Bappelitbangda Parigi Moutong Susun RPJMD 2023-2030, Prioritaskan Industrialisasi Pertanian dan Zona Tambang

Bappelitbangda Parigi Moutong Susun RPJMD 2023-2030, Prioritaskan Industrialisasi Pertanian dan Zona Tambang
Bappelitbangda Parigi Moutong Susun RPJMD 2023-2030, Prioritaskan Industrialisasi Pertanian dan Zona Tambang Source: Gemasulawesi.com

Parigi Moutong, gemasulawesi - Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tengah menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk periode 2025-2030.

Penyusunan ini dilakukan sambil menunggu pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang telah berlangsung sebelumnya. Proses perencanaan ini menjadi tahapan penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang terstruktur dan berkelanjutan untuk lima tahun mendatang.

Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, mengatakan bahwa RPJMD yang sedang disusun akan merujuk pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

Dalam RPJPD tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menetapkan fokus pembangunan daerah menuju arah industrialisasi pertanian. Arah kebijakan ini dianggap sebagai landasan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Selain itu, juga mengacu pada visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” ujar Irwan di Parigi, Rabu, 7 Mei 2025.

Penyusunan RPJMD secara normatif memang harus tuntas dan ditetapkan melalui peraturan daerah paling lambat enam bulan setelah pelantikan kepala daerah terpilih. Proses ini tentu menuntut sinkronisasi kebijakan dan program antara pemerintah daerah dan kepala daerah baru, agar semua arah pembangunan yang telah dirancang dalam RPJPD dapat diimplementasikan secara efektif.

Irwan mengakui bahwa ada tantangan tersendiri dalam proses penyusunan RPJMD kali ini. Salah satunya adalah kondisi terkini yang menunjukkan mulai meningkatnya aktivitas tambang emas di sejumlah wilayah. Fenomena ini menimbulkan potensi gangguan terhadap sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Parigi Moutong.

Olehnya, ia menekankan pentingnya sinkronisasi arah pembangunan antara sektor pertambangan dan pertanian.

Langkah ini penting untuk menjamin kelangsungan dua sektor tersebut agar dapat berjalan berdampingan tanpa saling menyingkirkan. Irwan menyebut bahwa ke depan, perencanaan pembangunan harus secara tegas mengatur zonasi untuk aktivitas pertambangan, pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan agar tidak saling bertabrakan di lapangan.

“Memang harus berdampingan. Jadi harus diatur, menambang ada tempatnya, begitu juga pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan,” imbuhnya.

Konflik kepentingan di antara sektor-sektor tersebut, diakui Irwan, bukan hal mudah untuk dihindari di lapangan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa semua pihak harus berupaya untuk meminimalisir dampak negatif dari pertambangan, mengingat perbedaan pandangan yang ada di masyarakat.

Ada sebagian masyarakat yang mendukung aktivitas tambang karena alasan ekonomi, namun tidak sedikit pula yang menolaknya karena kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan dan dampaknya terhadap pertanian.

“Ada masyarakat yang menginginkan tambang, ada juga yang tidak. Tetapi paling tidak, jangan saling bergesekan. Terutama, paling diminimalisir ialah dampak negatifnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irwan menekankan pentingnya penguatan regulasi yang telah tertuang dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Melalui RTRW, kawasan-kawasan yang diperuntukkan bagi masing-masing sektor diharapkan mampu saling mendukung, bukan sebaliknya menimbulkan konflik kepentingan yang merugikan pembangunan daerah secara keseluruhan.

Dalam konteks peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Irwan menyatakan bahwa sektor pertanian sebenarnya cukup tangguh, terbukti mampu bertahan di tengah tekanan pandemi Covid-19 pada tahun 2020. Namun demikian, sektor pertanian belum mampu memberikan kontribusi PAD sebesar yang dihasilkan oleh sektor pertambangan.

Hal ini yang kemudian membuka kemungkinan bahwa arah pembangunan ke depan bisa saja lebih condong ke sektor pertambangan, meski tetap mempertahankan pengembangan pertanian.

Terkait pengalokasian anggaran untuk mendukung industrialisasi pertanian, Irwan mengakui bahwa hal tersebut bukan perkara mudah. Penentuannya sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah yang sering kali terbatas.

Di sisi lain, anggaran untuk pendidikan dan kesehatan sudah diatur oleh pemerintah pusat, sehingga dana-dana fleksibel yang bisa digunakan untuk pertanian menjadi sangat terbatas.

...

Tags

Artikel Terkait

wave

Disdikbud Parigi Moutong Larang Study Tour, Wisuda, dan Perpisahan demi Keselamatan serta Keringanan Biaya

Disdikbud Parigi Moutong keluarkan edaran larangan study tour, wisuda, & perpisahan di seluruh satuan pendidikan.

Disdikbud Parimo Dorong Akses Pendidikan Inklusif untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem dan Naikkan Indeks Pembangunan

Disdikbud Parimo menunjukkan peran signifikan dalam upaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan mendorong peningkatan IPM

Parigi Moutong Tekan Angka Putus Sekolah, Perluas Akses Pendidikan

Disdikbud Parimo tegaskan komitmen Hardiknas 2025: pastikan semua anak akses pendidikan, tekan angka putus sekolah, dan tingkatkan IPM.

Disdikbud Parimo Targetkan Nol Anak Putus Sekolah Melalui Penguatan PKBM dan Layanan Pendidikan Inklusif Berkelanjutan

Disdikbud Parigi Moutong punya target bahwa ke depan tidak ada lagi anak-anak yang tidak menikmati layanan pendidikan

Dinas Pendidikan Parigi Moutong Tegaskan Komitmen Pemerataan Akses Pendidikan, Tekan Angka Putus Sekolah

Pemkab Parigi Moutong lewat Disdikbud dorong pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;