Tanggapi Hebohnya Kemacetan di Tanjung Priok Jakarta, Pramono Anung: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Tangkap layar video yang menampilkan Gubernur Jakarta, Pramono Anung sedang memberikan penjelasan
Tangkap layar video yang menampilkan Gubernur Jakarta, Pramono Anung sedang memberikan penjelasan Source: (Foto/Instagram/@pramonoanungw)

Jakarta, gemasulawesi - Gubernur Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara terkait kemacetan parah yang terjadi di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang sempat menjadi perbincangan luas di media sosial.

Kemacetan yang terjadi di Tanjung Priok tersebut disorot karena membuat aktivitas di kawasan pelabuhan terganggu dan menyebabkan keluhan dari masyarakat pengguna jalan serta pengusaha logistik.

Dalam penjelasannya, Pramono Anung menegaskan bahwa kemacetan itu dipicu oleh peningkatan jumlah truk yang keluar masuk pelabuhan.

Ia menyebut bahwa jumlah truk yang seharusnya hanya 2.500 per hari, justru melonjak menjadi 4.000 truk per hari.

Baca Juga:
Berangkat Haji Pakai Visa Kerja, Polisi Gagalkan Pemberangkaran 10 Calon Jemaah Ilegal di Bandara Soetta

Lonjakan drastis tersebut dinilai sebagai penyebab utama kepadatan lalu lintas yang merambat hingga ke luar kawasan pelabuhan dan berdampak pada arus kendaraan di Jakarta Utara.

Sebelumnya, pihak PT Pelindo juga telah memberikan penjelasan terkait penyebab kemacetan tersebut. 

Menurut mereka, penyebab utama adalah kedatangan tiga kapal yang melakukan bongkar muat di luar jadwal normal yang telah ditentukan.

Akibatnya, terjadi penumpukan aktivitas logistik yang tak terelakkan.

Baca Juga:
Heboh Adanya Ratusan Siswa SMP di Buleleng Bali Belum Bisa Membaca, Begini Respons Bupati I Nyoman Sutjidra

"Peningkatan volume ini didominasi di satu terminal yaitu namanya NPCT 1. NPCT 1 ini kedatangan kapal yang seharusnya kapal ini sudah datang satu minggu lalu," jelas Drajat Sulistyo selaku Executive Director Regional 2 PT Pelindo.

Meski kejadian tersebut berkaitan dengan aktivitas perusahaan pelabuhan, Pramono Anung menegaskan bahwa sebagai pemimpin Kota Jakarta, ia merasa ikut bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat.

Ia menyampaikan rasa prihatin atas kemacetan yang menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan bagi warga yang melintas maupun tinggal di sekitar kawasan Tanjung Priok.

"Saya ingin menyampaikan bahwa peristiwa ini sungguh membuat saya resah. Untuk itu, secara khusus, saya ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya," ujar Pramono Anung pada Sabtu 19 April 2025.

Baca Juga:
21.813 Orang Terdaftar sebagai Peserta UTBK Tahun 2025 di Universitas Hasanuddin Makassar

Sebagai langkah tindak lanjut, Gubernur Jakarta tersebut juga telah memberikan instruksi tegas kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Ia meminta agar Dinas Perhubungan memberikan teguran keras kepada pihak PT Pelindo atas kejadian tersebut.

Menurut Pramono, tidak semestinya pihak operator pelabuhan memaksakan muatan truk melebihi batas yang sudah ditentukan tanpa memperhitungkan dampak lalu lintas.

Upaya penanganan kemacetan di kawasan strategis seperti Tanjung Priok kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pramono berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan menekankan pentingnya koordinasi yang lebih baik antara otoritas pelabuhan, dinas perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Berangkat Haji Pakai Visa Kerja, Polisi Gagalkan Pemberangkaran 10 Calon Jemaah Ilegal di Bandara Soetta

Polisi menggagalkan calon 10 jemaah haji yang bakal berangkat ke Arab Saudi secara ilegal melalui Bandara Soekarno Hatta

Heboh Adanya Ratusan Siswa SMP di Buleleng Bali Belum Bisa Membaca, Begini Respons Bupati I Nyoman Sutjidra

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra memberikan respons terkait kabar adanya ratusan siswa SMP di daerahnya yang tidak bisa membaca

21.813 Orang Terdaftar sebagai Peserta UTBK Tahun 2025 di Universitas Hasanuddin Makassar

Sebanyak 21.813 orang terdaftar sebagai peserta UTBK tahun 2025 di Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Kejaksaan Negeri Luwu Menerima Pengembalian Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah KONI

Pengembalian kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi dana hibah KONI diterima oleh Kejari Luwu.

Soroti Wacana Pemekaran Wilayah di Jawa Tengah Jadi Empat Provinsi, Pemprov Jateng Beri Tanggapan Begini

Begini tanggapan dari Pemprov Jateng soal wacana pemekaran wilayah Provinsi Jawa Tengah yang belakangan ini mencuat

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;