Mantan Dirut PDAM Makassar Angkat Bicara Berkaitan Dugaan Penyelewengan Dana Cadangan Perusahaan Daerah

Ket. Foto: Mantan Dirut PDAM Kota Makassar Angkat Bicara Berkaitan dengan Dugaan Penyelewengan Dana Cadangan Perusahaan Daerah
Ket. Foto: Mantan Dirut PDAM Kota Makassar Angkat Bicara Berkaitan dengan Dugaan Penyelewengan Dana Cadangan Perusahaan Daerah Source: (Foto/ANTARA/Darwin Fatir)

Makassar, gemasulawesi – Beni Iskandar, Mantan Direktur Utama PDAM Kota Makassar, angkat bicara berkaitan dengan dugaan penyelewengan dana cadangan perusahaan daerah yang saat ini dalam penyelidikan Kejati Sulawesi Selatan.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Makassar, dia mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan dan dia telah menjalani pemeriksaan di kejaksaan dan tidak mendahului proses hukum yang ada.

Dia mengaku sebagai warga negara tentu taat hukum dan bersama dengan jajaran direksi lainnya serta Dewan Pengawas PDAM Makassar telah memenuhi pemanggilan penyidik untuk memberi keterangan secara komprehensif berkaitan dengan dana cadangan itu.

“Selama menjabat Dirut PDAM Makassar tidak pernah menyalahgunakan anggaran untuk kepentingan pribadi sebab dana sepenuhnya diperuntukkan kegiatan perusahaan,” ujarnya.

Baca Juga:
Wagub Sulsel Tegaskan Digitalisasi Keuangan Harus Menjangkau Seluruh Desa dan Daerah Terpencil di Provinsi

Pengelola keuangan juga mengacu hasil audit KAP atau Kantor Akuntan Publik, BPKP atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan Inspektorat.

Dikutip dari Antara, dia menerangkan adanya dana cadangan yang disimpan di berbagai bank atas kebijakannya menyisihkan pendapatan perusahaan sejak tahun 2022 seiring dengan membaik kondisi keuangan perusahaan yang sebelumnya merugi.

Dia mengungkapkan dari data saat masa jabatan Dirut Haris Yasin Limpo periode 2016 hingga 2019, posisi saldo kas setara sejak tahun 2016 sebesar Rp134,2 miliar.

“”Naik pada tahun 2017 senilai Rp142,9 miliar lalu pada tahun 2018 turun Rp104,8 miliar, serta kas terakhir bulan September 2019 naik Rp131,7 miliar lebih,” katanya.

Baca Juga:
Heboh Granat Tangan Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Banda Aceh, Tim Gegana Langsung Lakukan Peledakan

Pada masa jabatan Dirut Hamzah Ahmad periode Oktober 2019-2021, saldo tercatat bulan Oktober 2019 sebesar Rp132,5 miliar tetapi menurun drastis Desember tahun 2019 senilai Rp84,5 miliar, serta menurun pada Desember 2020 sebesar Rp33,7 miliar hingga November 2021 saldo yang tersisa Rp25,8 miliar lebih.

Pada masa periode dirinya sebagai dirut pada periode Oktober 2021 hingga 2024, dia mengklaim ada peningkatan pendapatan.

Pada Desember tahun 2021, kas saldo perusahaan naik menjadi Rp30,5 miliar dan Desember tahun 2022 naik menjadi Rp43,8 miliar. Bulan Desember 2023 naik Rp45,8 miliar tetapi pada bulan Desember 2024 menurun sedikit Rp44,4 miliar lebih. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Wagub Sulsel Tegaskan Digitalisasi Keuangan Harus Menjangkau Seluruh Desa dan Daerah Terpencil di Provinsi

Digitalisasi keuangan ditegaskan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, harus menjangkau seluruh desa dan daerah terpencil.

Heboh Granat Tangan Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Banda Aceh, Tim Gegana Langsung Lakukan Peledakan

Seorang warga di Kota Banda Aceh menemukan benda yang diduga kuat merupakan granat tangan tipe 97 buatan Jepang

Kementerian Agama Sulsel Sebut Sebanyak 22 Jemaah Haji dari Embarkasi Makassar Wafat di Tanah Suci

Sebanyak 22 jemaah haji dari Embarkasi Makassar, menurut Kementerian Agama Sulawesi Selatan, wafat di Tanah Suci.

Pemerintah Kabupaten Sigi Pastikan Keterlibatan Semua Pihak dalam Pembangunan di Daerah

Semua pihak, termasuk dengan penyandang disabilitas, dipastikan Pemkab Sigi ikut terlibat dalam pembangunan daerah.

SIEJ Sulawesi Selatan Serukan Masyarakat Kurangi Gunakan Kantong Plastik Sekali Pakai pada Momen Pembagian Daging Kurban

Masyarakat diserukan SIEJ Sulsel untuk mengurangi menggunakan kantong plastik sekali pakai pada momen kurban Idul Adha.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;