menegaskan bahwa penyidikan tetap berjalan, dan para tersangka akan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku. 

Baca Juga:
Akhir dari Sebuah Era: Aplikasi Komunikasi Jarak Jauh Skype Akan Dihentikan pada Bulan Mei, Inilah Alasannya

"Kami ingin memastikan bahwa aturan ditegakkan dengan adil, dan tidak ada celah bagi pelanggar hukum untuk lolos hanya dengan membayar denda," tegasnya.

Pemasangan pagar laut ilegal ini tidak hanya menimbulkan kerugian lingkungan, tetapi juga mengganggu ekosistem perairan di kawasan tersebut. 

Polisi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap proyek-proyek yang tidak memiliki izin resmi dan segera melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran serupa

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat desa yang diduga menyalahgunakan wewenang untuk keuntungan pribadi. 

Baca Juga:
Inilah Trik Mudah Menyimpan Video yang Ada di Ponsel! Tidak Ada Lagi Penyimpanan yang Kepenuhan

Kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus ini agar menjadi pelajaran bagi pihak lain agar tidak melakukan pelanggaran serupa. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Usut Kasus Ledakan Speedboat Bela 72 yang Tewaskan Cagub Benny Laos, Polisi Tetapkan Nakhoda Sebagai Tersangka

Polisi selidiki penyebab ledakan speedboat Bela 72, nakhoda resmi jadi tersangka atas dugaan kelalaian dalam insiden maut.

Bank Indonesia Terus Gencarkan Literasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah kepada Masyarakat di Sulteng

Literasi cinta bangga dan paham rupiah terus digencarkan oleh Bank Indonesia kepada masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah.

Viral Pegawai Bank BUMN Semarang Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Kredit Fiktif, Ini Tanggapan Kasi Pidsus

Kejaksaan negeri berhasil meringkus seorang wanita pegawai BUMN yang mengkorupsi kredit fiktif hingga menimbulkan kerugian 16 miliyar.

Aksi Penggerebekan Razia di Sidoarjo Jelang Ramadhan Gegerkan Warga Hingga 7 PSK Terciduk, Begini Tanggapan Kepala Satpol PP

Menjelang datangnya ramadhan tim kepolisian mengadakan razia hingga meringkus tujuh PSK dan penjudi.

Geger Seorang Perempuan Berkebutuhan Khusus Ditemukan Tewas Jatuh ke Jurang Sedalam 20 Meter, Ini Kronologinya

Seorang mahasiswi berkebutuhan khusus ditemukan tewas jatuh ke dalam jurang sedalam 20 meter yang berada di sungai.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;